Mengenal Apa itu Fumigasi dan Seberapa Penting Aplikasinya

0
118
fumigasi

Apa itu fumigasi? Anda mungkin baru pertama kali mendengar istilah tersebut. Namun bagi Anda yang bekerja dalam industri perkayuan termasuk mebel, istilah ini barangkali sudah tak asing didengar. Istilah ini mengacu pada salah satu teknik penting untuk pengendalian hama. Tim antiserangga.com pada kesempatan ini akan membagikan pembahasan mengenai hal tersebut mulai dari pengertian hingga treatment penting lainnya.

Pengertian Fumigasi

Istilah fumigasi berasal dari Bahasa Inggris. Istilah ini berasal dari kata fume atau asap. Dengan demikian, istilah ini secara sederhana dan literal bisa diartikan sebagai proses pengasapan. Dan memang, fumigation merupakan suatu metode yang melibatkan treatment pengasapan. Yang diasapi tentu saja bukan bahan makanan dan sejenisnya. Proses pengasapan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengendalian hama. Maka dari itulah, proses ini selalu menggunakan pestisida.
Di Indonesia, kita sejatinya sering menemukan pengendalian hama dengan cara ini dilakukan. Secara berkala, seringkali pemerintah melakukan pengasapan di daerah-daerah tertentu untuk mencegah berbagai penyakit. Salah satu yang kerap dicegah dengan metode ini adalah endemi penyakit DBD. Tentu bukan ingatan asing bagi kebanyakan orang Indonesia, ketika ada petugas yang membawa benda yang berkepul-kepul mengeluarkan asap. Kedatangannya akan disambut dengan keluarga yang keluar dari tiap rumah yang disemprot.

Mengenal Fumigasi Kontainer

Fumigasi tak hanya dilakukan untuk mencegah serangan vektor penyakit seperti nyamuk pembawa penyakit DBD. Pengasapan sejatinya juga sering dilakukan untuk berbagai kebutuhan lainnya. Salah satunya adalah untuk pengendalian hama sebelum masa pengiriman. Pada kebutuhan ini, diaplikasikan fumigasi kontainer. Terdapat dua varian dari tipe pengasapan tersebut.

  1. Kontainer Penuh. Varian ini paling sering diterapkan kala produk hendak dikirim ke luar negeri (ekspor). Caranya sangat sederhana. Kita tinggal memasukkan produk yang akan diasapi ke dalam kontainer selama beberapa waktu sambil mengasapinya. Berikutnya dilakukan aerasi, dan pintu disegel. Kontainer boleh dikirim setelah melewati tahapan ini.
  2. LCL. Varian ini dilakukan pada barang yang ukurannya terlalu kecil atau jumlahnya terlalu sedikit untuk pengiriman kontainer. Untuk keperluan fumigasi, kargo disimpan terpisah dari barang yang lain.
fumigasi kontainer

Tujuan dan Fungsi Fumigasi

  1. Mengendalikan hama-hama pada media yang diasapinya
  2. Mencegah kerusakan produk akibat aktivitas berbagai hama
  3. Mencegah berbagai jenis penyakit terutama penyakit yang bersifat endemik

Siapa yang Bisa Melakukan Fumigasi?

Siapa yang bisa melakukan treatment ini? Jawabannya adalah mereka yang punya kewenangan. Ingat, tidak sembarang orang bisa melakukan ini. Hanya mereka yang punya pengalaman bahkan punya keterampilan yang diakui yang boleh melakukannya. Jasa-jasa pest control adalah contoh pihak yang biasa diminta melakukan teknik ini. Harganya? Jelas bervariasi tergantung luasan area yang harus dikerjakan sampai kualitas obat yang digunakan.
Selain jasa pest control, pemerintah pun bisa menunjuk orang ataupun lembaga untuk mengerjakan pekerjaan ini. Intinya adalah, diperlukan keterampilan dan legalitas secara bersamaan. Selain itu, dalam aplikasi pengasapan, faktor keamanan juga menjadi fokus utama. Orang yang melakukan pengasapan harus terlindung sedemikian rupa agar tidak malah teracuni atas apa yang telah dikerjakannya tersebut.

Fumigasi Penting, Pengawetan dengan Insektisida Cair Juga Penting

Dari jabaran panjang di atas, bisa dikatakan bahwa fumigasi adalah salah satu cara yang penting untuk dilakukan agar hama terkendali, baik itu pada bangunan ataupun pada mebel. Ia membawa banyak manfaat yang akan membuat kita lebih untung karena terselamatkan dari potensi kerugian yang tidak sedikit jumlahnya. Namun demikian, cara ini bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan. Ada berbagai cara lainnya yang tak kalah penting untuk menghadapi hama yang berbeda. Misalnya hama seperti rayap dan kutu bubuk yang bersembunyi jauh di dalam liangnya.

Dengan teknik apa rayap bisa dicegah? Pencegahan serangan rayap bisa dilakukan dengan beberapa cara juga. Namun salah satu cara inti pencegahan rayap adalah pengawetan pada substrat terkait. Dalam hal ini, ketika kita bicara mengenai antisipasi serangan rayap pada kayu, maka proses pengawetan kayu harus dilakukan. Aplikasi treatment pengawetan kayu atau wood preservation diperlukan agar kayu dihindari rayap atau bahkan toksik pada rayap. Prinsipnya sederhana. Substrat kayu direndam, dikuas, atau disiram dengan obat pengawet yang beracun bagi rayap. Jadi, yang digunakan adalah insektisida cair, bukan yang telah diubah dalam wujud asap. Dengan demikian, rayap akan selalu menghindari kayu tersebut.

Keberhasilan treatment ini terletak pada dua kunci utama:

  1. Insektisida atau obat anti rayap yang digunakan. Toksisitas obat anti rayap dan ketahananya pada substrat kayu sangat penting diperhatikan.
  2. Metode aplikasinya. Metode aplikasi obat anti rayap mempengaruhi peresapan obat tersebut ke dalam substrat kayu. Semakin dalam, jelas semakin baik karena itu berarti kayu jauh lebih terlindungi.

Untuk Pengawetan Kayu dan Pengendalian Hama Bangunan, Gunakan BioCide Insecticide

Pengawetan Bambu Cara Tradisional
mengawetkan bambu dengan cara direndam di dalam air

Seperti dijelaskan di atas, salah satu kunci yang tak bisa diabaikan agar treatment wood preservation sukses dilakukan adalah menerapkan tahapan pengawetan kayu dengan insektisida yang baik. Dan untuk kebutuhan ini, BioCide Insecticide tepat untuk Anda gunakan. BioCide Insecticide adalah insektisida racun syaraf serangga yang efektif mengendalikan serangan rayap, semut, kutu, kumbang bubuk, dan masih banyak lagi. Insektisida ini juga diformulasikan dengan cypermethrin 100 EC yang terbukti lebih efektif digunakan namun lebih degradable di alam. Jadi penggunaannya lebih aman untuk lingkungan.

Kesimpulan

Fumigasi adalah suatu teknik pengasapan yang dilakukan untuk mencegah serangan hama. Terdapat berbagai tipe hama yang bisa dicegah mulai dari nyamuk sampai laba-laba. Teknik ini dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan mulai dari antisipasi wabah demam berdarah sampai memastikan agar produk mebel tidak rusak karena serangan hama. Pada industri mebel, misalnya, acapkali dilakukan pengasapan kontainer. Hal ini bukan hanya penting namun juga telah dipersyaratkan oleh berbagai negara.
Meskipun teknik ini krusial, namun demikian cara ini bukan satu-satunya yang bisa dilakukan kala kita berhadapan dengan hama, baik itu pada bangunan ataupun pada berbagai produk seperti mebel. Untuk mengantisipasi serangga rayap yang hidup jauh di dalam liangnya, misalnya, dibutuhkan teknik lain yang lebih sesuai. Sebab, pada treatment fumigasi, belum tentu asap menjangkau bagian dalam liang dari serangga. Hal ini jugalah yang secara umum memang menjadi salah satu kelemahan treatment tersebut.
Pada kebutuhan seperti dijelaskan di atas, ada baiknya treatment pengendalian hama dilakukan dengan teknik lain. Misalnya, untuk menjaga kayu tak diserang hama, bisa diterapkan treatment wood preservation khusus dengan insektisida cair. Terdapat dua kunci keberhasilan treatment pengawetan menggunakan insektisida cair, yang pertama insektisida yang digunakan dan yang kedua metodenya. Untuk insektisidanya, kami merekomendasikan kepada Anda BioCide Insecticide.

Semoga bermanfaat! Nantikan terus berbagai informasi menarik lainnya di antiserangga.com ya!

SHARE

Leave a Reply