Kayu jati menjadi salah satu jenis kayu yang paling populer dan terkenal kuat. Padahal, masih banyak jenis kayu lain yang tidak kalah kuat dan awet.
Macam macam kayu di Indonesia pun sangat beragam. Setidaknya ada sekitar 20 jenis kayu yang cukup populer. Namun, dalam artikel ini kita hanya akan membahas lima di antaranya yang dikenal kuat, awet, dan banyak digunakan oleh pengrajin kayu.
Berikut lima jenis kayu kuat dan kayu tahan lama yang banyak digunakan untuk mebel maupun konstruksi.
1. Kayu Jati

Kayu jati (Tectona grandis L.f.) merupakan kayu keras tropis asli Asia yang bernilai tinggi di pasar kayu global. Di Indonesia, jati ditanam secara luas oleh Perhutani, terutama di Pulau Jawa. Pengembangannya juga mulai dilakukan di luar Jawa.
Jati memiliki sifat kuat, awet, mudah dikerjakan, dan tampilannya indah. Kayu berpori melingkar ini juga mempunyai daya tahan alami, nilai estetika, serta ketahanan mekanis yang tinggi. Di Indonesia, jati banyak digunakan sebagai bahan baku mebel dan konstruksi.
Kayu jati termasuk kelas awet I–II atau awet hingga sangat awet. Kelas kuatnya berada pada kelas II. Namun, pertumbuhan jati tergolong lambat dengan rotasi panen sekitar 60–80 tahun.
2. Kayu Ulin
Kayu ulin (Eusideroxylon zwageri) berasal dari Kalimantan. Kayu ini juga dikenal sebagai kayu belian atau kayu besi Borneo.
Ulin termasuk kelas kuat I dan kelas awet I. Kekuatan mekanisnya sangat tinggi, sedangkan stabilitas dimensinya tergolong baik karena tingkat penyusutannya rendah. Kayu ini sering digunakan untuk konstruksi jembatan.
Daya tahan alami ulin didukung oleh kandungan senyawa ekstraktif berupa tanin dan fenolik sekitar 15–20% dari berat kering kayu. Senyawa tersebut memberikan perlindungan alami terhadap jamur, rayap, dan organisme perusak laut. Sayangnya, pertumbuhan ulin berlangsung lambat.
3. Kayu Merbau
Kayu merbau memiliki kelas kuat I-II sehingga cocok digunakan sebagai kayu konstruksi berat. Kelas awetnya berada pada kelas I dengan ketahanan terhadap jamur dan serangga perusak kayu.
Penggunaannya cukup luas. Kayu merbau dapat dimanfaatkan untuk balok, tiang, papan, bantalan, kayu angkut, panel lantai, dan mebel.
4. Kayu Sonokeling
Kayu sonokeling mempunyai tekstur halus sehingga memudahkan proses finishing. Kayu ini juga memiliki daya tahan tinggi dan tampilan yang menyerupai kayu jati.
Karakter tersebut membuat sonokeling banyak diminati. Bahkan, kayu ini menjadi salah satu primadona baru untuk ekspor kayu dari Indonesia.
5. Kayu Bengkirai
Kayu bengkirai atau bangkirai (Shorea laevis) merupakan kayu keras berwarna kuning hingga cokelat muda kekuningan. Di Kalimantan, kayu ini digunakan sebagai kayu pertukangan pengganti ulin karena kayu ulin semakin jarang ditemukan di hutan alam.
Bengkirai termasuk kelas awet I–II dan kelas kuat I–II. Kayu ini digunakan untuk konstruksi berat, baik di bawah atap maupun di tempat terbuka. Penggunaannya mencakup jembatan, bantalan, tiang listrik, lantai, bangunan maritim, perkapalan, perumahan, dan usuk.
Tahap Pengeringan dan Pengawetan Kayu
Meski memiliki kelas keawetan yang cukup baik, kayu tetap perlu melewati tahap pengeringan untuk menurunkan kadar air dan tahap pengawetan.
Pengawetan dapat dilakukan menggunakan Biocide Insecticide untuk mencegah serangan rayap, teter, dan berbagai serangga perusak kayu lainnya.