Fakta-fakta Mengejutkan mengenai Pengawetan Kayu

10 Fakta Mengejutkan mengenai Pengawetan Kayu

Kayu yang Diawetkan Bisa Bertahan sampai Ratusan Tahun

Ya! Pengawetan kayu bisa meningkatkan usia pakai kayu dengan nilai yang sangat signifikan. Treatment pengawetan yang baik rata-rata bisa membuat produk kayu bertahan 5 sampai 10 kali lipat dari usia pakai normalnya. Bahkan, beberapa treatment pengawetan yang benar-benar bagus bisa membuat produk kayu bertahan sampai ratusan tahun. Namun tentu saja peningkatan usia pakai kayu ini ditentukan beberapa faktor, antara lain:

  1. Faktor metode. Faktor metode mencakup efektivitas metode yang dipakai, kecanggihan alat dan bahan yang digunakan, sampai lama proses pengawetan
  2. Faktor bahan pengawet. Faktor ini mencakup penetrasi bahan pengawet, retensi bahan pengawet, dan juga kelengkapan perlindungan yang diberikan oleh bahan pengawet.
  3. Faktor kayu. Tiap spesies kayu memiliki sifat sendiri-sendiri yang perlu diperhatikan ketika kita ingin menerapkan pengawetan. Selain karakter per spesies, kondisi tiap potongan kayu seperti kelembaban dan usia pohonnya pun perlu dicermati.

Bahan Pengawet yang Beragam

Terdapat sangat banyak golongan bahan pengawet. Dari segi hama yang hendak ditangkal, kita bisa bedakan bahan pengawet menjadi:

  1. Antijamur atau fungisida yang fungsinya untuk menangkal atau mengantisipasi serangan jamur
  2. Antibakteri atau bakterisida untuk menangkal serangan bakteri pembusuk kayu
  3. Antilumut yang biasanya diperlukan pada mebel outdoor di area lembab di mana serangan lumut sangat mungkin terjadi
  4. Insektisida yakni antiserangga secara umum yang bisa digunakan untuk mencegah hama serangga kayu seperti rayap sampai teter
  5. Insektisida khusus, beberapa produk insektisida didesain untuk menangkal hama serangga khusus saja. Misalnya termisida yang digunakan khusus untuk anti rayap dan antisida untuk menangkal serangan semut.
obat-pengawet-kayu-tahun-2017
Obat pengawet BioCide

Perlu diketahui, bahwa sifat bahan pengawet yang utama adalah untuk mencegah serangan hama. Bahan pengawet tidak didesain untuk membasmi hama. Meski ada bahan pengawet yang bisa dipakai untuk membasmi hama, tapi ada juga bahan pengawet yang hanya bisa dipakai untuk treatment pencegahan saja.

Pengawetan Tidak Selalu Rumit Dilakukan

Banyak yang mengira bahwa usaha pengawetan kayu membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang lama, sampai peralatan yang canggih. Padahal, treatment seperti ini tidak selalu harus dilakukan dengan rumit lho. Beberapa treatment pengawetan bisa dilakukan dengan mudah, misalnya yang dilakukan dengan cara:

  1. Penguasan. Biasanya cara ini dilakukan sebagai antisipasi hama sementara pasca kayu ditebang
  2. Pencelupan. Treatment ini bisa dilakukan oleh para pengusaha mebel sampai kerajinan
mengenai pengawetan kayu

Memang, ada treatment pengawetan yang membutuhkan perlengkapan canggih, yang dengan metode vakum tekan. Tapi opsi cara-cara pengawetan sangat banyak jadi, kita bisa selalu menyesuaikan dengan alat, bahan, serta tenaga yang tersedia.

Pengawetan Sudah Dilakukan Sejak Zaman Dulu Kala!

Ya! Fakta mengenai pengawetan kayu selanjutnya adalah mengenai sejarah treatment ini. Usaha membuat kayu lebih tahan lama dan tahan hama telah dilakukan manusia sejak zaman dahulu kala. Sebelum mengenal bahan-bahan pengawet, nenek moyang kita kerap merendam kayu dalam lumpur atau sungai dalam waktu lama. Perendaman ini akan membuat sel-sel kayu menjadi asam sehingga tidak disukai rayap, jamur, dan teter.

Ketika bahan-bahan berbasis minyak ditemukan (misalnya oli), manusia pun menggunakannya pada kayu. Penggunaan oli mampu membuat kayu jadi tahan jamur meski dampaknya kayu jadi berbau menyengat dan tidak bisa dicat.

Nah, di era modern seperti sekarang ini, pengawetan memanfaatkan bahan yang lebih baik lagi. Misalnya saja antiserangga BioCide Insecticide yang kami sediakan di situs ini. Tidak seperti oli, BioCide Insecticide memungkinkan kayu tetap bisa dicat. Jadi, penggunaannya sangat cocok dengan tuntutan industri woodworking yang lebih modern. (Bagi Anda yang membutuhkan pengawet kayu modern untuk perlindungan rayap dan teter, sila hubungi CS kami lebih lanjut).

Indonesia sudah Punya BioCide Insecticide!

Kata siapa di Indonesia tidak ada produk pengawet yang bagus? Sebagaimana dijelaskan di atas, untuk proses dan hasil pengawetan yang baik, kita di Indonesia sudah bisa mengandalkan insektisida BioCide Insecticide.

BIOCIDE INSECTICIDE

BioCide Insecticide menggunakan bahan aktif cypermethrin 100 EC. BioCide mampu memberikan perlindungan yang maksimal, tahan lama, dan bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau. Produk ini disediakan Bio Industries khusus untuk mendukung industri woodworking nasional agar bisa lebih maju.

Pengawetan Bersifat Justru Menjaga Kelestarian Alam

Karena di zaman ini pengawetan dilakukan dengan bahan berbasis minyak atau kimia, beberapa pihak menuduh bahwa treatment pengawetan merusak alam. Kami di antiserangga.com tidak menampik bahwa usaha pengawetan memang bisa mencemari alam apabila metode yang diterapkan tidak hati-hati. Tapi tahukah Anda bahwa di sisi yang lain, usaha seperti ini justru bisa melindungi kayu dari penebangan liar?

Masa pakai kayu di Indonesia sangat rendah kecuali untuk kayu premium seperti jati dan ulin. Pendeknya masa pakai kayu ini membuat permintaan kayu baru di pasaran sangat tinggi. Bila ini dibiarkan secara terus-menerus, tingkat penebangan akan meningkat. Dan bukan tidak mungkin penebangan liar akan terjadi. Oleh sebab itulah diperlukan peningkatan masa pakai kayu sehingga demand kayu di pasaran tidak begitu tinggi.

Pengawetan Kayu dengan Oil Based Preservative Membuat Kayu Tak Bisa Dicat

Sama seperti cat, bahan pengawet juga bisa dibagi menjadi dua, yakni bahan pengawet berbasis minyak dan bahan pengawet berbasis air. Fakta mengenai pengawetan kayu ini seringkali tidak disadari orang-orang. Dan yang tak kalah menarik, dampak penggunaan bahan pengawet ini berbeda satu sama lain. Namun yang sangat perlu diketahui adalah efek pengawet oil based atau berbasis minyak pada proses finishing. Banyak bahan preservatif kayu berbasis minyak yang membuat permukaan kayu jadi sangat sulit atau bahkan tidak bisa dicat sama sekali.

Kerugian Akibat Tidak Diawetkan Kayu Mencapai Triliunan per Tahun

Tahukah Anda bahwa:

  1. 85% kayu di Indonesia tergolong kayu dalam kelas awet III, IV, dan V?
  2. Kesadaran dilakukannya pengawetan kayu masih rendah

Hal ini menyebabkan kerugian yang bila ditotal secara nasional bisa mencapai angka triliunan. Oleh sebab itulah, treatment pengawetan sangat dianjurkan untuk dilakukan, bukan semata-mata untuk keuntungan satu dua orang, namun untuk memperkuat industri perkayuan dalam negeri.

Indonesia Darurat Pengawetan Kayu

Seperti dijelaskan pada poin di sebelumnya, bisa dikatakan bahwa Indonesia mengalami “darurat pengawetan kayu.” Apalagi di era di mana pasar makin terbuka untuk produk impor. Banjir produk dari Malaysia, China, dan negara lainnya bisa menurunkan omset pelaku usaha perkayuan lokal apabila tidak diantisipasi sedini mungkin. Antisipasi perlu dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk tanpa menaikkan harga secara berlebihan. Dengan demikian, masyarakat tetap akan setia dengan produk kayu asal Indonesia.

Nah, kiranya itulah kesepuluh fakta mengejutkan mengenai pengawetan kayu. Semoga bermanfaat ya!

Leave a Comment