Jenis-jenis ukiran tradisional Indonesia ternyata sangat banyak lho. Ada ukiran dari Jepara, Bali, Toraja, dan masih banyak lagi lainnya. Yuk, kita intip keragaman kekayaan budaya Indonesia tersebut.

Indonesia merupakan negara yang sangat besar. Negara ini terdiri dari belasan ribu pulau dengan beragam budaya di dalamnya. Kita mengenal masyarakat Minang dengan budaya merantaunya, masyarakat Toraja dengan budaya etnisnya yang unik, sampai masyarakat Papua yang memiliki keragaman bahasa tertinggi di Indonesia.

Keragaman budaya Indonesia ini sesungguhnya bisa menjadi modal bagi kita semua. Kita bisa menerapkan tiap produk budaya untuk memajukan perekonomian nasional. Bali sudah memberikan contoh kepada kita semua. Branding Bali terbilang sukses dan para pengusaha Bali bisa menjual produknya dengan embel-embel pulau dewata tersebut.

Ada sangat banyak hal yang bisa kita eksplor. Dan, salah satu yang potensinya tinggi namun masih belum dioptimalkan adalah produk budaya berupa keragaman jenis-jenis ukiran tradisional Indonesia.

Jenis-jenis Ukiran Tradisional

Pengertian Ukiran

Apa itu ukiran? Apa itu seni ukir? Secara sekilas bisa kita katakana bahwa mengukir adalah membuat suatu bentuk di sebuah media tiga dimensi dengan memangkas atau memotong atau memahat permukaan media tersebut. Mengukir bisa dianggap seperti melukis namun secara tiga dimensi. Pada lukisan, kita bisa melihat tampilan yang indah, namun tampilan tersebut tak bisa dirasakan bentuknya karena bersifat 2D. Sedangkan pada ukiran, bentuk tampilan bisa kita raba, sebab bentuk tersebut bersifat 3D.

Mengukir telah menjadi salah satu wujud kebudayaan manusia sejak zaman dahulu kala. Dan di Indonesia pun, teknik kerajinan ini sudah dikenal sangat luas. Biasanya, tiap suku bangsa di Indonesia memiliki hasil ukiran sendiri-sendiri. Ukiran-ukiran tersebut acapkali memiliki bentuk dan makna yang berbeda-beda. Berikut ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai keragaman hasil ukiran asli negara kita.

Jenis-jenis Ukiran Tradisional Indonesia yang Beragam

Jenis-jenis Ukiran Tradisional
  1. Ukiran Jepara. Ciri khas seni ukir Jepara adalah motifnya yang berjumbai, ukiran daunnya yang miring, tangkai yang dibuat melengkung, ranting mengisi ruang, dan secara umum cocok untuk eksterior ataupun interior.
  2. Seni Ukir Toraja. Seni ukir toraja dicirikan dengan pewarnaan merah dan hitam, bentuk ukiran adalah kombinasi dari titik, garis, dan tekstur yang menciptakan satu harmonisasi tersendiri.
  3. Seni Ukir Yogyakarta. Seni ukir dari kota pendidikan ini memiliki ciri daun yang cekung dan cembung, gubahan dari tumbuhan dengan suluran di sana-sini.
  4. Seni Ukir Bali. Ukiran bali dicirikan dengan adanya angkup, daun dan bagian tanaman lainnya berbentuk cembung dan cekung, sunggar di ujung ikal benangan pada daun pokok.
  5. Seni Ukir Surakarta. Hasil seni ukir Surakarta memiliki kesan yang lembut dan harmonis, banyak digunakan motif tanaman pakis, dan biasanya menerapkan gambar pemandangan alam.
  6. Seni Ukir Papua. Seni ukir papua memiliki ciri bentuk dan garis yang jelas dan besar, ukiran banyak diterapkan pada topeng, serta peralatan rumah tangga lainnya.

Tips Jenis-Jenis Ukiran Tradisional Indonesia Lebih Berkualitas

Berbagai contoh hasil ukiran asli Indonesia di atas bisa kita terapkan pada usaha woodworking atau kerajinan kayu. Hasilnya pasti sangat menarik. Ketika produk tersebut diekspor, masyarakat internasional dengan mudah bisa membedakan produk kita dengan yang lain sebab kita menampilkan ciri yang kuat.

Tapi ingat, memberikan tampilan yang unik saja tidaklah cukup. Kita juga perlu meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan. Misalnya saja dengan aplikasi tips-tips di bawah ini.

