Dampak, Penyebab, dan Tips Atasi Kutu Busuk

Hampir semua negara di dunia memiliki masalah dengan kutu busuk. Serangga ini mempunyai tingkat infestasi sangat tinggi dengan jumlah anakan begitu banyak. Bagaimana cara mengatasinya?

Secara keseluruhan organisme di dunia ini bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok mamalia, ikan, reptil, hingga amfibi. Selain itu ada pula golongan serangga yang meski kecil tapi merupakan kelompok yang sangat signifikan.

Malah bisa dibilang bahwa serangga merupakan kelompok organisme terbesar di dunia ini. Serangga atau insekta hidup di berbagai belahan dunia dari dasar lautan hingga di gunung-gunung. Secara umum, serangga bisa dicirikan dengan keberadaan kerangka luar. Maksudnya, bila rangka manusia dan organisme lainnya diselubungi daging dan kulit, tidak demikian dengan serangga. Justru, daging serangga berada di bagian dalam rangka luarnya.

Di ekosistem, serangga memiliki peran yang sangat banyak. Beberapa spesies serangga menjadi pemakan organisme yang lain, sedangkan yang lain memakan madu dan zat dari tumbuhan. Adapun serangga seperti rayap dan semut sering ditemukan mengurai benda-benda organik sisa. Misalnya batang pohon yang tumbang yang menjadi santapan rayap-rayap.

Ya, secara umum serangga memiliki peran besar dalam kehidupan kita. Beberapa bahkan bisa mendatangkan keuntungan secara materiil seperti lebah madu. Tidak hanya mampu menghasilkan madu yang kemudian dimanfaatkan manusia, lebah madu pun berperan dalam proses polinasi berbagai tumbuhan. Munculnya buah yang terjadi akibat polinasi lebah adalah hal yang lumrah di alam dan patut disyukuri. Akan tetapi, banyak pula golongan insekta yang menyebabkan kerugian. Misalnya saja kutu busuk.

Apa itu Kutu Busuk?

kutu-busuk

Sering dinamai sebagai “bangsat”, kepinding, dan tinggi, kutu busuk merupakan salah satu parasit dengan jumlah infeksi terbesar di dunia. Bayangkan saja, kutu busuk betina bisa bertelur hingga 200 butir dengan rentang 3-4 butir setiap harinya. Serangga ini dikenal sebagai parasit yang untuk mendapatkan energinya harus menghisap darah hewan berdarah panas seperti manusia.

Umumnya, serangga ini hidup pada kasur. Namun tak jarang juga insekta tersebut ditemukan di sofa kendaraan seperti bus. Aktivitas hidupnya dihabiskan pada tempat tersebut, termasuk saat bertelur. Yang unik, gigitan tinggi kerap kali tak langsung disadari korbannya. Namun bekas gigitan akan segera nampak bentol dengan sensasi panas. Kadangkala, gigitannya juga bisa menyebabkan penyakit ruam dan alergi pada korban tertentu.

alterntif text

Dampak Serangan

Dampak utama serangan gigitan kutu kasur adalah bentol-bentol dan perasaan gatal panas yang diderita korbannya. Pada beberapa kasus, gigitan ini bisa menyebabkan reaksi lebih parah seperti eksim dan alergi. Perasaan tidak nyaman saat tidur juga akan terjadi yang menyebabkan kualitas tidur berkurang. Apalagi serangga ini juga memiliki bau menyengat sehingga menyebabkan kondisi ruangan semakin tidak nyaman.

Apakah serangga ini bisa mengakibatkan terjadinya penularan penyakit? Bisa jadi. Tetapi hingga saat ini bukti untuk mendukungnya masih sangat sedikit.

Penyebab

Hadirnya kutu busuk di rumah bisa dikarenakan oleh beberapa faktor. Namun biasanya, paparan saat kita berada di tempat yang sudah diserang hama ini menjadi alasan utama. Misalnya saat kita menginap di hotel-hotel yang sofa dan tempat tidurnya dihuni serangga tersebut. Namun penyebaran tinggi oleh aktivitasnya sendiri pun bisa terjadi. Terutama bila Anda bertetangga dengan rumah yang sudah diinfestasi, maka jangan heran kalau rumah Anda yang berikutnya menjadi “korban”.

Dari sini, ada baiknya kita mulai lebih hati-hati dalam bertindak. Termasuk apabila rumah kita sudah diserang serangga ini. Jangan menularkannya ke rumah lain. Misalnya dengan tidak memindahkan baju-baju kita ke rumah lain tersebut.

Sedikit Tips Atasi Kutu Busuk

Untuk mengatasi kepinding, banyak cara yang bisa kita upayakan. Salah satunya dengan menciptakan lingkungan rumah yang antikutu. Upaya tersebut bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan permethrin pada tempat tidur yang terserang maupun belum terserang. Rendam sprei hingga sarung bantal dalam larutan permethrin. Dengan cara ini, Anda telah menurunkan potensi serangan kutu busuk secara signifikan. Mengenai pembahasan detilnya, akan kami kupas secara khusus pada artikel selanjutnya. Jadi simak terus update artikel dari kami ya.

Menjaga Kelembaban dan Kebersihan untuk Cegah Kutu Busuk

Selain tips yang disebut di atas, sebetulnya ada tips yang lebih sederhana dan justru memberikan manfaat banyak. Mudah saja, apabila Anda ingin kutu busuk pergi, maka kebersihan dan kelembaban udara harus diatur sedemikian rupa. Untuk menjaga kebersihan, rasanya yang perlu dilakukan pun lumrah saja. Kita hanya perlu melakukan pembersihan secara berkala. Bagi pengelola hotel dan tempat penginapan, pembersihan menyeluruh wajib dilakukan selepas tamu pergi.

Kenapa ini penting? Kebanyakan infestasi kutu busuk terjadi akibat seseorang membawanya dari transportasi umum seperti bus, taksi, kereta, dan lain sebagainya. Sehingga ketika orang terkait menginap di hotel kita, kutu busuk pun akan ikut menyebar. Mulanya memang hanya di satu ruangan, tapi bila tidak dibersihkan secara menyeluruh, kutu busuk akan menyebar ke berbagai ruangan yang lainnya.

Bagaimana dengan aspek kelembaban?

Secara umum, kutu busuk amat menyukai kondisi yang lembab. Apalagi bila ia bisa menemukan daerah lembut yang lembab, misalnya di tumpukan baju dan selimut. Kutu busuk akan berkembang dengan pesat pada lingkungan seperti itu.

Untuk menjaga kelembaban udara dalam ruangan ada beberapa kiat yang bisa dilakukan. Namun sekadar menjaga ventilasi udara terbuka saja sama sekali tidak cukup. Apalagi untuk pengelolaan tempat penginapan seperti homestay, villa, guesthouse, hostel, hotel, dan lain sebagainya.

Desiccant Pole Bisa Menjadi Solusi

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kelembaban udara rendah? Tenang Anda bisa memanfaatkan container desiccant pole.

Apa itu container desiccant pole? Secara umum, container desiccant adalah alat untuk menurunkan kelembaban udara dalam rangan. Alat ini bekerja dengan cara menyerap molekul air yang berada di udara. Terdapat zat sensitive pada alat tersebut yang membuatnya dengan cepat menyerap molekul H2O atau air.

Container desiccant banyak digunakan oleh pelaku usaha yang ingin mengirimkan produknya lewat container. Dengan produk ini, produk yang terdapat pada container tidak akan mengalami kerusakan akibat tingginya kelembaban. Termasuk, kerusakan yang disebabkan oleh serangan jamur yang terjadi karena humiditas yang tinggi.

Di gedung bangunan, container desiccant juga bisa diandalkan. Cara penggunaannya pun sangat mudah. Anda hanya perlu menggantungkannya saja, dan menggantinya secara berkala. Sebab tiap container desiccant akan mengalami titik jenuh ketika sudah menyerap terlalu banyak air sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Sebetulnya, penggunaan container dessicant tidak akan membasmi kutu busuk secara langsung. Hanya saja, dengan alat ini, kondisi ruangan menjadi tidak ideal bagi kutu busuk. Selain itu, ternyata penggunaan container desiccant juga bisa mencegah serangan hama yang lain seperti jamur, rayap, hingga kumbang bubuk. Sangat menarik, bukan?

Kelembaban yang Terjaga Bisa Cegah Hama lainnya

Kenapa penggunaan container desiccant bisa mencegah hama lainnya? Sebetulnya jawabannya sama dengan bagaimana container desiccant bisa menekan jumlah kutu busuk.

Sebagai contoh pada jamur. Spora jamur sebetulnya tersebar di mana-mana. Iklim Indonesia yang tropis membuat spora jamur terdapat begitu banyak di negeri ini. Namun spora-spora ini tidak akan tumbuh begitu saja. Kebanyakan spora tidak akan tumbuh pada sembarang kondisi. Dibutuhkan tempat dan kondisi yang ideal di mana jamur akan tumbuh. Salah satu faktor yang membuat spora jamur tumbuh adalah humiditas atau adanya molekul air di udara dalam jumlah banyak. Spora akan menangkan molekul air tersebut, kemudian berkecambah di permukaan tertentu pada suatu ruangan.

Makin lama, jamur akan tumbuh semakin banyak. Hal ini juga berlaku pada hama yang lain seperti lumut dan raya. Rayap sendiri kadang memanfaatkan kayu yang sudah diserang jamur dan lumut terlebih dahulu. Organisme itu akan menambah kerusakan yang sudah disebabkan oleh jamur dan juga lumut.

Beli Desiccant Pole di Antiserangga.com

Antiserangga.com menyediakan desiccant pole yang bisa Anda gunakan. Segera hubungi kami untuk mendapatkan produk ini dan nikmati berbagai keunggulannya. Pembelian bisa dilakukan dengan cara yang sangat mudah. Pertama, Anda bisa membeli secara online. Caranya, hubungi CS kami via kontak yang disediakan. Anda bisa menghubungi lewat kontak WA, telepon ataupun email. Prosedur pembelian secara online mudah dilakukan dan pada dasarnya tak berbeda dengan pembelian secara online yang lain. Biaya atau harga total yang harus dibayar sendiri mencakup harga produk dengan ditambah biaya pengiriman.

Selain itu, tentu saja Anda juga bisa melakukan pembelian secara langsung. Untuk opsi ini, ada dua cara yang bisa Anda pilih. Pertama, membeli di Bio Service Point. Bagi Anda yang tinggal di Yogyakarta, Jepara, dan Cirebon, kami rekomendasikan untuk langsung saja bertandang ke tempat kami di Bio Service Point. Nanti, Anda akan dilayani secara langsung oleh CS kami. Dan, bila perlu teknisi kami pun bisa membantu Anda. Cara kedua bisa dilakukan dengan membeli di agen kami. Beberapa agen kami telah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Nah, kurang lebih, itulah yang bisa disimpulkan pada pembahasan kali ini. Pada intinya, serangga merupakan organisme yang penting di dunia ini. Hanya saja, banyak serangga yang justru menyebabkan kerugian di sana-sini. Salah satunya adalah kutu busuk. Selain menyebabkan ketidaknyamanan saat tidur, kutu busuk bisa membuat sebuah tempat penginapan menjadi bangkrut. Oleh sebab itu, perlu antisipasi menangani hama ini. Beberapa cara bisa dilakukan, dan salah satu yang mudah dilakukan adalah dengan memanfaatkan container desiccant. Penggunaan container desiccant selain bisa meminimalisir kutu busuk juga bisa menekan pertumbuhan jamur, lumut, dan kedatangan rayap.

Dampak, Penyebab, dan Tips Atasi Kutu Busuk

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply