Pemanfaatan Kayu Cempaka dari Karakter sampai Perlunya Pengawetan

0
191
cempaka

Ada banyak jenis kayu yang potensial dimanfaatkan di Indonesia. Satu di antaranya adalah kayu cempaka. Seperti apakah kayu ini? Apa warnanya? Perlukah dilakukan perlakuan pengawetan kayu? Yuk, simak jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut di bawah ini.

Pernahkah Anda mendengar nama kayu cempaka? Bila Anda memiliki darah Minahasa atau pernah tinggal di daerah itu, barangkali nama kayu ini tidak asing lagi di telinga. Cempaka memang menjadi salah satu kayu yang banyak digunakan untuk membuat bangunan tradisional masyarakat Minahasa. Namanya adalah rumah adat woloan. Bentuknya yang khas tampak makin asri dan menarik karena keseluruhan materialnya terbuat dari bahan alam. Dan cempaka adalah material yang kerap dipakai untuk membuat rumah adat tersebut.

Pohon cempaka sendiri memiliki persebaran cukup luas di Indonesia. Pohon ini bisa ditemukan di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sampai Sulawesi. Kayu ini memiliki karakter yang menarik dan sudah pasti potensial dimanfaatkan oleh industri woodworking atau pengolahan kayu.

Baca Juga : hiasan rumah dari kayu palet menarik buatan sendiri

Karakteristik Kayu Cempaka

Pohon cempaka atau yang juga disebut baros ini memiliki karakternya tersendiri. Pertama, bila dilihat dari segi warna, kayu ini memperlihatkan warna kuning hingga coklat kemerahan di bagian terasnya. Teksturnya sendiri agak kasar dengan pola serat yang cenderung lurus, dan karenanya sangat menarik.

Dari segi kekuatan, kayu ini tergolong dalam kayu kelas kuat III – IV. Memang tak terlalu kuat, apalagi dibanding kayu kelas I. Sedangkan dari segi keawetan, kayu ini termasuk kayu kelas II yang setara dengan mahoni dan setingkat lebih rendah dibanding jati.

Ciri lain kayu ini ditunjukkan dengan kembang susut yang kecil atau rendah, daya retak yang rendah, dan tingkat kekerasan sedang (agak lunak hingga agak keras).

kayu cempaka (2)

Secara umum, bisa dikatakan bahwa kayu ini termasuk kayu yang cukup baik. Kayu ini memiliki kekurangan tapi juga memiliki kelebihan yang bisa mengimbangi kekurangannya. Sampai saat ini pun, meski tak begitu populer di masyarakat awam, kayu cempaka telah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya:

  1. Untuk membuat beragam jenis mebel. Beragam jenis mebel atau furniture bisa dibuat dari bahan kayu ini. Mebel-mebel yang bisa dihasilkan antara lain almari, dresser pendek, rak, meja kursi, sampai buffet.
  2. Untuk membuat berbagai jenis kerajinan tangan, misalnya berbagai jenis kotak hias hingga aneka macam kerajinan dan mainan tradisional.
  3. Untuk konstruksi bangunan. Meski demikian, karena kekuatannya yang tak begitu tinggi dan kekerasannya yang juga tidak tinggi, ada baiknya kayu ini dipakai untuk konstruksi ringan saja.
  4. Untuk membuat elemen bangunan. Contohnya untuk membuat daun pintu, daun jendela, kusen, dinding kayu, sampai lantai kayu.

Supply Kayu Alternatif

Pemanfaatan kayu cempaka rasanya tak perlu diragukan lagi. Yang tak kalah penting sejatinya adalah pemanfaatan kayu ini sebagai bahan alternatif di luar kayu yang terlalu difavoritkan di masyarakat. Kayu ini bisa menjadi stok bagus dengan harga yang lebih terjangkau. Sebab, saat ini pasar mebel kita terlalu jenuh dengan mebel dari kayu jati. Jati memang menawan. Tapi penggunaannya secara berlebihan akan membuat stok jati terus menipis sehingga pada akhirnya yang ditebang adalah jati muda. Itupun, makin ke sini, jati muda juga makin sulit untuk didapatkan dengan harga yang terlalu tinggi untuk kualitas yang ditawarkan.

lantai kayu cempaka

Masalah Keawetan Kayu Cempaka yang Mengganggu

Sudah jelas bahwa penggunaan kayu dari pohon cempaka bisa mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya, seperti dijelaskan di atas adalah untuk supply kayu solid dengan harga yang lebih terjangkau dan tersedia lebih stabil. Akan tetapi, penggunaan kayu ini juga bukan tanpa persoalan. Ada beberapa kekurangan kayu ini yang memang perlu diperbaiki. Yang paling krusial adalah masalah keawetannya. Kayu ini tergolong kayu dalam kelas II. Sebetulnya, tingkat keawetannya sudah cukup baik, sebab hanya beda 1 level dengan jati dan sama dengan karakteristik kayu mahoni. Hanya saja, kayu ini memiliki tingkat kekerasan sedang yang membuatnya mudah dimakan berbagai hama, khususnya rayap.

Perlu diketahui, kekerasan dan tingkat keawetan kayu mengindikasikan ketahanan kayu terhadap:

  1. Serangan berbagai hama termasuk rayap, jamur, dan lumut. Hama-hama tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada substrat kayu.
  2. Paparan faktor abiotik yang meliputi eksposi hujan, terik sinar matahari, dan masih banyak lagi.

Bagaimana cara mengatasi persoalan ini? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menerapkan finishing yang bagus. Dewasa ini ada banyak merk cat yang kualitasnya sangat baik dan bisa meningkatkan keawetan produk kayu. Aplikasi cat ini akan memberikan perlindungan karena bisa melapisi kayu dengan lapisan filmnya. Namun, solusi utama yang sebaiknya diterapkan adalah penggunaan obat pengawet dalam treatment pengawetan.

Obat pengawet? Ya. Selayaknya makanan, kayu juga bisa diawetkan. Proses pengawetan ini dilakukan dengan cara meresapkan obat ke dalam kayu cempaka. Jadi, prinsip kerjanya adalah menjadikan kayu tersebut punya self defense seperti jati. Kayu jati sebagaimana yang kita tahu adalah kayu yang tahan terhadap hama. Jati mengandung tanin yang tak disukai hama-hama tersebut. Sifat obat pengawet secara umum mirip dengan kandungan tannin jati. Dalam hal ini, obat tersebut akan berlaku sebagai pelindung kayu atas serangan berbagai jenis hama. Sederhana, bukan?

Namun, penting bagi kita untuk bisa menggunakan obat pengawet yang tepat.

BioCide Insecticide Jadi Solusi untuk Anda

Dapatkan antiserangga BioCide Insecticide dan dapatkan solusi atas persoalan Anda terkait masalah ketahanan kayu cempaka. BioCide Insecticide merupakan insektisida racun kontak syaraf berkualitas yang bisa diandalkan untuk wood preservation (pengawetan kayu), pengendalian hama, dan berbagai kebutuhan serupa lainnya termasuk untuk konstruksi bangunan. Insektisida ini diformulasikan dengan bahan cypermethrin 100 EC yang efektif digunakan karena mengandung khasiat yang cepat dan mampu bertahan dalam substrat yang dilindunginya dalam waktu lama. Insektisida ini juga lebih mudah digunakan dan secara umum lebih baik dari banyak insektisida lainnya terkait dampaknya terhadap alam. Targer organismenya juga luas meliputi rayap, kumbang totor, semut, dan berbagai jenis bugs atau kutu pengganggu. Pemakaiannya bisa dilakukan dalam berbagai metode mulai dari pengkuasan sampai perendaman substrat.

Bagi Anda yang tertarik menggunakan BioCide Insecticide, segara hubungi kontak Customer Service kami. Kami senantiasa hadir untuk Anda terutama di jam-jam kerja. Anda bisa melakukan pemesanan yang dipandu oleh CS serta mendapatkan informasi penting terkait penggunaan insektisida tersebut. Kami juga akan memastikan kurir pengiriman benar-benar mengirimkan BioCide Insecticide sampai di rumah Anda dan bisa Anda gunakan.

Jadi, tunggu apalagi? Segera gunakan BioCide Insecticide dan dapatkan solusi atas masalah yang Anda hadapi. Dengan insektisida yang berkualitas bukan hanya masalah keawetan kayu cempaka yang bisa Anda atasi, tetapi juga berbagai masalah serupa lainnya.

SHARE

Leave a Reply