Pernah menemukan kecoa keluar dari tumpukan kayu, bagian belakang lemari, atau celah furnitur? Banyak orang langsung menyebutnya sebagai kecoa kayu. Namanya memang terdengar seperti serangga yang memakan kayu, padahal kenyataannya tidak selalu begitu.
Istilah kecoa kayu umumnya merujuk pada kecoa yang hidup atau bersembunyi di sekitar material kayu. Serangga ini menyukai tempat gelap, lembap, dan jarang terganggu. Karena itu, Anda bisa menemukannya di bawah kulit pohon, kayu lapuk, gudang, tumpukan kayu bakar, atau bagian furnitur yang menempel pada dinding.
Apakah Kecoa Kayu Memakan Furnitur?
Secara umum, kecoa tidak memakan kayu furnitur sampai berlubang atau keropos. Kecoa lebih tertarik pada sisa makanan, bahan organik yang membusuk, jamur, kertas, lem tertentu, serta kotoran yang terdapat di sekitarnya.
Jadi, ketika Anda menemukan kecoa di furnitur, belum tentu serangga tersebut sedang merusak kayunya. Kecoa mungkin hanya memanfaatkan celah sambungan, bagian belakang lemari, atau area bawah meja sebagai tempat berlindung.
Kondisinya berbeda jika furnitur mulai menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Muncul lubang-lubang kecil pada permukaan kayu
- Terdapat serbuk halus seperti tepung
- Bagian dalam kayu terdengar kosong saat diketuk
- Kayu mulai rapuh dan mudah patah
- Terlihat jalur tanah pada permukaan atau dinding
Kerusakan tersebut lebih sering disebabkan oleh rayap kayu atau kumbang bubuk yang juga dikenal sebagai teter. Keduanya termasuk serangga perusak kayu karena benar-benar memakan atau menggali bagian dalam material.
Mengapa Kecoa Tetap Perlu Dikendalikan?
Walaupun tidak membuat furnitur keropos, kecoa tetap dapat mengganggu kenyamanan dan kebersihan rumah. Serangga ini sering berjalan melewati tempat kotor, saluran pembuangan, sampah, dan sisa makanan.
Ketika masuk ke rumah, kecoa dapat mengotori permukaan, meninggalkan bau, dan berkembang biak di tempat yang tersembunyi. Karena itu, cara membasmi kecoa sebaiknya tidak hanya mengandalkan penyemprotan.
Mulailah dengan membersihkan remah makanan, membuang sampah secara rutin, memperbaiki kebocoran, serta mengurangi area yang lembap. Bersihkan juga bagian belakang dan bawah furnitur yang jarang terjangkau.
Jangan lupa memeriksa material kayu. Kayu yang lembap, lapuk, atau bertumpuk terlalu lama dapat menjadi tempat berlindung bagi berbagai serangga.
Bedakan Kecoa, Rayap, dan Teter
Identifikasi serangga sangat penting sebelum melakukan penanganan. Kecoa memiliki tubuh pipih, kaki yang panjang, dan dapat bergerak cepat. Rayap biasanya hidup berkoloni dan dapat membuat jalur tanah. Sementara itu, teter meninggalkan lubang kecil serta serbuk kayu di sekitar furnitur.
Dengan mengenali tanda-tandanya, Anda tidak akan salah mengira semua kerusakan kayu sebagai serangan kecoa.
Lindungi Kayu dengan Biocide Insecticide
Untuk melindungi material dari rayap dan teter, Anda dapat menggunakan Biocide Insecticide. Produk ini merupakan bahan pengawet kayu dengan kandungan cypermethrine yang bekerja sebagai racun kontak dan racun lambung.
Biocide Insecticide dapat diaplikasikan pada kayu mentah menggunakan metode kuas, spray, injeksi, vakum tekan, atau perendaman. Selain rayap dan teter, produk ini juga dapat membantu membasmi kecoa, nyamuk, serta beberapa jenis serangga lain sesuai petunjuk penggunaan.
Gunakan produk pada material kayu sebelum proses finishing. Pakai alat pelindung, hindarkan larutan dari makanan, dan selalu ikuti dosis serta prosedur yang tercantum pada label produk.
Baca juga : Perbedaan Jejak Rayap Tanah dan Semut yang Sering Salah Dikenali
