Lengkap! Kekurangan dan Kelebihan Bahan Pengawet Kayu Berbasis Minyak

Treatment pengawetan kayu dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah bahan pengawet yang digunakan. Menurut kelarutannya sendiri, bahan pengawet bisa dibagi dua, yakni yang water based dan bahan pengawet kayu berbasis minyak. Seperti apa ya oil based preservative itu?

Memahami Pengawetan Kayu

Usaha untuk meningkatkan masa pakai kayu telah dilakukan sejak zaman dahulu kala. Nenek moyang kita telah menyadari bahwa usia pakai material kayu bisa ditingkatkan. Beberapa metode yang dulu kerap diterapkan adalah metode perendaman kayu di dalam sungai dan metode perendaman kayu di dalam lumpur. Pada kedua metode ini, kayu mengalami reaksi fermentasi atau reaksi kimia lainnya sehingga membuat substratnya tidak disukai oleh hama. Cara ini secara signifikan mampu membuat usia pakai kayu lebih lama meskipun proses treatmentnya juga memakan waktu lebih lama.

Nah, di era modern seperti ini, di mana penggunaan kayu tetap masif di berbagai bidang, usaha pengawetan pun masih dilakukan di sana-sini. Malah, usaha pengawetan kayu sudah menjadi tuntutan kebutuhan industri pengolahan kayu woodworking (pengolahan kayu) modern. Pengawetan yang mampu memperpanjang usia pakai kayu juga dianggap eco friendly, sebab akan menghambat laju penebangan kayu untuk supply di pasaran.

Bahan Pengawet: Prinsip Keberhasilan Pengawetan Kayu

Sala satu prinsip pengawetan kayu terletak pada berbagai aspek. Pada artikel kami yang lalu, telah kami jelaskan prinsip-prinsip pengawetan yang wajib diperhatikan untuk hasil preservasi yang awet. Nah, salah satu prinsip yang begitu krusial adalah faktor bahan pengawet.

Bahan pengawet merupakan bahan yang dipakai untuk membuat kayu lebih tahan lama. Hampir semua bahan pengawet adalah obat hama. Sebab, hamalah penyebab utama kayu mengalami kerusakan. Dari jamur sampai rayap, hama-hama terbukti membuat kayu mengalami pelapukan sampai pembusukan.

Di pasaran, terdapat berbagai jenis bahan pengawet. Menurut jenis hama yang diantisipasi, obat pengawet bisa dibagi menjadi insektisida, fungisida bakterisida, termisida, anti lumut, dan masih banyak lagi. Sedangkan menurut kelarutan formulanya, bahan pengawet bisa dibagi menjadi bahan pengawet berbasis air dan bahan pengawet berbasis minyak.

Di antiserangga, kami telah banyak membahas bahan pengawet berbasis air, yakni BioCide Insecticide. Sebab, bahan pengawet berbasis air memang lebih unggul dibanding bahan pengawet berbasis minyak. Namun demikian, di artikel ini, kami akan bahas mengenai oil based preservative.

alterntif text

Oil based preservative atau bahan pengawet berbasis minyak adalah semua jenis insektisida, fungisida, dan pengawet kayu lainnya yang formulanya larut dalam solvent (cairan berbasis minyak) dan tidak larut dalam air. Bahan pengawet seperti ini sesungguhnya sudah ada sebelum pengawet berbasis air. Salah satu bahan pengawet seperti ini yang lama dipakai adalah oli. Namun saat ini, oli sudah jarang atau malah tidak pernah dipakai lagi karena banyak kekurangan yang dihasilkan.

Contoh Bahan Pengawet Berbasis Minyak

Di pasaran, tersedia beberapa produk yang menggunakan oil based presrevative. Berikut ini beberapa contoh oil based preservative dari jenis-jenis bahannya (bukan nama produk atau merk).

  1. Copper Naphthenate. Bahan ini sangat tidak larut dalam air dan sifatnya tidak begitu mobile di tanah. Kelebihannya, bahan ini tidak menguap dari kayu.
  2. Creosote juga merupakan salah satu contoh bahan pengawet kayu berbasis minyak. Dibanding copper naphthenate, bahan ini kadang menguap (keluar atau volatilize) dari kayu.
  3. Pentachlorophenol bersifat mobile (mudah berpindah) ketika berada di tanah. Kadang bahan ini juga menguap dari kayu.
bahan pengawet kayu berbasis minyak
Kayu yang diawetkan dengan copper

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Pengawet Kayu Berbasis Minyak

Kelebihan

Secara umum, bahan pengawet oil based memang terbukti mampu meningkatkan masa pakai kayu. Pada beberapa kebutuhan, bahan pengawet ini juga menjadi satu-satunya pilihan dibanding bahan pengawet water based.

