Serangan Rayap di Perkebunan Kelapa Sawit

Bagaimana sebenarnya serangan rayap di perkebunan kelapa sawit? Rayap, sebagai hewan dari ordo Isoptera memang dikenal sebagai hama di berbagai tempat, baik di gedung bangunan maupun di perkebunan.

serangan rayap di perkebunan kelapa sawitSerangga ini menjadi ancaman serius di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Di dunia perkebunan dan pertanian sendiri, rayap sudah dikategorikan dalam kelompok hewan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman khususnya di area batang dan akar serta terbukti memiliki dampak negatif pada hasil panen.

Mengenal Serangan Rayap di Perkebunan Kelapa Sawit

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu jenis perkebunan yang sangat jamak ditemukan di Indonesia, khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Jenis rayap yang banyak ditemukan di wilayah tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yakni rayap dari sepsies Coptotermes Curvignathus Holmgren dan rayap dari kelompok Macrotermes Gilvus Hagen. Keduanya mampu menyerang batang, akar dan pelepah daun yang telah mati maupun yang masih hidup. Dengan demikian, dampaknya pada hasil panen sawit memang sangat signifikan.

Captotrmes Curvignathus Holmgren dan Macrotermes Gilvus Hagen

Coptotermes Curvignathus sawit
Coptotermes Curvignathus

Secara umum, kedua jenis rayap bisa menyerang jaringan tanaman sawit baik yang masih hidup dan yang sudah mati. Tapi tipe kerusakan yang diakibatkan agak terlihat berbeda. Coptotermes Curvignathus sering ditemukan menyebabkan kerusakan pada jaringan hidup baik di akar maupun organ. Sedangkan tumbangnya kelapa sawit lebih sering disebabkan oleh koloni Macrotermes Gilvus Hagen yang secara spesifik lebih sering menyerang akar sawit. Macrotermes Gilvus juga umum menyerang tanaman sawit muda berusia 2-3 tahun.

Waspadai Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut

serangan rayap di perkebunan kelapa sawitJenis perkebunan kelapa sawit yang paling beresiko terhadap serangan rayap adalah perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Lahan gambut sendiri adalah jenis lahan yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan setengah membusuk.

Mengapa lahan gambut sangat disukai rayap? Kondisi lembab dan melimpahnya material organik menjadi beberapa alasannya. Yang disayangkan, banyak lahan di wilayah Kalimantan dan Sumatra yang merupakan lahan gambut. Dengan demikian ancaman rayap pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia tergolong sangat tinggi.

Leave a Comment