Ini yang Unik dari Kayu Trembesi

0
2897
furniture-kayu-trembesi-meja

furniture-kayu-trembesi-meja

Suar atau lebih sering disebut dengan kayu trembesi adalah kayu yang berasal dari genus Albizia. Kayu ini memiliki persebaran luas di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Pertumbuhannya pun cepat sehingga jumlahnya termasuk besar. Kita bisa menemukan pohon trembesi di pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, maupun di kepulauan seperti Maluku dan Nusa Tenggara. Yang menarik dari kayu ini adalah ketersediaannya yang masih cukup banyak. Pohon trembesi pun bisa diperoleh dengan ukuran cukup besar hingga lebih dari 4 meter. Jelas aspek ini sangat disukai pengrajin woodworking.

Ciri Khas Kayu Trembesi

Secara umum, trembesi memiliki tingkat kepadatan menengah yang masih kalah dibanding jati. Tingkat keawetan IV, tingkat kuat III, dan berat jenis 0,6. Dari tampilannya, warna gubal dan teras cenderung kontras. Warna gubal keputihan sedangkan terasnya coklat tua.

Kelebihan dan Kekurangan Trembesi

Kelebihan

Sebagaimana disebut di atas, tingkat pertumbuhan trembesi tergolong tinggi. Kayu ini bisa besar dalam waktu relatif lebih cepat dibanding kayu jenis lainnya seperti mahogani. Dari sifat dan karakteristik kayu ini, kita bisa memperoleh kayu dengan diameter yang lebar hingga 1,5 meter. Sangat menarik bukan?

Dari aspek lingkungan, penanaman trembesi juga bisa menjadi solusi untuk membantu mengatasi masalah pencemaran udara. Sembari menunggu trembesi siap ditebang, pohon ini akan menyerap banyak polutan yang efeknya baik bagi alam.

Kekurangan Kayu Trembesi

Ada beberapa kekurangan kayu suar. Dua dari berbagai kekurangan tersebut adalah tingkat keawetan dan kekuatannya. Trembesi masuk dalam kelas awet IV. Ini artinya, kayu tersebut sangat rentan diserang hama seperti jamur, rayap, dan kutu bubuk. Sedangkan dari aspek kekuatan, kayu ini termasuk dalam kelas kuat III. Sehingga disarankan untuk tidak menggunakan bahan ini pada kebutuhan dengan syarat resistensi beban tinggi.

Pada akhirnya trembesi menawarkan poin positif dan negatif saat kita menggunakannya. Sikap paling tepat ialah memaksimalkan poin positif atau kelebihan kayu trembesi sekaligus menekan kekurangannya. Misal, karena kayu ini kurang awet, maka sebelum diolah menjadi mebel ada baiknya treatment pengawetan diaplikasikan. Resapkan obat pengawet berkualitas seperti BioCide. Dengan cara sederhana namun efektif ini, furniture dari trembesi pun bisa seawet jati.

SHARE

Leave a Reply