Kekurangan

  1. Membuat kayu sulit dan bahkan tidak bisa difinishing atau dicat.
  2. Dari tingkat keamanan, bahan ini kurang aman dibanding water based preservative
  3. Beberapa membuat permukaan kayu juga tidak baik. Misalnya, membuat permukaan kayu jadi lengket dan kotor.

Alternatif Bahan Pengawet Kayu Berbasis Minyak: BioCide Insecticide!

Secara umum, kami tidak merekomendasikan oil based preservative. Sebab bahan seperti ini memiliki dua kekurangan yang sangat fatal. Pertama, kayu yang diawetkan dengan oil based preservative sulit atau bahkan tidak bisa dicat. Apalagi dengan cat water based. Hasil pengecatan pun apabila dipaksakan tidak akan maksimal. Dengan demikian estetika produk kayu untuk furniture, bangunan, ataupun untuk kerajinan jadi berkurang. Kedua, bahan pengawet seperti ini memiliki tingkat keamanan lebih rendah dibanding bahan pengawet berbasis air. Sebab, selain kandungan bahan aktif dan residunya, oil based preservative juga mengandung solvent yang juga membahayakan bagi alam.

Sebagai pilihan terbaik, kami sediakan BioCide Insecticide. BioCide Insecticide adalah insektisida dengan bahan aktif cypermethrin 100 EC. Produk ini unggul pada berbagai aspek mulai dari hasilnya yang lebih baik, metode yang lebih efisien, dan harganya yang juga lebih ekonomis.

BioCide Insecticide juga lebih aman dan hemat digunakan. Dari segi keamanan, cypermethrin merupakan bahan aktif yang dibolehkan di negara-negara maju seperti di Eropa. Pun penggunaan pelarut air membuatnya juga lebih aman bagi alam. Pemanfaatan BioCide Insecticide juga lebih hemat sebab konsentrasinya sangat tinggi. Berbeda dengan bahan pengawet berbasis minyak, BioCide Insecticide bisa dilarutkan dengan air sehingga tak perlu membeli pelarut minyak atau solvent.

BIOCIDE INSECTICIDE

Cara Pesan BioCide Insecticide

Ayo segera beli BioCide Insecticide sekarang juga. Produk ini bisa Anda beli di Bio Servcie Point yang berlokasi di Jepara, Yogyakarta, dan juga Cirebon. Selain itu pembelian juga bisa dilakukan secara daring (online) di antiserangga.com atau di toko daring seperti Tokopedia, Jd.Id, Shopee, Bukalapak, dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang ingin bertanya mengenai produk ini, Anda juga bisa menghubungi Customer Service kami. Jangan segan ya untuk menghubungi CS kami. Kontak dan kerja sama dari Anda selalu kami tunggu. BioCide Insecticide juga telah banyak dipercaya banyak pelaku usaha kayu mulai dari kayu, bangunan, sampai kerajinan.

Nah, itulah yang bisa kami sampaikan mengenai bahan pengawet kayu berbasis minyak. Secara umum, produk preservatif berbasis minyak memang terbukti mampu membuat usia pakai kayu jadi lebih tahan lama. Namun, produk seperti ini juga memiliki dua kekurangan fatal, yakni dari segi keamanan dan efeknya pada proses finishing. Karenanya, tim antiserangga tidak merekomendasikan bahan pengawet seperti ini kecuali untuk kebutuhan khusus yang memang hanya bisa dilakukan dengan oil based preservative. Secara umum, kami menyarankan penggunaan BioCide Insecticide, insektisida berbasis cypermethrin berbasis air. Produk ini bukan hanya lebih efektif, tapi juga lebih aman dan juga lebih ekonomis.

Ayo, gunakan BioCide Insecticide dan hindari bahan pengawet kayu berbasis minyak!

Lengkap! Kekurangan dan Kelebihan Bahan Pengawet Kayu Berbasis Minyak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply