Memilih bahan lemari anti rayap adalah langkah penting sebelum Anda membeli atau membuat furnitur untuk rumah. Kesalahan memilih material bisa membuat lemari cepat rusak, keropos, dan berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Rayap sering menyerang tanpa terlihat dan merusak dari bagian dalam. Karena itu, memahami jenis bahan yang kokoh dan minim perawatan akan membantu Anda berinvestasi lebih cerdas untuk jangka panjang.
7 Bahan Lemari Anti Rayap yang Umum Digunakan
Berikut ini beberapa pilihan bahan yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli lemari:
1. Kayu Jati Tua
Jati adalah kayu grade tertinggi karena memiliki serat padat dan kandungan minyak alami yang tinggi. Minyak alami inilah yang membuatnya lebih tahan terhadap rayap dan perubahan cuaca.
Ideal untuk Anda yang menginginkan lemari awet jangka panjang dengan nilai estetika tinggi. Bagus untuk berbagai konsep rumah klasik, vintage, maupun tropis.
Kelebihan
Daya tahannya sangat kuat bahkan bisa bertahan puluhan tahun. Selain itu, tampilannya elegan dengan serat kayu alami yang mewah dan semakin indah seiring waktu, bahkan sering juga digunakan untuk pagar.
Kekurangan
Bobotnya cukup berat dan harganya relatif lebih tinggi dibandingkan material lain. Proses pengerjaannya juga membutuhkan tukang berpengalaman agar hasil maksimal.
2. Kayu Merbau
Merupakan salah satu jenis bahan lemari kayu yang memiliki tingkat kekerasan tinggi dan serat cukup rapat. Warna khasnya cenderung coklat kemerahan dengan tampilan natural yang menarik.
Pilihan tepat bagi Anda yang ingin lemari kayu solid dengan tampilan natural tapi tidak ingin mengeluarkan biaya setinggi jati.
Kelebihan
Tahan terhadap serangan rayap dan cukup stabil terhadap perubahan suhu. Dari segi harga, biasanya lebih terjangkau dibanding kayu jati tetapi tetap menawarkan kekuatan yang baik.
Kekurangan
Jika tidak mengalami proses pengeringan yang sempurna, kayu merbau bisa mengalami penyusutan. Bobotnya juga cukup berat sehingga kurang fleksibel untuk desain tertentu.
3. Plywood
Ada banyak jenis plywood seperti multiplek yang terbuat dari lapisan kayu tipis yang direkatkan secara silang sehingga lebih stabil. Material ini juga dikenal sebagai bahan lemari HPL atau finishing HPL yang modern dan rapi.
Sangat cocok untuk lemari built in, desain minimalis modern, atau kebutuhan custom interior. Dari segi harga cukup fleksibel dan merupakan bahan kelas menengah hingga premium.
Kelebihan
Lebih tahan terhadap perubahan bentuk dibanding kayu solid biasa. Permukaannya mudah dilapisi berbagai finishing termasuk HPL, pernis, hingga cat duco yang akan mempercantik tampilannya.
Kekurangan
Ketahanannya terhadap rayap bergantung pada kualitas plywood dan lapisan pelindungnya. Jika kualitas rendah, bagian dalamnya tetap berpotensi untuk rusak.
4. Blockboard
Jenis kayu dengan ini berbentuk balok kecil yang disusun dan dilapisi veneer pada kedua sisinya. Struktur ini membuatnya lebih ringan dibandingkan plywood tebal.
Lebih tepat untuk pembuatan lemari custom dengan biaya lebih efisien, tapi tetap menawarkan kekuatan yang kokoh. Bisa untuk proyek skala besar maupun kecil sesuai kebutuhan.
Kelebihan
Blockboard jauh lebih stabil dibandingkan kayu solid biasa dan cukup kuat untuk struktur lemari. Bobotnya lebih ringan sehingga memudahkan proses instalasi.
Kekurangan
Ketahanannya terhadap rayap tidak sekuat kayu jati atau merbau jika tanpa treatment tambahan. Permukaan perlu finishing ekstra agar lebih tahan lama.
5. MDF Anti Rayap
Medium Density Board atau MDF adalah papan serat kayu yang dipadatkan dengan tekanan tinggi. Versi anti rayap biasanya sudah melalui proses treatment khusus agar lebih tahan serangga.
Lebih bagus untuk lemari atau interior dekorasi modern dengan desain yang detail dan presisi tinggi.
