Dampak Corona terhadap Industri Furniture : PHK Ribuan Karyawan

Dari PHK sampai terancamnya keuangan perusahaan, begini dampak corona terhadap industri furniture nasional.

Dalam novel Sampar yang ditulis oleh Albert Camus, dikisahkan mengenai situasi kota Oran yang luluh lantak akibat wabah pes (the plague). Awalnya, penyakit mengerikan tersebut hanya menyerang tikus-tikus kota. Lambat laun, penduduk kota di Aljazair itu pun terkena dampaknya.

Satu per satu orang terkena penyakit ini. Dokter-dokter kebingungan, dan masyarakat semakin putus harapan. Wabah juga menunjukkan watak yang mengerikan tatkala ia akhirnya mengubah segala sendi kehidupan masyarakat. Apalagi ketika kota mulai ditutup untuk menghindari meluasnya sampar ke daerah lain. Oran seperti sebuah penjara bagi warga yang terkurung di dalamnya. Grafik kematian yang disampaikan pemerintah pun tak menunjukkan titik terang yang diharapkan. Malah, pada salah satu puncak pandemi, kejahatan terjadi di berbagai sisi kota.

Ya, novel karangan Camus ini meski sudah ditulis demikian lama, tapi entah kenapa, rasanya mengena sekali dengan kondisi saat ini ketika pandemi covid-19 terjadi.

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan virus novel corona. Beberapa bulan lalu, WHO telah menetapkan covid-19 sebagai wabah dunia, jauh lebih besar skalanya dari sampar. Tapi tetap saja saja penyakit ini memberikan dampak sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Hal-hal yang sebelumnya lumrah seperti berpelukan dengan orangtua menjadi sesuatu yang begitu sulit untuk dilaksanakan. Belum lagi ketika bicara masalah ekonomi. Dan covid-19 pun memberikan dampak besar terhadap industri furniture nasional. Padahal industri furniture merupakan salah satu industri andalan Indonesia yang menyumbang pendapatan besar dan menyerap jutaan tenaga kerja.

Bagaimana Dampak Corona terhadap Industri Furniture Nasional?

Penjualan yang Merosot

Idealnya, memasuki masa ramadhan dan idul fitri, berbagai industri akan memperoleh pemasukan dalam jumlah besar. Industri konveksi dan sepatu untung besar, pun demikian dengan sektor pangan. Ini pun berlaku pada penjualan aneka jenis mebel. Kalangan menengah ke atas sering membeli furniture baru sebagai bentuk perayaan untuk menyambut idul fitri. Tentu saja ini akan meningkatkan profit di kantong-kantong perusahaan mebel. Bulan-bulan yang sebelumnya sepi bisa ditutup dengan hasil penjualan menjelang idul fitri.

Sayang sekali, tahun 2020 ini covid-19 melanda. Akibatnya, penjualan industri mebel pun merosot tajam. Penjualan yang biasanya mengalami kenaikan tajam justru stagnan atau malah mengalami penurunan. Ekspor pun sulit dilakukan sebab, covid-19 melanda seluruh dunia, bukan hanya Indonesia.

alterntif text

Dampak Corona terhadap Industri Furniture : Keuangan Perusahaan Terancam

Karena penjualan yang merosot, otomatis keuangan perusahaan akan terancam. Profit yang biasanya diperoleh kini terlampau sedikit atau malah tidak sama sekali. Di sisi lain, perusahaan perlu melakukan pembiayaan terhadap karyawan, perawatan mesin, dan biaya operasional yang lain. Beberapa perusahaan mebel bahkan terpaksa tutup sementara. Jelas, ini suatu dampak corona terhadap industri furniture yang tak bisa disepelekan sama sekali.

Nasib Buruh yang Terlunta-lunta

Tatkala keuangan perusahaan terancam, perusahaan tak akan bisa berjalan dengan sehat. Beberapa perusahaan dengan kas yang minim serta sektor UMKM akan terpukul demikian hebat. Bahkan bisa jadi mereka terpaksa tutup sementara sebagaimana dijelaskan poin sebelumnya.

Dan akibat dari keputusan seperti itu adalah adanya PHK massal di antara karyawan dan buruh. Jelas ini suatu pilihan yang teramat sulit bagi pihak pekerja ataupun pihak perusahaan. Di satu sisi, perusahaan kehilangan tenaga-tenaga terampil yang dimilikinya, sedangkan para buruh kehilangan pemasukannya. Dan ketika jumlah buruh yang di-PHK makin banyak, daya beli masyarakat pun akan menurun drastis. Akibatnya, seperti lingkaran setan yang merugikan semua pihak.

Seperti dilansir dari Bisnis.com, hingga saat ini tercatat setidaknya 30 persen tenaga kerja subkontraktor industri mebel telah mengalami PHK. Nominal atau angka 30 persen tersebut melibatkan 120 ribu tenaga kerja! Jelas ini bukan jumlah yang sedikit sama sekali.

Lantas, apa yang mesti dan bisa dilakukan?

Menunggu Bantuan Pemerintah Atasi Dampak Corona terhadap Industri Furniture?

Masih dilansir dari Bisnis.com, Sobur, Sekretaris Jenderal Himki, mengatakan bahwa dampak Covid-19 yang tak segera ditangani akan jauh lebh mengerikan. Ia memprediksi 400 ribu orang bisa di-PHK tatkala bencana covid-19 ini tak juga berhenti. Atau dengan kata lain, 100 persen yang dirumahkan.

Kenapa ini terjadi?

Industri mebel dalam negeri merupakan salah satu tumpuan yang bisa diandalkan. Industri ini mampu menyerap 2,1 juta tenaga kerja dengan beragam tipe kontrak. Namun demikian, sebagian besar atau lebih dari 50 persen sektor ini didominasi oleh UMKM. Inilah yang membuat perusahaan-perusahaan tersebut mengalami tekanan besar selama wabah berlangsung.

Dampak Corona terhadap Industri Furniture

Apalagi, sebagian besar perusahaan mebel berorientasi terhadap pasar ekspor. Ya, banyak pelaku usaha mebel yang lebih tertarik dengan market luar. Sebab, keuntungan yang didapatkan bisa begitu besar.

Tatkala pandemi covid-19 terjadi, orientasi tersebut rupanya tidak bisa dijadikan tumpuan. Sebab, wabah ini terjadi di seluruh dunia. Industri mebel bisa bertahan ketika berorientasi pada pasar lokal. Namun demikian, pemerintah harus mampu mencegah meluasnya virus corona. Tanpa adanya jaminan dari kemampuan pemerintah mencegah penyakit tersebut, industri furniture nasional akan mengalami goncangan yang lebih berat daripada kondisi saat ini.

Bio Industries Bersama dengan Pelaku Industri Furniture Nasional

Kami di Bio Industries turut berduka cita atas apa yang terjadi akibat dampak corona terhadap industri furniture nasional. Selama ini, Bio Industries mendedikasikan dirinya untuk menyediakan produk-produk terbaik untuk industri andalan Indonesia tersebut. Kami menyediakan produk cat, lem kayu, bleaching kayu, hingga pengawet kayu seperti BioCide Insecticide yang memiliki kualitas premium.

Dedikasi kami disebabkan karena kami menyadari bahwa industri mebel nasional membutuhkan supply bahan yang berkualitas, terjangkau, dan ramah lingkungan. Ya, produk yang kami disediakan di sini selalu hadir dalam kualitas keamanan yang baik.

Wabah covid-19 jelas memukul telak mitra kami. Tapi lebih dari itu, kami pun merasakan hal yang sama dengan mitra kami dan masyarakat dunia secara keseluruhan. Pada era seperti ini, rasanya memang sulit untuk mengambil keputusan. Tapi kerja sama yang baik sambil tetap memerhatikan protocol pencegahan covid-19 adalah jalan tengah yang bisa diambil.

BIOCIDE INSECTICIDE

Hubungi Kami untuk Kerja Sama Lebih Lanjut

Bagi pelaku usaha furniture dan kerajinan yang ingin bekerja sama dengan kami lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami via kontak yang disediakan. Anda bisa menghubungi kami lewat email, telepon, WA (WhatsApp) dan lain sebagainya. CS kami akan melayani kebutuhan Anda baik untuk pemesanan produk, keperluan meminta informasi tambahan, atau bentuk-bentuk kerja sama yang lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa bertandang ke Bio Service Point. Sekarang, Bio Service Point berlokasi di Yogyakarta, Jepara, dan juga Cirebon. Silahkan bertandang ke Bio Service Point, dan kita bisa membicarakan kerja sama yang bisa dilakukan di tengah wabah covid-19 yang memilukan ini.

Semoga bermanfaat.

Dampak Corona terhadap Industri Furniture : PHK Ribuan Karyawan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply