Waspadai Kutu Kayu, Sinyal Kerusakan di Gedung dan Furniture

0
1158
kutu kayu (3)

Namanya woodlouse. Dalam Bahasa Indonesia, serangga ini disebut sebagai kutu kayu. Apakah serangga ini bisa merusak rumah, gedung perkantoran, dan furniture? Simak penjelasannya di bawah ini.

Dari berbagai serangga yang sering kedapatan menyerang kayu, rayap dan kumbang bubuk (teter) menempati urutan pertama. Keduanya sering ditemukan menyebabkan kerusakan pada berbagai produk manusia, baik itu elemen gedung ataupun komponen mebel. Tak heran, kebanyakan insektisida terdiri atas termisida dengan spektrum luas. Sebab ancaman terbesar yang dihadapi masyarakat memang kedua hama tersebut.

Tetapi bagaimana dengan kutu kayu? Pernahkah Anda mendengar nama hewan ini dan memahami apa bahayanya?

Dalam bahasa Inggris, serangga ini dinamai sebagai woodlouse (plural: woodlice). Serangga ini terdiri dari banyak spesies. Sebab, woodlouse hanya kategori serangga dalam subordo Oniscidea. Berikut ini klasifikasi ilmiah serangga tersebut.

  1. Kingdom: Animalia
  2. Filum: Euarthropoda
  3. Subfilum: Crustacea
  4. Kelas: Malacostraca
  5. Ordo: Isopoda
  6. Klad: Scutocoxifera
  7. Subordo: Oniscidea

kutu kayu (2)

Sebagaimana yang Anda lihat di atas, serangga ini diklasifikasi sampai tingkat subordo. Itu artinya, genus di bawah subordo tersebut termasuk sebagai woodlice juga. Keragaman kelompok serangga ini, dengan kata lain, bisa dibilang cukup besar.

Sejatinya Bukan Kutu

Yang unik dari serangga ini, adalah terlepas dari namanya yang mengandung kata ”kutu”, sejatinya ia bukanlah kutu. Oniscidea merupakan kelompok udang! Menarik sekali bukan? Pada klasifikasi ilmiah di atas, Anda bisa melihat sendiri bahwa subfilum serangga ini adalah Crustacea atau udang-udangan. Jadi, ia memang bukan kutu menurut ilmu Biologi. Penamaannya sebagai kutu hanya disebabkan penilaian orang awam yang melihat hewan ini serupa dengan kutu. Tetapi sekali lagi, kenyataannya, Oniscidea bukan kutu sama sekali.

Apakah Kutu Kayu Merupakan Hama?

Orang sering bertanya-tanya mengenai serangga ini. Sebab, Oniscidea memang merupakan fenomena serangga yang unik. Ia adalah udang-udangan, tetapi hidup di darat. Padahal, kita mengenal kelompok udang sebagai organisme yang hidup di air. Di kalangan masyarakat awam sendiri, serangga ini seolah jadi misteri. Orang tak yakin apakah kutu ini merupakan hama atau bukan. Bahkan bila sering melihatnya. Di desa-desa, misalnya, serangga ini secara umum tak banyak dipedulikan. Apalagi di perkotaan.

jenis kutu kayu

Anda yang hidup di area perkotaan, terutama perumahan mungkin malah jarang atau tak pernah melihatnya. Tetapi bagi yang suka berkebun atau melakukan aktivitas yang kontak dengan alam dan bahan organik, Oniscidea pastilah tidak asing lagi. Ia sering ditemukan di bawah pot dan benda-benda di area yang lembab. Begitu kita mengangkat benda tersebut, mereka langsung berlarian dengan cepat. Sekilas, bisa dikatakan bahwa serangga ini terlihat tak menyebabkan bahaya besar. Tetapi, apakah kutu kayu memang tidak menyebabkan bahaya?

Apakah kutu ini tidak merusak seperti rayap dan teter?

Secara umum, serangga ini memang berbeda dengan rayap dan teter. Woodlice bukan hama yang bisa menyebabkan kayu tergerogoti sebagaimana kedua kelompok organisme tersebut. Malah, bagi para penghobi kebun, sejatinya kehadiran serangga ini menguntungkan. Sebab, Oniscidae akan membantu proses dekomposisi pupuk. Sehingga hara dengan cepat akan terurai dan kemudian bisa diserap tanaman. Tanaman yang Anda tanam pun akan menjadi lebih subur berkat serangga ini.

Kutu Kayu sebagai Indikasi Kerusakan

rumah lembab

Meskipun, sebagaimana dijelaskan di atas, woodlice bukan hama sebagaimana rayap dan totor, akan tetapi keberadaannya tetap tidak bisa diabaikan. Tentunya, dalam jumlah yang banyak, serangga ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan di rumah. Apalagi ketika ia bersarang di bagian rumah yang sering ditempati.

