Larva Kumbang Tanduk, Hama Bukan, ya?

Banyak di antara kita yang mungkin bertanya, apakah larva kumbang tanduk adalah hama? Atau bukan? Apa yang mestinya kita lakukan terhadap hama ini?

Di antiserangga.com, telah banyak dibahas mengenai rayap sekaligus kumbang bubuk. Kedua organisme ini bisa menjadi hama pada banyak industri, mulai dari industri kayu, konstruksi, sampai industri kerajinan. Tapi di luar rayap dan kumbang bubuk, jelas masih ada serangga lainnya yang diduga merugikan. Misalnya saja kumbang bubuk tanduk. Bagi Anda yang bekerja di industri pertanian dan perkebunan, pengetahuan akan hama ini sangatlah penting. Selain mengenai apakah hama ini destruktif atau tidak, tentunya kita juga perlu tahu mengenai karakteristik yang lain. Nah, kali ini, antiserangga.com akan membahas kumbang tanduk sejak awal.

Pengertian Kumbang Tanduk

Apa itu kumbang tanduk? Memiliki bentuk yang unik, kumbang tanduk atau Oryctes rhinocerus adalah spesies serangga kumbang yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Bahkan kumbang seperti ini juga ditemukan hingga wilayah timur Asia Tenggara da pulau Formosa.

Dilihat dari fisiknya, kumbang ini berwarna hitam atau coklat tua ketika sudah dewasa. Panjang tubuh kumbang antara 3,5 sampai 4,5 cm dengan kepala bertanduk. Adanya tanduk inilah yang membuat kumbang ini dianggap unik.

Pada kumbang pejantan, tanduk memiliki ukuan yang lebih panjang sekaligus lebih melengkung ke belakang. Sedangkan pada kumbang betina, tanduk hanya menyerupai tonjolan saja.

Di alam, kumbang dewasa akan memakan empulur batang yang membusuk. Kumbang berhabitan dan berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain, tapi paling menyenangi pohon golongan palem atau palmae.

Pada rantai biologi, kumbang ini termasuk hewan dekomposer. Artinya, kumbang ini berfungsi sebagai penghancur material organik, meski tidak bisa mengubahnya menjadi bahan anorganik. Aktivitasnya sendiri banyak dilakukan di malam hari, sehingga serangga ini termasuk golongan hewan nokturnal. Namun ternyata ada juga lho varian kumbang tanduk yang aktif pada siang hari atau disebut sebagai hewan diurnal.

alterntif text

Adapun, bila dilihat dari siklus hidupnya, kumbang ini bisa dikatakan memiliki siklus metamorfosis yang sempurna. Ada tahapan-tahapan metamorfosis yang lengkap mulai dari telur, larva, pupa, kumbang muda, sampai kumbang dewasa.

Larva Kumbang Tanduk

Kalau Anda pernah menggali tanah baik untuk kebutuhan konstruksi atau sekedar menanam tanaman, Anda mungkin pernah menemukan pupa serta larva kumbang tanduk. Larva kumbang ini tampak besar. Warnanya putih susu hingga ada bagian yang bening sehingga bagian dalam tubuhnya kadang kala sering nampak. Di bagian depan tubuh dekat kepalanya, terdapat beberapa pasang kaki. Sementara itu, kepalanya sendiri nampak berwarna gelap dan bentuknya membulat. Posisi tubuhnya sendiri melengkung, bahkan kadang menyerupai huruf C. Larva ini sering ditemukan di antara bagian tanaman khususnya empulur yang busuk, sedangkan pupanya di dalam tanah.

Sebetulnya ada banyak larva dari kumbang yang lain yang menyerupai kumbang ini. Perlu mata yang teliti untuk bisa membedakan larva kumbang-kumbang tersebut. Sebab ada yang sifatnya sangat merugikan, merugikan, dan malah ada pula yang menguntungkan.

Larva-larva ini sendiri berada di area yang kaya bahan organik setelah menetas dari telurnya. Larva akan semakin besar dan mengalami transformasi. Ia akan berubah menjadi kumbang muda yang kemudian akan menghasilkan telur-telur baru.

larva kumbang tanduk

Agar bisa tumbuh dan berkembang, larva kumbang tanduk berubah perlu mengonsumsi bannyak bahan makanan. Biasanya spesies ini akan mengambil massa organik di sekitarnya. Yang membuatnya destruktif adalah ketika larva tersebut turut memakan akar tanaman.

Jadi, bila Anda menemukan keberadaan pupa atau larva ini saat hendak menanam pohon, sebaiknya hilangkan dulu larva tersebut. Sekiranya lahan yang Anda gunakan penuh dengan uret, Anda perlu mengatasinya dulu. Bila Anda membiarkannya saja, pohon akan tumbuh dengan tidak maksimal. Malah, bisa jadi Anda yang mengalami kerugian besar. Apalagi selain dalam fase larva, kumbang tanduk juga bisa merugikan pada fase dewasanya.

Kumbang ini bisa menyebabkan berbagai masalah seperti kerusakan pada pohon. Sebab, seperti disebut di atas, fase larva kumbang ini cukup lama. Selama menjadi larva kumbang memakan banyak substrat organik. Umumnya, spesies pohon yang disuka adalah spesies seperti palem dan kelapa sawit. Namun demikian, bukan berarti jenis pohon yang lainnya akan aman-aman saja dengan serangga ini.

Antisipasi jelas perlu dilakukan. Apalagi perkebunan kelapa sawit bisa rugi besar karena masalah ini.

Sebabkan Masalah di Perkebunan Sawit

Salah satu kasus yang pernah mencuat terkait keberadaan kumbang ini adalah konflik antara warga dengan sebuah perusahaan. Perusahaan Inecda, sebagaimana dilansir dari sawitplus dianggap warga menyebabkan serangan kumbang bubuk pada tanaman sawit mereka. Serangan larva kumbang bubuk sendiri diduga akibat aktivitas replanting PT Inecda. Seperti diketahui, masa-masa replanting memang menjadi masa di mana kumbang tanduk meningkat serangannya. Akibat dari kejadian ini adalah kerugian yang dirasakan pihak petani kecil dan terganggunya operasional PT Inecda karena masalah yang harus dihadapinya.

Cara Mengatasi Serangan Larva Kumbang Tanduk pada Industri Sawit

Antisipasi sekaligus solusi harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah kumbang tanduk pada industri kelapa sawit. Beberapa usaha yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Mengatasi Kumbang Tanduk secara Manual. Cara ini dilakukan dengan mengambil kumbang dan larvanya tanpa bantuan mesin khusus, melainkan dari tenaga kita sendiri.
  2. Mengatasi Kumbang Tanduk secara biologi. Pada metode ini digunakan predator atau musuh alami kumbang tanduk. Selain itu bisa juga digunakan parasit yang bisa membasmi kumbang ini, misalnya saja jamur jenis Metarhizium anisopliae yang ampuh membasmi kumbang ini.
  3. Mengatasi dengan Insektisida, yakni menggunakan bahan kimia khusus yang bisa digunakan untuk mematikan hama.
  4. Mengatasi dengan menggunakan feromon. Cara ini dilakukan dengan mengeluarkan suatu aroma feromon supaya bisa menarik kumbang tanduk. Feromon diletakkan di perangkap sehingga kumbang tanduk yang mendekat akan masuk ke perangkap terkait.

Kesemua cara di atas memiliki pro dan kontra. Anda bisa menerapkannya secara bersamaan atau bergantian untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Kesimpulan

Rayap dan kumbang bubuk telah banyak dikupas di antiserangga.com. Anda bisa menemukan berbagai informasi mengenai kedua insekta destruktif tersebut di situs ini. Cara untuk mengatasinya pun sudah kami jabarkan menggunakan BioCide Insecticide. Insektisida racun kontak syaraf tersebut dapat diandalkan sebagai pencegah hama untuk berbagai industri, dari woodworking sampai konstruksi bangunan.

Namun bagaimana dengan hama insekta yang lain? Di antara berbagai serangga yang kerap ditemukan manusia dan dipertanyakan sifatnya adalah kumbang tanduk. Larva kumbang ini acap kali ditemukan di dalam tanah. Secara umum, kumbang seperti ini merugikan tanaman. Anda yang bekerja dalam industri pertanian dan perkebunan perlu waspada dengan serangan hama kumbang tanduk.

Nah, sekiranya itulah informasi yang bisa kami bagikan mengenai larva kumbang tanduk. Semoga informasi ini bisa memberikan informasi untuk Anda, ya!

Larva Kumbang Tanduk, Hama Bukan, ya?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply