Lebih Dekat Mengenal Lebah Carpenter

Terdapat berbagai jenis hama yang bisa menyebabkan kayu dan produk kayu mengalami kerusakan. Salah satu di antaranya adalah lebah carpenter. Ayo, kita simak seperti apa carpenter bee, potensi destruksinya, serta cara untuk mengatasi hama tersebut.

Bila ditanya mengenai apa yang membuat Indonesia menjadi tempat yang bagus untuk memulai usaha furniture jawabannya bisa beragam mulai dari ketersediaan sumber daya manusia sampai banyaknya jenis kayu yang bisa digunakan. Dan hal ini pun terbukti dengan sektor industry mebel yang telah membantu perekonomian Indonesia. Industri ini memberikan banyak manfaat untuk kas negara. Selain itu, industry ini pun mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sama sekali tidak sedikit. Orientasi pelaku usaha juga bukan sekadar pasar lokal, tapi juga sudah mencapai pasar internasional.

Namun demikian, tidak semuanya ideal di Indonesia. Salah satu yang bisa mengganggu usaha di industry mebel dan pengolahan kayu secara umum adalah banyaknya jenis hama. Padahal, sebagian besar kayu di Indonesia adalah kayu yang tak memiliki keawetan yang baik.

Kondisi tersebut diperparah dengan pelaku usaha yang masih kurang paham akan bahaya serangan hama. Padahal, bukan tak mungkin serangan hama tertentu bisa menyebabkan sebuah perusahaan mebel bangkrut.

Nah, salah satu hama yang perlu diwaspadai tapi jarang dikenal adalah lebah carpenter. Lebah ini juga sering mengganggu masyarakat di rumah-rumah mereka.

Apa itu Lebah Carpenter?

lebah carpenter tukang kayu

Kumbang hitam yang sekilas tampak seperti lebah madu ini bernama lebah carpenter atau lebah tukang kayu. Meski mirip dengan lebah madu, carpenter bee (istilah Bahasa Inggris untuk lebah carpenter) memiliki sifat sangat berlainan dengan lebah madu. Pertama, serangga ini tak hidup dalam koloni. Kebanyakan hidup secara soliter atau sendiri-sendiri. Kedua, lebah ini memiliki reputasi sebagai perusak kayu.

Ya! Selama ini kita mengenal lebah sebagai serangga kecil yang tidak mengganggu. Serangga mungil tersebut justru banyak disukai karena ia akan membantu penyerbukan, menghasilkan madu, dan tidak bersifat agresif. Namun hal ini sama sekali bukan sifat lebah carpenter atau carpenter bee. Justru karakter lebah carpenter banyak berkebalikan dengan lebah madu yang biasa kita kenal.

alterntif text

Klasifikasi Lebah Carpenter

Kelompok Carpenter Bee terdiri dari 500 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Namun semuanya termasuk dalam genus Xylocopa. Berikut ini klasifikasi Carpenter Bee.

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Arthropoda
  • Class: Insecta
  • Order: Hymenoptera
  • Suborder: Apocrita
  • Superfamily: Apoidea
  • Family: Apidae
  • Genus: Xylocopa

Karakteristik

Lebah ini memiliki ukuran yang cukup besar, tubuh hitam tampak berkilau, dan beberapa di antaranya memiliki tanda khusus warna kuning di bagian kepala. Seringkali tanda ini membuat carpenter bee dianggap sebagai lebah madu.

Kerusakan Akibat Lebah Carpenter

lubang carpenter bee

Lebah carpenter akan menggali lubang besar dalam substrat kayu untuk meletakkan telurnya. Lubang ini juga akan jadi sarang lebah dewasa untuk merawat larva dan mengumpulkan polen atau serbuk sari serta nektar yang jadi makanannya. Dari lubang yang awalnya sederhana, lama-kelamaan akan membentuk terowongan yang rumit. Jadi, meski lebah carpenter tak memakan kayu, sifatnya tetaplah sangat merusak. Jenis kayu yang biasa diserang sendiri beragam. Serangga ini ditemukan menyerang kayu perabot, kayu konstruksi, bambu, hingga kayu-kayu dari pepohonan yang sudah mati di hutan.

Bentuk lubang yang dihasilkan sendiri sangat unik. Ukuran lubang terlihat besar (sekitar 16 mm), dalam, dan bentuknya hampir bulat sempurna. Karakter khas lubang ini menjadi salah satu penanda keberadaan kumbang carpenter.

Cara lebah ini menggali dan membangun sarangnya juga tergolong unik. Carpenter bee akan memangkas kayu dengan mandibulanya. Serpih-serpih kayu selanjutnya digunakan sebagai “tembok” pembatas antar tempat-tempat yang ia gunakan. Misal pembatas tempat larva dengan gudang penyimpanan nektar dan polen.

2 Jenis Kerusakan Akibat Lebah Carpenter

Secara umum kerusakan yang ditmbulkan oleh lebah ini bisa dibagi menjadi dua. Keduanya adalah:

Kerusakan Estetis

Kerusakan estetis atau keindahan terkait dengan kerusakan yang membuat kayu atau produk kayu menjadi tidak menarik. Terbentuknya lubang di kayu, misalnya, meski tidak merusak kayu secara keseluruhan jelas membuat produk kayu tampak jelek. Padahal, banyak produk kayu yang dianggap bernilai tinggi karena dianggap memiliki keindahan yang baik. Apalagi produk seperti wooden craft yang ditujukan untuk pasar ekspor. Harga produk seperti itu juga pastilah sangat mahal. Dengan demikian, serangan sekecil apapun sama sekali tidak bisa ditoleransi.

Kerusakan Struktural

Bila dibiarkan secara menahun, lebah carpenter akan menyebabkan kerusakan yang parah. Kayu atau produk kayu bisa rapuh sehingga tidak kokoh lagi. Bila demikian, kayu dan produk kayu tidak bisa menahan beban yang berat. Apabila kayu dipakai sebagai rangka mebel dan bangunan, tentu hal itu membahayakan masyarakat.

Tingkat kerusakan juga bisa bertambah ketika serangan lebah carpenter dibarengi atau diikuti oleh serangan hama lainnya. Umumnya, pembukaan lubang yang mereka lakukan menyebabkan substrat kayu terekspos. Hama jamur, hama rayap, dan berbagai hama lainnya pun bisa menyerang sehingga menyebabkan kerusakan structural yang jauh lebih parah.

Tak ingin kedua hal tersebut terjadi, bukan? Maka kita harus mengatasinya dengan tepat.

Cara Mengatasi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serangan carpenter bee. Yang paling basic atau sederhaan adalah meminimalisir kondisi yang membuat lebah tersebut menyukai kayu. Perawatan pada produk kayu harus dilakukan, demikian juga dengan maintenance pada ruangan penyimpanan produk tersebut. Aplikasi finishing juga akan memberikan perlindungan lebih karena secara umum, lebah menyukai kayu yang tak difinish dibanding kayu yang difinish. Namun demikian, cara paling penting dalam mengatasi dan mencegah serangan hama ini adalah dengan menerapkan treatment pengawetan.

Pengawetan dilakukan dengan meresapkan insektisida pada substrat kayu. Akan tetapi, insektisda atau pestisida yang digunakan haruslah pestisida racun kontak. Sebab, serangga ini tidak memakan substrat kayu sehingga penggunaan anti serangga racun lambung tak begitu efektif.

Insektsida yang kami rekomendasikan untuk mengatasi sekaligus mencegah serangga ini adalah BioCide Insecticide. BioCide Insecticide adalah racun kontak syaraf yag dapat segera membasmi serangga targetnya begitu terjadi kontak. Penggunaan BioCide Insecticide akan membuat kayu dan perabot kayu Anda senantiasa tahan lama.

Cara Menggunakan BioCide Insecticide

  1. Dengan cara mengoleskan larutan BioCide Insecticide pada kayu yang belum difinish
  2. Mencelupkan kayu pada larutan BioCide Insecticide
  3. Merendam kayu dalam larutan BioCide Insecticide, baik perendaman manual atau dengan mesin vakum tekan.

Cara-cara tersebut diaplikasikan sesuai dengan tahapan proses pengolahan kayu. Sebagai contoh, untuk kayu yang baru ditebang, kita bisa mengolesi bagian penebangannya dengan BioCide ala kadarnya. Nanti setelah kayu dipotong, barulah diterapkan treatment yang lebih baik (perendaman). Adapun bagi pelaku usaha mebel yang ingin mengawetkan kayunya lagi, pengolesan dan pencelupan bisa dilakukan.

BIOCIDE INSECTICIDE

Keunggulan BioCide Insecticide

Saran kami untuk menggunakan BioCide Insecticide bukan tanpa alasan. Secara umum, insektisida ini menawarkan banyak kelebihan yang tak dimiliki insektisida yang lain. Misalnya saja dari segi hasil pengawetan yang lebih tahan lama, dan juga menyeluruh. BioCide akan melindungi kayu sampai puluhan tahun dari serangan berbagai tipe hama mulai dari rayap sampai lebah carpenter.

Kedua, dari segi penggunaan, insektisida ini bisa diterapkan dengan berbagai metode. Ongkos untuk penggunaannya juga terjangkau. Apalagi kemasan BioCide Insecticide didesain dalam konsentrasi tinggi sehingga membuatnya sangat hemat untuk dilakukan.

Bagaimana dengan efeknya pada kayu? Tenang, berbeda dengan solvent based pesticide, BioCide tidak menyebabkan bau pada kayu atau permukaan yang sulit dicat. Penggunaannya pun jauh lebih aman dilakukan.

Prosedur Pembelian BioCide Bisa Dilakukan secara Daring

Insektisida BioCide Insecticide merupakan insektisida yang mudah untuk diaplikasikan dan memiliki berbagai kelebihan yang lain. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk membeli insektisida ini, Anda bisa membeli di Bio Servcie Point. Atau, bila lokasi Anda jauh dari Bio Service Point di Yogyakarta, Jepara, dan Cirebon, Anda juga bisa lho membeli secara daring.

Membli BioCide secara daring pun mudah saja dilakukan. Mau membeli lewat Tokopedia, Bukalapak, dan marketplace lainnya? Bisa! Anda tinggal mencari produk BioCide Insecticide di berbagai toko online tersebut. Selain itu, pembelian juga bisa dilakukan di antiserangga.com. Hubungi saja CS kami lewat kontak Customer Service yang tertera di website ini. CS kami pasti akan memandu Anda untuk membeli BioCide dengan ramah dan profesional.

Simpulan

Kita telah membahas salah satu jenis hama yang paling jarang dikenal orang. Ya, lebah carpenter meski bisa menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit pada kenyataannya sangat destruktif. Dan oleh sebab itulah hama ini perlu diantisipasi. Lebah carpenter bisa merusak estetika sampai struktur produk kayu baik itu furniture, kerajinan, hingga kayu konstruksi bangunan.

Maka dari itu, aplikasi BioCide Insecticide sangat direkomendasikan. Bukan saja BioCide efektif mencegah serangan lebah carpenter, insektisida ini juga hadir dengan berbagai kelebihan lainnya. Insektisida ini murah, lebih aman digunakan, hemat, tidak menyebabkan karat, dan juga tidak membuat kayu jadi sulit dicat.

Semoga informasi ini bermanfaat ya untuk Anda.

Lebih Dekat Mengenal Lebah Carpenter

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply