Ensiklopedia Bambu Lemang: Baca Selengkapnya di Sini!

Apa itu bambu lemang? Apa saja kelebihan dan kekurangannya ya? Yuk, temukan jawabannya di artikel ini. Kali ini, Antiserangga.com akan mengupas tuntas mengenai salah satu jenis bambu yang punya segudang manfaat ini.

Salah bila kita mengira bahwa hanya kayu satu-satunya bahan yang bisa dipakai untuk membuat furnitur sampai konstruksi bangunan. Di luar kayu, terdapat bahan kaya selulosa yang punya manfaat serupa. Bahan tersebut adalah bambu atau bamboo. Bambu merupakan tanaman rumpun yang tumbuh tinggi dengan batang beruas-ruas. Bahan ini lama dipakai sebagai substitusi atau pengganti kayu. Padahal, sejatinya bambu memiliki banyak keunggulan dibanding kayu. Kelemahan bambu, yakni keawetannya pun tidak bisa disamarakatan. Sebab, meski ada banyak bambu dengan keawetan yang rendah, namun banyak pula bambu yang kelas keawetannya baik. Satu di antara bambu dengan tingkat keawetan baik ialah lemang.

Apa itu Bambu Lemang?

bambu lemang

Lemang merupakan satu dari sekian jenis bambu yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Bambu ini banyak tersebar di Thailand, Filipina, Brunai, Malaysia, dan tentu saja Indonesia. Bambu memiliki warna hijau dan kadang dengan aksen kuning atau malah kuning dengan garis hijau. Adapun di Sumatra, bambu ini justru hadir dengan warna hijau kebiruan.

Di habitat aslinya, bambu lemang acap kali ditemukan di lahan yang mengalami kerusakan. Misalnya saja di bekas hutan yang terbakar dan juga hutan yang ditebang sehingga sulit direboisasi. Meski demikian, banyak pula warga di daerah pedesaan yang memanfaatkan bambu ini untuk mendapatkan keuntungan darinya. Bambu ini banyak dipakai untuk berbagai kebutuhan mulai dari bangunan sampai konsumsi.

Karakteristik

  1. Rumpun bambu rapat dan juga tegak
  2. Warna rebung kuning atau hijau dan tertutup oleh bulu-bulu warna coklat kehitaman
  3. Tinggi atau panjang buluh bisa mencapai 15 meter. Buluh bisa bercabang sampai 30 tangkai
  4. Panjang ruas antara 35 sampai 50 cm, dengan diameter 8-10 cm. Sedangkan tebal dinding buluhnya sekitar 4 mm.
  5. Warna buluh hijau, kadang agak kebiruan atau malah kuning dengan garis hijau. Sebagian warna tertutup bulu buluh.
  6. Pelepah buluh kaku dan tidak mudah lepas.
  7. Daun pelepah buluh segitiga dengan ujung meruncing

Nama lain

Bambu ini banyak disebut dengan nama tersendiri di berbagai daerah, yaitu:

  1. Bambu gading
  2. Bambu Bali
  3. Bambu kuning Bali
  4. Sacred Bali Bamboo
  5. Golden Bali Bamboo
  6. Buluh Nehe
  7. Buluh Sero
  8. Awi Buluh
  9. Perreng Buluh
  10. Bulo talang

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom: Plantae
Klad: Angiospermae
Klad: Monocots
Klad: Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Schizostachyum
Spesies: S. brachycladum

Kegunaan Bambu Talang

Talang atau lemang telah lama digunakan masyarakat untuk kebutuhan yang sangat spesifik, yakni untuk:

  1. Bangunan. Secara tradisional, bambu lemang telah lama dipakai untuk membuat atap rumah. Misalnya saja di masyarakat Toraja.
  2. Digunakan untuk kebutuhan gardening seperti untuk penopang tanaman.
  3. Digunakan untuk untuk membuat berbagai alat masak, khususnya gelas untuk tuak
  4. Varian warna kuning banyak dipakai sebagai tanaman hias
  5. Digunakan untuk membuat beragam jenis furniture seperti kursi, partisi, meja, dan lain sebagainya
  6. Digunakan untuk membuat berbagai jenis kerajinan
  7. Digunakan untuk ritual keagamaan di Toraja serta Bali
  8. Digunakan untuk menjaga tanah dari longsor

