Produsen Pengawet Bambu BioCide Anti Kumbang Bubuk

Kumbang bubuk berupa hama perusak yang paling berbahaya bagi bambu. Untuk mengatasi masalh ini, perlu treatment khusus bambu seperti yang direkomendasikan produsen pengawet bambu BioCide.

Tanaman bambu sering juga mengalami gangguan hama penyakit. Namun, serangan ini biasanya kurang diperhatikan karena dapat dikatakan belum terlalu mengganggu pertumbuhan tanaman. Jenis gangguan yang sering dialami tanaman bambu adalah hama ulat, kumbang, bubuk atau hama dan rayap. Khusus untuk kumbang bubuk, tidak semua jenis bambu disukainya. Sebenarnya yang disukai oleh hama ini adalah zat pati yang terdapat dalam jaringan serat bambu. Setiap jenis bambu memiliki kandungan pati yang berbeda-beda. Sebagai contoh bambu ampel, lebih disukai hama bubuk karena kandungan patinya lebih tinggi daripada bambu betung, bambu wulung, atau bambu apus.

Produsen Pengawet Bambu BioCideKandungan pati umumnya tergantung musim, kandungan tertinggi ialah pada saat rebung muncul. Setelah itu, kandungan pati akan turun setelah rebung tumbuh. Pada umur 1 dan 2 tahun kandungan zat pati bambu tinggi. Pada umur lebih tua kandungannya lebih rendah, biasanya serangan kumbang bubuk lebih banyak dijumpai pada saat  rebung muncul dan tanaman masih berumur sekitar 1 – 2 tahun. Meskipun demikian, batang bambu yang sudah dipanen  dan sudah diolah menjadi bangunan atau mebel pun masih diserang.

Kumbang bubuk berupa hama perusak yang paling berbahaya bagi bambu. Hama ini menggerek sambil memakan jaringan bambu. Pengerekan dilakukan pada bekas potongan melintang batang, dinding bambu bagian dalam, atau bagian bambu yang pecah dan terluka. Luka pada batang ini dapat terjadi karena pemotongan cabang, pembelahan bambu, atau penghalusan ruas.

Kotoran serangga ini berupa serbuk dan diangkut sendiri keluar dari batang bambu. Lama kelamaan batang bambu akan berubah menjadi serbuk atau bubuk. Hal ini pula yang mendasari pemberian nama kumbang bubuk pada hama pengerek ini. Seandainya serangan hama tersebut ditemui biasanya hanya dilakukan tindakan manual yakni membunuh serangga pengganggu yang ditemui. Pada bambu yang dipanen dan diolah menjadi barang, perlu treatment khusus untuk menghilangkan kumbang ini, tujuannya menghindari kerugian berlebih. Perhatikan saran produsen pengawet bambu BioCide Berikut ini.

Pengawet Bambu Anti Kumbang Bubuk

Pengawetan dilakukan untuk memperpanjang masa pakai bambu. Pengawetan bambu secara modern, artinya menggunakan bahan kimia, untuk mengindari serangga perusak kayu. Agar sesuai dengan konsep green building, pengawetan bambu juga harus menggunakan pengawet yang ramah lingkungan juga. BioCide Insecticide adalah produk yang cocok, dapat larut dalam air sehingga relatif ramah lingkungan.

alterntif text

Produk BioCide Insecticide dapat menjadi referensi apabila Anda hendak mendirikan bangunan bambu. Berbahan aktif cypermethrine 100 EC, bahan ini dapat menjadi penangkal untuk menghilangkan rayap pada kayu bambu. BioCide  Insecticide didesain untuk mencegah serangan kumbang bubuk, teter, rayap, dan berbagai serangga hama lainnya.

Produk ini bersifat neurotoksik sehingga mampu bekerja sangat efektif. Aplikasi bahan ini mudah, murah, dan relatif aman bagi pekerja dibanding insektisida lain. Sebuah bahan kimia yang diformulasikan oleh pengawet bambu BioCide dengan kemampuan dan daya sebar luas.

Produsen Pengawet Bambu BioCideKemampuan Unik BioCide Insecticide

Kemampuan unik dari BioCide insecticide ini, tidak hanya pada masa pengolahan kayu. Lebih dari itu, juga dapat digunakan untuk pemeliharaan bangunan yang mengunakan kayu bambu sebagai kerangka kontruksi yang  bertujuan untuk mengantisipasi datangnya rayap tanah. Produk produsen pengawet bambu BioCide tersebut cukup di siramkan pada pojok-pojok lantai, kerangka bangunan dan dapat diaplikasian dengan system vakum tekan, spray, kuas, hingga rendam. Jika ingin mengaplikasikan produk ini, hubungi kami melalui wa & sms di 082 167 600 693.   .

Produsen Pengawet Bambu BioCide Anti Kumbang Bubuk

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply