6 Tips Membuat Kursi Goyang Anak

Kursi goyang anak anak adalah salah satu jenis furniture yang dalam pembuatannya perlu penanganan khusus. Sebab bagaimana pun juga anak berbeda dengan orang dewasa. Ada hal-hal yang harus diperhatikan agar produk disukai pasar.

6 Tips Membuat Kursi Goyang Anak

1. Keamanan Anak adalah Prioritas

Bagi orangtua, anak adalah segalanya. Mereka akan memberikan yang terbaik untuk buah hati, sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Pandangan seperti ini pun mesti dipahami juga oleh para penyedia mebel anak. Dalam hal ini, perlu sekali untuk mengutamakan aspek keamanan.

Keamanan suatu produk ditandai dengan tidak berbahayanya produk tersebut bagi pengguna. Beberapa hal yang perlu diperhatikan para penmbuat mainan anak, di antaranya:

  1. Memastikan produk terbuat dari bahan yang tidak menggores atau membuat gatal pengguna
  2. Memastikan produk tidak mudah berkarat
  3. Memastikan produk kokoh sehingga bisa menampung beban pengguna
  4. Memastikan produk aman secara elektrik sekiranya kursi tersebut dialiri listrik
  5. Memastikan produk tidak menggunakan zat kimia berbahaya yang bisa masuk ke tubuh pengguna

2. Rotan atau Kayu?

Kedua bahan ini memiliki potensi besar untuk sama-sama dimanfaatkan dalam pembuatan kursi goyang anak. Namun, keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Kayu memiliki kelebihan karena koko. Dalam proses pembuatannya kayu juga mudah dicat serta dibentuk pola ukiran yang indah. Namun, material ini memiliki tampilan mebel yang “umum.”

Di sisi lain, rotan adalah material yang cukup fleksibel sehingga bisa membuat kursi goyang lebih estetik dengan penganyaman. Kekurangan material ini terletak pada proses pembuatannya yang tak semua pengrajin bisa menanganinya. Selain itu, anyaman rotan lebih sulit dicat dibanding kayu (memerlukan spray gun).

alterntif text

          Baca Juga: Inspirasi 7 Model Kursi Teras Rotan Paling Bagus

Bagaimana dengan memadukan keduanya? Tentu saja bisa. Lagipula, sudah banyak furnitur yang dibuat dari kombinasi bahan rotan sekaligus kayu.

3. Kursi Biasa vs Kursi Goyang Anak Elektrik

Saat ini telah tersedia kursi goyang elektrik. Kursi tersebut menggunakan baterai atau memafaatkan daya dari aliran listrik. Alhasil, kursi tak perlu digerakkan secara manual dan bisa bergoyang-goyang sendiri.

Inovasi kursi goyang anak listrik tentu perlu dipertimbangkan bagi para pembuat kursi goyang anak. Sebab, saat ini  banyak orangtua anak sama-sama bekerja dan memiliki kesibukan yang agak tinggi.

Bila targetnya adalah masyarakat urban, mungkin sebaiknya para pengrajin membuat kursi elektrik. Beda lagi bila targetnya adalah masyarakat pinggiran dan pedesaan. Barangkali, kursi goyang yang manual yang masih menjadi pilihan.

4. Desain yang Edukatif

Anak masih dalam tahap perkembangan yang krusial. Pada usia tersebut, mereka akan menyerap berbagai hal dari lingkungannya untuk dipelajari. Penting bagi orang dewasa untuk memberikan stimulus yang tepat bagi si kecil.

kursi goyang anak

Dalam hal ini, kursi goyang anak sebaiknya didesain dengan tampilan yang edukatif. Eits, tentu maksudnya bukan dengan menuliskan rumus-rumus fisika di kursi ya. Anak yang masih menyukai kursi seperti ini bukanlah anak yang sudah sekolah tinggi. Mereka masih di bawah 10 tahun atau malah masih balita. Nah, memanfaatkan usia yang masih dalam masa pertumbuhan tersebut, ada baiknya kursi anak,

  1. Dicat dengan lebih dari 1 warna, termasuk bagian dalam kursi sehingga anak bisa belajar tentang warna yang berbeda. Pilih warna solid yang cerah (merah, kuning, hijau, dan lain-lain) serta bukan warna natural monoton.
  2. Digambari dengan pola-pola yang sederhana namun menarik seperti gambar bunga, bola, kotak, bintang, smiley, boneka, hingga daun.
  3. Dipasangi dengan cantelan di bagian atas sehingga orangtua bisa menempatkan mainan gantungan untuk anak mereka. Atau bisa juga ditambahkan keranjang di bagian samping.

5. Agar Kursi Goyang Anak Tak Mudah Rusak

Aspek ini bukan hanya penting diperhatikan untuk konsumen. Sebagai produsen pun, keawetan produk harus jadi perhatian penting.

Keawetan atau ketahanan produk kursi goyang anak sendiri mengacu pada berbagai hal. Namun, yang paling penting adalah ketahanannya pada hama rayap dan teter. Kedua hama tersebut bisa menyebabkan kerusakan serius baik ketika produk sampai di tangan konsumen atau ketika produk masih dalam alur produksi, misalnya sebelum dijual, perlu menyimpan produk jadi di gudang.

Manajemen gudang penyimpanan Anda buruk dan kebersihan gudang yang tidak baik akan menyebabkan hama menyerang produk yang disimpan di dalamnya, termasuk mainan dan kursi anak.

Alhasil, 1% dari produk Anda terserang rayap sebelum dijual. Rugi? Sudah pasti. Oleh karena itulah, ancaman hama harus benar-benar dicegah dengan cara:

  1. Menggunakan kayu yang cukup tua dan kualitasnya baik
  2. Menerapkan treatment pengawetan antirayap dengan BioCide Insecticide.
  3. Menggunakan cat yang bagus dan bila perlu memiliki keunggulan antitermite

Dengan ketiga cara tersebut, serangan rayap akan benar-benar bisa diminimalisir.

6. Harga Kursi Goyang Anak

Harga produk ini sangatlah beragam. Anda bisa memperoleh produk kursi goyang khusus anak mulai dari harga Rp75.000 hingga yang jutaan rupiah. Namun demikian, di toko-toko mebel biasa, rentang harganya umumnya berkisar di antara Rp100.000 hingga Rp700.000.

Sebagai produsen, Anda jelas harus bisa menetapkan harga dengan tepat. Harga harus disesuaikan dengan spesifikasi serta target pasar Anda.

6 Tips Membuat Kursi Goyang Anak

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply