Meminimalisir Resiko Usaha Mebel dengan Lebih Kreatif

0
80
resiko usaha mebel

Meskipun secara umum prospektif, akan tetapi resiko usaha mebel tetaplah membayang. Yuk, lakukan kiat kreatif supaya terhindar dari kerugian besar saat sedang membangun usaha ini.

Keuntungan berlipat ganda bisa didapatkan dengan membangun usaha mebel. Banyak pelaku usaha yang memperoleh keuntungan dengan menjual mebel kecil untuk mahasiswa. Misalnya saja menjual meja belajar, lemari kecil, sampai rak dinding di area sekitar kampus. Di sisi lain, ada juga pelaku usaha mebel yang memperoleh keuntungan dengan menjual berbagai jenis mebel pallet. Bahan peti kemas yang dulu dianggap tak berguna itu nyatanya bisa membuat banyak pelaku usaha kaya raya. Bahkan bisnisnya telah melalang buana ke Amerika dan Eropa.

Selain adanya prospek keuntungan berlipat, usaha mebel juga membutuhkan modal yang bisa disesuaikan dengan budget Anda. Untuk membuat mebel di kalangan mahasiswa, misalnya, Anda bisa memulai usaha ini dengan modal kisaran 10 juta saja. Anda pun kini bisa memanfaatkan marketplace. Jadi Anda bisa menjual produk sesuai dengan pesanan yang datang saja.

Namun demikian, dengan segala kelebihannya, usaha mebel bukannya tanpa resiko. Keuntungan yang terlampau kecil, budget produksi yang membengkak, dan produk yang tidak laku sering menjadi kendala bagi mereka yang memulai usaha ini. Dengan demikian, mereka yang memulai usaha ini pun harus waspada. Sebaiknya harus ada kiat-kiat yang harus dilakukan. Perencanaan harus dilakukan dengan matang.

Ketahui Karakter Target Pasar Anda

Salah satu hal yang perlu Anda lakukan sebelum membuka usaha apapun adalah menentukan target pasar. Anda harus tahu siapa calon yang Anda bidik. Setelah itu, kettahui karakter calon pembeli Anda tersebut dan perilakunya dalam berbelanja. Dengan mengetahui hal-hal ini, Anda bisa menentukan jenis mebel yang hendak dibuat, berapa patokan harganya, sampai tampilan mebel terkait. Sebagai contoh, Anda menarget pasar mahasiswa kos. Maka, seyogyanya mebel Anda tidak berat, tidak terlalu besar, murah, dan juga cocok untuk anak muda.

Kenali Jenis-jenis Kayu

Kayu adalah istilah yang digunakan secara umum untuk merujuk pada massa kaya selulosa yang dihasilkan tanaman-tanaman tertentu. Meski merujuk pada massa dengan karakteristik mirip, namun antara satu kayu dengan yang lain memiliki sifat berlainan. Mengetahui karakter tiap jenis kayu seperti ini tentunya krusial bagi usaha mebel yang ingin berkembang. Selain agar pengolahan kayu bisa berjalan dengan lancar, pengenalan karakter tiap jenis kayu seperti ini juga penting supaya kita memiliki banyak pilihan memilih material. Contoh, daripada menggunkan kayu-kayu dikotil, kita bisa mencoba mengolah kayu monokotil yang punya sifat khas seperti misalnya kayu glugu alias pohon kelapa. Mebel yang dibuat pun pasti jadi lebih menarik.

Gunakan Bahan Non Kayu

Jangan hanya terpaku pada bahan kayu saja. Kenali juga berbagai bahan lain yang bisa dipakai untuk membuat mebel. Contohnya bambu dengan keragamannya dan serat alam seperti rotan. Tahukah Anda bahwa negeri kita kaya akan berbagai bahan alam seperti ini? Kita memiliki banyak spesies bambu, rotan, dan lain sejenisnya. Natural fiber selain rotan pun sangat banyak ditemukan. Bila kita bisa mengolah kekayaan alam ini, mebel yang dihasilkan pasti jauh lebih stand out. Apalagi bila Anda berminat untuk ekspor. Anda bisa meminimalisir resiko usaha mebel yang merugikan dengan menciptakan mebel berkarakter kuat dengan bahan-bahan non kayu yang tak biasa.

Warna Finishing

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir usaha mebel adalah dengan memahami aneka jenis tipe finishing lalu mengaplikasikannya sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, pangsa pasar untuk mebel Anda adalah mereka yang menyukai mebel vintage. Maka dari itu, perkayalah jenis finishing yang cocok diterapkan untuk desain vintage. Jangan mengandalkan warna dan corak yang sama berulang-ulang yang bisa menimbulkan kejenuhan.

resiko usaha mebel

Gunakan Bahan Pengawet

Yang tak kalah penting diperhatikan adalah pemakaian bahan pengawet untuk material pokok Anda. Bahan pengawet, dalam industri furniture, digunakan pada kayu, rotan, hingga bambu supaya bahan tersebut tidak rusak dimakan hama. Hama yang dimaksud mencakup serangga seperti rayap dan jamur.

Bahan pengawet bisa digunakan dengan cara diresapkan pada material yang hendak diawetkan. Misalnya, pada kayu, Anda bisa memakai BioCide Insecticide yang dilarutkan ke dalam air. Larutan tersebut dapat dipakai untuk merendam kayu, supaya kayu menjadi tahan rayap, semut, totor atau kumbang bubuk, dan hama serangga lainnya.

Pemakaian bahan pengawet ini secara umum menguntungkan dan bisa membantu Anda meminimalisir resiko usaha mebel. Dengan cara ini, Anda bisa memakai kayu murah yang biasanya tidak awet, untuk kemudian diubah menjadi kayu yang lebih awet. Jadi, Anda bisa meningkatkan mutu produk tanpa harus meningkatkan budget produksi terlalu banyak.

Untuk produknya sendiri, bahan pengawet yang kami sarankan adalah BioCide. BioCide adalah merk pengawet kayu yang terdiri dari 3 varian. Yang pertama adalah BioCide Insecticide, yang kedua adalah BioCide Wood Fungicide, dan yang ketiga adalah BioCide Surface Film Preservative. Di antiserangga.com, kami menyediakan produk pengawet BioCide Insecticide.

BIOCIDE INSECTICIDE

Kenali Berbagai Desain Furniture yang Trend dan Unik

Tiap mebel memiliki bentuk yang nyaris sama. Meja memiliki 4 kaki dan memiliki papan di atasnya, kursi memiliki dudukan dan kadang sandaran, dan lain sejenisnya. Namun, untuk memperindah tiap furniture, bentuk-bentuk baku tersebut bisa dimodifikasi atau ditambahkan dengan elemen dekorasi di sana-sini. Misalnya, untuk membuat kursi yang lebih tradisional, kita bisa menambahkan ukir-ukiran di bagian sandarannya. Cara-cara seperti ini pun akan meningkatkan nilai jual mebel kita karena selain memiliki manfaat fungsional, mebel juga memiliki manfaat estetika.

Nah, supaya makin kreatif dan terhindar dari resiko usaha mebel yang merugikan, Anda bisa saja mencari referensi desain mebel yang lebih luas. Kenalilah berbagai model dan desain furniture, baik yang sedang trend, unik, atau punya penggemar tersendiri. Dengan demikian, produk Anda pasti akan terlihat lebih berkarakter dibanding mebel lainnya.

Kesimpulan

Secara umum, usaha mebel adalah salah satu usaha yang prospektif. Namun usaha ini pun bukannya tanpa resiko. Kerugian bisa saja dirasakan bila kita memiliki strategi yang salah. Nah, untuk meminimalisir resiko usaha furniture ini, hendaknya kita melakukan kiat-kiat yang baik. Di antara berbagai kiat yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk lebih kreatif dalam produksi mebel. Caranya sederhana. Anda bisa mulai dengan mengenali dan menerapkan berbagai jenis warna finishing yang baik, mengenali jenis-jenis kayu dan segala potensinya, sampai update dengan trend desain furniture. Cara-cara ini akan membuat usaha mebel Anda tampak menonjol dibanding usaha mebel yang lain.

Nah, sekiranya itulah yang bisa kami sampaikan untuk meminimalisir resiko usaha mebel dari kerugian. Intinya, be creative dan jangan lupa, gunakan bahan-bahan berkualitas seperti BioCide!

SHARE

Leave a Reply