Tetapi, kehadiran Oniscidae sejatinya memiliki arti yang lebih penting. Kehadirannya menandakan bahwa kondisi rumah, bangunan, atau furniture tidak ideal. Ingat, serangga ini merupakan kelompok yang menyukai tempat yang lembab. Ketika ia hadir di rumah, gedung, gudang, atau mebel Anda, berarti produk yang didekati tersebut memiliki kelembaban yang tidak ideal (meningkat). Sehingga seharusnya, keberadaan kutu kayu dijadikan sebagai warning.

Oniscidae bisa dijadikan warning atau peringatan atas kerusakan awal elemen kayu pada berbagai properti Anda. Ia bisa saja mengindikasikan:

  1. Serangan rayap
  2. Serangan jamur
  3. Serangan bakteri pembusuk
  4. Kelembaban yang tidak ideal

rayap (4)

Bila Anda, merasa bangunan atau mebel Anda baik-baik saja, tetapi ternyata serangga ini ditemukan di sekitarnya, cobalah untuk melakukan tindak lanjut. Untuk tips dan penjelasannya, simak di bawah ini.

Yang Perlu Kita Lakukan dengan Kehadiran Kutu Kayu

Identifikasi

Pertama, tentu Anda harus bisa mengidentifikasi dulu apa masalah yang sebenarnya terjadi. Apakah masalahnya karena kayu yang terlalu lembab karena paparan air? Atau ada masalah yang jauh lebih serius seperti serangan rayap dan jamur?

Bila Anda tak menemukan sumber masalahnya, coba cari lebih teliti di area yang tertutup. Misalnya, di belakang mebel, di bawah lantai kayu yang lembab, dan lain sejenisnya. Setelah itu, identifikasi seberapa parah kerusakan yang terjadi, serta apa faktor yang menyebabkan kerusakan tersebut. Tentukan apakah faktor perusaknya hanya satu atau sudah sangat kompleks.

Lakukan Penanganan dengan Tepat

Setelah Anda tahu masalahnya apa, lakukan penanganan dengan tepat. Kehadiran kutu kayu sendiri tak perlu begitu Anda risaukan. Yang utama adalah kehadiran hama yang menjadi kerusakan itu, baik itu rayap, teter, cacing, bakteri pembusuk, atau lainnya.

rumah lembab (2)

Untuk serangga, gunakanlah obat atau insektisida yang tepat. Rekomendasi kami adalah BioCide Insectide. Anti serangga ini merupakan anti serangga racun kontak lambung yang bisa bekerja dengan sangat efektif. Apalagi spektrum organisme target antiserangga ini juga sangat luas.

BioCide Insecticide bisa diterapkan dengan berbagai metode, mulai dari pengkuasan, penyemprotan, perendaman, dan vakum tekan. Ketika digunakan sebagai pembasmi rayap hingga teter sendiri, Anda bisa melakukan penyiraman pada area yang sudah rusak. Lakukan pemakaian menurut petunjuk yang tersedia di label. Pasti produk Anda akan kembali seperti sedia kala setelah ditreatment dengan baik.

Lakukan Pengendalian Hama dan Pencegahannya

BIOCIDE INSECTICIDEMembasmi serangan hama saja tentu tidak cukup. Anda toh tidak bisa menunggu hama-hama itu kembali menyerang, dan menunggu lagi berbagai jenis kutu kayu datang memberikan peringatan. Karena itu, setelah hama selesai dibasmi, jangan lupa untuk melakukan pencegahan lebih lanjut. Caranya? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  1. Mengganti bagian yang sudah rusak dengan kayu baru. Namun pastikan bahwa kayu baru yang digunakan ini sudah ditreatment terlebih dahulu menggunakan BioCide Insecticide.
  2. Aplikasikan cat atau bahan finishing. Pemakaian cat atau bahan finishing bisa membuat rayap ataupun teter ”kurang berselera” terhadap bagian kayu itu.
  3. Pastikan tidak ada paparan air yang membuat area menjadi lembab. Paparan air yang berlebihan akan menjadi pendorong berbagai hama untuk kembali menyerang.
  4. Pastikan tidak ada sampah yang menumpuk, terutama sampah organik yang kaya selulosa.
  5. Lakukan pembersihan secara berkala.
  6. Inspeksi secara teratur rumah dan mebel Anda. Jangan menunggu kehadiran kutu kayu lagi. Sebab, kehadiran serangga ini biasanya menandakan situasi yang sudah parah.
SHARE

Leave a Reply