Ketahanan Terhadap Hama

Penelitian yang dilakukan Jasni et al (2007) menunjukkan bahwa bambu ini memiliki tingkat keawetan yang baik khususnya terhadap hama rayap. Dan memang, bambu ini memiliki reputasi cukup baik dari segi ketahanan terhadap hama. Oleh sebab itulah warga banyak yang menggunakan bambu ini untuk berbagai kebutuhan termasuk untuk pembuatan furniture. Namun demikian, bukan berarti bambu ini bisa digunakan saja tanpa treatment pengawetan. Pengawetan atau preservasi sudah merupakan standar untuk pengolahan produk organik baik kayu maupun bambu. Selain mencegah terjadinya kerusakan, pengawetan akan meningkatkan mutu produk sehingga masa pakainya bisa meningkat sampai berkali-kali lipat.

Cara Pengawetan Bambu Lemang

Lantas bagaimana cara mengawetkan bambu lemang? Pengawetan bisa dilakukan menyesuaikan dengan alur produksi bambu:

  1. Pemulasan dengan antijamur dan antiserangga pasca bambu ditebang. Pengawetan pada tahap ini hanya berlaku sementara untuk mencegah hama yang sering menyerang kayu dan bambu basah.
  2. Pengawetan dengan cara perendaman atau pencelupan. Caranya dengan merendam atau mencelupkan bambu sebelum difinishing. Cara pengawetan ini bersifat permanen.

Nah, untuk pengawetan antiserangga, Anda bisa menggunakan insektisida yang kami sediakan, BioCide Insecticide. BioCide Insecticide merupakan insektisida berbahan aktif cypermethrin 100 EC dengan pelarut air. BioCide bisa membuat bambu tahan terhadap berbagai jenis hama penyerang bambu mulai dari rayap sampai dengan kutu.

Pengawet bambu ini memiliki sangat banyak kelebihan seperti:

  1. Memberikan proteksi yang sangat baik dan lengkap
  2. Dari segi metode, aplikasi produk ini sangat mudah dan fleksibel dilakukan
  3. Dari segi keamanan, insektisida ini lebih eco friendly dibanding kebanyakan obat pengawet lainnya di pasaran
  4. Bisa dibeli dengan harga yang terjangkau dengan kualitas tinggi dan konsentrasi yang juga tinggi
  5. Sangat hemat digunakan karena konsentrasinya tinggi dan juga memanfaatkan pelarut air. Jadi, Anda tak perlu membeli solvent saat akan mengawetkan bambu lemang

Beli BioCide Insecticide Begini Caranya!

Segera beli dan dapatkan BioCide Insecticide. Anda bisa mendapatkan insektisida ini dengan cara yang sangat mudah. Pembelian bisa dilakukan secara online ataupun secara offline. Pembelian secara online bisa dilakukan dengan menghubungi kami di Antiserangga.com. Pembelian di antiserangga.com akan dipandu oleh Customer Service kami yang ramah sekaligus profesional. Selain itu, Anda juga bisa membeli secara langsung di Bio Service Point yang berlokasi di Yogyakarta, Jepara, dan juga Cirebon. Selain bisa membeli insektisida ini, Anda juga bisa menengok berbagai produk kami yang lain seperti cat, lem, dan juga pemutih kayu.

BIOCIDE INSECTICIDE

Simpulan

Dari segi keawetan, bambu lemang merupakan bambu dengan tingkat keawetan yang sangat baik. Bambu ini masuk dalam kelas keawetan I – II untuk ketahanan terhadap serangan rayap. Di pasaran pun, bambu ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari pembuatan furniture sampai dengan produksi kerajinan. Sayangnya, sebagaimana spesies bambu kebanyakan, potensi pemanfaatan bambu ini sama sekali belum optimal. Meskipun tersedia melimpah, industri berbasis bambu di Indonesia tergolong rendah. Padahal keuntungan besar menunggu dipetik dari industri ini. Kami di Bio Industries terang mendukung pemanfaatan dan optimalisasi guna bambu dalam berbagai industri. Dan untuk kebutuhan ini, kami menyediakan BioCide Insecticide yang bisa meningkatkan kualitas keawetan bambu lemang secara signifikan.

Semoga artikel ini bermanfaat ya. Gunakan selalu BioCide Insecticide untuk tingkatkan keawetan produk organik Anda!

Leave a Comment