Memilih Jenis Kayu untuk Kapal dan Mengawetkannya dengan BioCide!

0
154
pembuatan kapal

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dan karenanya, industri kapal di negeri ini pun selayaknya terus dikembangkan. Kami di Bio Industries pun turut serta ingin berkontribusi dalam bidang tersebut dengan menyediakan informasi jenis kayu untuk kapal yang bagus dan tips agar kayu tersebut lebih awet.

Pemanfaatan kayu tak hanya sekedar diaplikasikan dalam bidang konstruksi bangunan atau mebel saja. Lebih dari itu, fungsi kayu telah menjangkau berbagai bidang. Salah satu di antara yang begitu krusial adalah pembuatan komponen transportasi. Dulu, kayu digunakan untuk membjuat delman. Kayu juga sering dipakai untuk membuat interior kereta api. Dan yang tak kalah fenomenal tentunya pemanfaatan kayu untuk membuat perahu.

Ya, dari bahan kayulah perahu lahir. Perahu memungkinkan manusia untuk berpindah tempat meski terhalang sungai hingga lautan yang luas. Nenek moyang bangsa Indonesia bahkan pernah mengaruhi samudra Hindia untuk kemudian berlabuh di sebuah negara yang saat ini disebut Madagascar. Populasi madagaskarpun sekarang masih menunjukkan ciri khas bangsa Austronesia meski telah bercampur dengan bangsa dari Afrika.

Setelah perahu, dengan teknologi yang makin maju, kapal-kapal pun diciptakan. Kapal berbeda dengan perahu dari berbagai sisi. Namun secara umum, kapal lebih canggih dibanding perahu dan bisa membawa lebih banyak penumpang. Meski demikian, seperti halnya perahu, tentu saja kayu masih dibutuhkan untuk membuat kapal.

Tak Semua Kayu Bisa Digunakan

Penggunaan kayu untuk membuat kapal telah dilakukan sejak lama. Namun demikian memilih kayu untuk kapal bukan pekerjaan sembarangan. Anda tak bisa sekedar menebang pohon lalu memanfaatkan kayu dari pohon tersebut untuk dijual sebagai kayu pembuatan kapal. Tidak. Dibutuhkan suatu kualitas yang tinggi sehingga kayu bisa dipakai sebagai material untuk membuat kapal.

Kayu untuk kapal idealnya memiliki kualitas sebagai berikut:

  1. Tahan terhadap air asin. Pertama-tama, kayu tentu saja harus memiliki ketahanan atau resistensi terhadap air asin. Dalam artian, kayu tidak boleh mudah rusak ketika terkena hampir setiap waktu oleh air asin. Apalagi bila kayu tersebut digunakan sebagai kayu komponen kapal yang bersentuhan langsung dengan air laut.
  2. Tahan terhadap kondisi pasir atau tanah lembab. Hal ini karena kapal digunakan di area perairan, dan bukan hanya terpapar air, namun juga daratan yang lembab. Dataran lembab sendiri jelas memberikan tantangan berbeda dibanding eksposi air secara langsung.
  3. Tahan terik matahari. Kayu tak boleh mudah rusak ketika terpapar dengan sinar matahari.
  4. Tahan suhu udara dingin, sebab sering digunakan kala malam hari.
  5. Tahan perubahan cuaca dan kondisi secara tiba-tiba
  6. Tahan paparan angina yang kencang
  7. Tahan cairan solvent. Bahan bakar kapal acapkali adalah solvent. Kegiatan di kapal pun sering memanfaatkan cairan minyak atau solvent based. Karenanya, sudah semestinya kayu untuk kapal tidak mudah rusak terkena dengan cairan solvent.
  8. Tahan terhadap berbagai hama khas di lingkungan perkapalan, mulai dari kutu, rayap, semut, dan bila perlu tikus. Ya. Idealnya, kayu pun tak mudah dirusak oleh tikus
  9. Tahan serangan berbagai binatang laut. Sebab binatang laut pun kadang merusak kapal.

Kriteria di atas sifatnya umum. Perlu diketahui bahwa jenis kayu untuk kapal bisa berlainan untuk area yang berbeda. Di bawah ini akan kami contohkan tipe kayu untuk kebutuhan pembuatan kapal di area yang berlainan:

  1. Lunas. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis tak mudah pecah, tahan serta binatang laut. Contoh kayu yang banyak digunakan adalah kayu ulin dan kayu kapur.
  2. Gading. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis kuat, liat, tak mudah pecah, serta tahan binatang laut. Jenis kayu yang banyak digunakan adalah kayu bengkirai, kayu kapur, dan kayu bungur.
  3. Senta. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis kuat, liat, tak mudah pecah, serta tahan binatang laut. Jenis kayu yang kerap digunakan untuk kebutuhan ini adalah kayu bungur, bangkirai, serta kayu kapur.
  4. Kulit. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis tak mudah pecah, kuat, liat, serta tahan binatang laut. Jenis kayu yang sering digunakan adalah kayu bengkirai, bungur, dan kayu meranti merah.
  5. Bangunan dan dudukan mesin. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis ringan, kuat, awet, serta tak mudah pecah akibat getaran mesin. Jenis kayu yang banyak digunakan untuk kebutuhan ini adalah kayu kapur, meranti merah, medang, ulin, dan juga bengkirai.
  6. Pembungkus as baling-baling. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis lunak dan juga liat sehingga tak akan merusak logam. Jenis kayu yang biasanya digunakan adalah kayu nangka, bungur, serta kayu sawo.
  7. Popor Senjata. Dibutuhkan kayu dengan kriteria teknis ringan, liat, kuat, keras, dan memiliki dimensi stabil. Jenis kayu yang sering digunakan adalah kayu salimuli, jati, dan juga waru.

Seperti yang Anda lihat di atas, persyaratan teknis untuk kebutuhan ini acapkali menekankan pada karakter kuat dan tahan terhadap berbagai faktor yang merusak.

Perlu Diawetkan

Selain memilih jenis kayu yang tepat berdasarkan karakter kayu itu sendiri, kita juga bisa meningkatkan kualitas kayu yang akan digunakan untuk pembuatan kapal. Apalagi untuk jenis kayu yang memiliki tingkat keawetan rendah seperti kayu bengkirai.

Peningkatan kualitas sendiri bisa dilakukan dengan cara mudah, yakni aplikasi teknik pengawetan. Wood preservation akan membuat kayu memiliki ketahanan ekstra terhadap hama, baik itu hama seperti rayap hingga tikus.

Untuk kebutuhan ini, kami menyediakan pengawet kayu untuk kapal, BioCide Insecticide. Obat pengawet ini mengandung neurotoksin untuk berbagai organisme hama mulai dari rayap sampai tikus. Jadi tunggu apalagi? Awetkan kayu sebelum dipakai untuk membuat kapal. Gunakan selalu BioCide untuk kebutuhan tersebut.

Segera Pesan BioCide Insecticide

Segera dapatkan BioCide Insecticide agar kayu untuk kapal yang Anda gunakan lebih awet. Insektisida ini bisa Anda pesan dengan cara sebagai berikut:

  1. Hubungi CS atau Customer Service kami terlebih dahulu. Anda bisa menanyakan berbagai info mengenai insektisida ini atau langsung memesannya. Bila Anda ingin pesanan segera diproses, kirimkan data mengenai nama Anda sebagai pemesan, alamat pengiriman, dan juga jumlah BioCide Insecticide yang hendak dipesan.
  2. Dari data tersebut, Customer Service kami akan memberikan estimasi yang harus dibayar serta nomor rekening tujuan pembayaran.
  3. Lakukan pembayaran sesuai instruksi dari CS kami. Kirimkan buktinya pada kami.
  4. Setelah Anda mengirimkan bukti pembayaran, CS kami akan memverifikasinya terlebih dahulu. Setelah itu, pesanan Anda akan diproses. Tunggu CS kami memberikan nomor resi pengiriman setelah pesanan diserahkan ke kurir pengiriman.
  5. Selesai!

Anda tinggal menunggu BioCide Insecticide sampai di alamat pengiriman. Kami juga akan membantu Anda memantau jalannya proses pengiriman tersebut agar tepat waktu.

Demikian informasi kali ini mengenai jenis kayu untuk kapal yang bagus. Nantikan terus berbagai informasi menarik lainnya di antiserangga.com.

SHARE

Leave a Reply