  1. Pilih Kayu yang Tepat. Tidak semua jenis kayu bisa digunakan untuk media ukiran. Kayu yang keras, misalnya, adalah medium buruk untuk para seniman ukir. Apalagi kayu yang mudah retak ketika diolah dengan alat-alat ukir. Beberapa contoh jenis kayu yang bagus ketika diukir adalah kayu jati, cendana, dan juga kayu balsa.
  2. Finishing Memengaruhi Hasil Ukiran. Teknik ukiran Anda mungkin bisa membuat sebuah produk kayu jadi kelihatan sangat indah. Namun demikian, bila produk tersebut dicat dengan bahan yang salah, maka hasilnya pun jadi kurang baik. Misalnya, ukiran dengan tema tradisional dan membumi yang malah dicat dengan warna terlalu mencolok dan kilau terlalu tinggi. Karena itulah, pilih bahan finishing dari warna sampai kilaunya secara cermat.
  3. Pengawetan. Ketika kita mengukir kayu, kita memangkas medium tersebut dalam potongan-potongan yang teratur. Meski hasilnya baik, tapi hasil pemotongan ini justru bisa membuat kayu rentan diserang hama. Oleh sebab itu, alangkah baiknya untuk menerapkan treatment pengawetan pada kayu yang baru diukir sebelum masuk tahapan pengecatan.
  4. Sinkronisasi dengan Tema Produk. Ukiran biasanya dijadikan hiasan pada produk kayu. Misalnya untuk hiasan pada almari. Karenanya, harus ada sinkronisasi desain dan tema antara ukiran dengan produk yang dihiasnya.
  5. Jenis ukiran. Ada sangat banyak jenis ukiran. Untuk ukiran modern, Anda bisa mengukir dengan bebas yang maknanya bisa Anda maknai sendiri. Tapi kalau Anda ingin mengukir dengan tema tradisional, Anda wajib kenal dengan pakem tradisional seni ukir yang Anda terapkan. Misalnya, Anda ingin membuat meja dengan ukiran khas bali, tentu Anda tidak bisa menerapkan motif Toraja atau Dayak.

Nah, kiranya itulah beberapa tips yang bisa diterapkan supaya berbagai jenis ukiran yang Anda buat hasilnya bagus. Oh ya, khusus untuk poin ketiga, kami di antiserangga.com menyediakan obat pengawet untuk Anda lho.

Kami menyediakan BioCide Insecticide sebagai pengawet kayu. Anda bisa mengoleskan BioCide ke permukaan ukiran, atau merendam ukiran ke dalam larutan BioCide Insecticide. Dengan meresapnya BioCide Insecticide ke dalam substrat kayu, produk ukiran akan menjadi tahan lama dan bebas dari serangan rayap, kutu bubuk, dan serangga lainnya. Sebab, BioCide Insecticide mengandung cypermethrin dalam larutannya.

alterntif text
BIOCIDE INSECTICIDE

Insektisida BioCide akan membuat hama-hama serangga tak suka pada kayu yang diawetkan, bahkan teracuni ketika mencoba memakannya. Produk ini sudah digunakan di berbagai industri pengolahan kayu dan wood craft. Aplikasi BioCide Insecticide juga lebih aman karena menggunakan pelarut air (namun Anda tetap harus menggunakan alat keselamatan / safety tool). Insektisida ini juga bisa membantu Anda lolos UU anti Bioterorisme yang diberlakukan di negara seperti Amerika Serikat. Sebab di negara-negara seperti AS, impor harus memenuhi syarat di mana produk yang masuk sama sekali tak boleh mengandung hama atau telur hama.

Nah, kiranya itu yang bisa kami sampaikan di artikel kali ini. Pada dasarnya, kita bisa mengatakan bahwa jenis-jenis ukiran tradisional Indonesia sangat banyak. Ragam tipe ukiran tersebut menjadi contoh betapa beragamnya negara ini. Kita pun bisa memanfaatkan aneka ukiran yang Anda untuk mengembangkan usaha kita di bidang furniture sampai kerajinan kayu. Tapi kita harus ingat, untuk selalu mengutamakan kualitas teknis produk selain keunikannya. Sebab seunik apapun produk kita, kalau kualitasnya buruk, masyarakat akan enggan membelinya. Ada banyak sekali cara membuat produk dengan ukiran lebih baik. Salah satunya adalah dengan menerapkan pengawet BioCide Insecticide.

Tertarik membeli BioCide Insecticide? Segera hubungi Customer Service kami sekarang juga lewat kontak yang disediakan di website ini. BioCide Insecticide dijamin akan membuat jenis-jenis ukiran tradisional Indonesia terlihat menarik dalam waktu yang sangat lama! Selain itu, Anda juga bisa membeli produk kami di Bio Service Point yang berlokasi di Jepara, Yogyakarta, dan juga Cirebon.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
online free course
download samsung firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
Jenis-jenis Ukiran Tradisional Indonesia yang Sangat Beragam
alterntif text

Leave a Reply

WhatsApp sekarang juga!