Kelebihan
Permukaannya sangat halus sehingga cocok untuk finishing cat duco atau desain minimalis modern. Harganya juga lebih ekonomis dibandingkan kayu solid.
Kekurangan
Tidak tahan air jika tidak dilapisi dengan finishing pelindung. Apabila terkena kelembapan berlebih, MDF bisa mengembang dengan cepat.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Rayap di Lemari Pakaian Tanpa Harus Ganti Lemari
6. Aluminium
Merupakan material logam ringan yang sepenuhnya bebas dari risiko rayap. Banyak digunakan untuk lemari dapur atau area lembap karena tahan karat.
Cocok untuk hunian modern, apartemen, atau area dengan kelembapan tinggi seperti dapur dan kamar mandi.
Kelebihan
Aluminium anti rayap 100%, tahan air, dan minim perawatan. Bobotnya ringan tapi cukup kuat untuk penggunaan jangka panjang.
Kekurangan
Secara estetika, tampilannya cenderung lebih industrial dan kurang memberikan kesan hangat seperti kayu. Kekurangan lemari besi seperti aluminium terasa dingin dan kurang fleksibel dalam hal desain.
7. PVC
Material sintetis berbahan dasar plastik ini semakin populer dalam pembuatan lemari. Bahan lemari PVC tahan air dan tidak disukai oleh rayap.
Pemakaiannya ideal bagi hunian minimalis, apartemen kecil, atau area lembap yang membutuhkan solusi praktis.
Kelebihan
Ringan, anti rayap, dan tahan lembap. Perawatannya sangat mudah karena cukup dibersihkan dengan kain basah.
Kekurangan
Kekuatannya tidak setinggi kayu solid maupun logam untuk menampung beban berat. Pilihan desain premium juga masih terbatas dibanding material kayu.
Perbandingan Singkat antara Bahan Lemari
| Bahan | Ketahanan Rayap | Ketahanan Lembap | Kekuatan Struktur | Estetika |
| Kayu Jati Tua | Sangat Tinggi (alami) | Baik | Sangat Kokoh | Natural, mewah, klasik |
| Kayu Merbau | Tinggi | Cukup Baik | Kokoh | Natural, hangat |
| Plywood | Sedang–Tinggi (tergantung grade & treatment) | Baik | Stabil & kuat | Modern (finishing HPL/duco) |
| Blockboard | Sedang | Cukup Baik | Cukup Kokoh | Fleksibel sesuai finishing |
| MDF Anti Rayap | Sedang (dengan treatment) | Kurang jika tanpa pelapis | Cukup Stabil | Modern, presisi tinggi |
| Aluminium | Sangat Tinggi (100% anti rayap) | Sangat Baik | Kokoh & ringan | Minimalis, industrial |
| PVC | Sangat Tinggi (tidak disukai rayap) | Sangat Baik | Cukup (untuk beban ringan–sedang) | Modern, simpel |
Tips Memilih Bahan Lemari yang Bagus Anti Rayap
Memilih material lemari tidak bisa hanya berdasarkan tampilan dan harga. Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor, seperti tips berikut:
1. Sesuaikan dengan Lokasi Ruangan
Setiap ruangan memiliki tingkat kelembapan berbeda dan ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan lemari. Area seperti dapur, kamar mandi, atau ruangan yang ventilasinya kurang baik berisiko tinggi terhadap serangan jamur dan rayap.
Karena itu, pilihlah material yang tahan air dan tidak mudah diserang rayap seperti aluminium atau PVC.
2. Perhatikan Sistem Finishing
Finishing bukan sekedar estetika tapi juga perlindungan. Sistem finishing yang tepat dapat membantu memperpanjang usia lemari sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap rayap.
Beberapa jenis finishing yang umum digunakan antara lain cat duco, HPL, melamin, hingga veneer.
3. Pastikan Ada Treatment Anti Rayap
Hal paling krusial dalam memilih bahan lemari yang anti rayap adalah memastikan adanya treatment atau perlakuan khusus sebelum proses produksi. Banyak bahan kayu yang sebenarnya cukup kuat, tapi perlu perlindungan tambahan agar aman.
Pada bahan kayu seperti jati, merbau, atau plywood, biasanya perlu proses pengeringan oven, penyemprotan anti rayap, hingga pelapisan cairan pengawet kayu.
Jadi, apapun bahan lemari anti rayap yang Anda pilih, pastikan untuk memberikan treatment terutama bahan kayu. Sesuaikan pemilihan bahan dengan kebutuhan agar lemari semakin awet.
