Kenali Perbedaan antara Lantai Decking dan Parquet!

0
97
lantai decking (3)

Di luar kesamaannya sebagai lantai kayu, terdapat perbedaan antara lantai decking dan parquet. Mengetahui perbedaan keduanya akan membantu Anda menentukan lantai mana yang akan diaplikasikan.

Siapa tak suka dengan lantai kayu? Akan banyak orang yang menjawab “ya” ketika ditanya apakah ingin memiliki lantai kayu di rumah mereka. Namun karena masalah harga yang memang lebih mahal, kebanyakan orang menjadi segan untuk menggunakan lantai ini.

Secara umum, rasa suka kita akan lantai kayu sudah terjelaskan dan dibuktikan oleh sains. Bukan hanya karena “trend” semata manusia menyukai lantai dengan bahan kayu. Sebab, secara umum, manusia memang memiliki persepsi positif ketika dipaparkan dengan material ini. Telah banyak penelitian yang menunjukkan hal tersebut. Misalnya penelitian dari Jepang yang telah menunjukkan bahwa orang akan memberikan reaksi positif pada kayu dibanding bahan yang lain. Secara umum, kayu dinilai memberikan sensasi lebih relaks, menenangkan, hangat, dan juga organic. Tak heran, meski plastik dan material sintetis lainnya telah ditemukan, orang masih menyukai kayu untuk bangunan mereka. Salah satunya, sebagaimana disebut di atas adalah pilihan lantai kayu yang didambakan.

Namun, harap diketahui bahwa jenis lantai kayu di pasaran sangatlah banyak. Dari jenis kayu yang dipakai, misalnya, kita bisa membagi lantai ini menjadi lantai kayu jati, lantai mahoni, sampai lantai kayu matoa. Selain itu, kita juga bisa membagi wooden floor menjadi lantai kayu parket dan lantai kayu decking. Yang terakhir ini sangat penting untuk diketahui. Dan kali ini, kami akan membagikan apa saja yang membedakan antara kedua jenis lantai tersebut.

Ini Dia Perbedaan antara Lantai Decking dan Parquet

Lantai Decking

Jenis lantai pertama yang akan kita bahas adalah wooden decking. Lantai decking atau biasa disebut dek saja adalah jenis lantai kayu yang umumnya digunakan untuk outdoor. Namun tentu saja, lantai ini juga bisa diterapkan untuk indoor bila Anda merasa menyukai estetikanya untuk dalam ruangan. Komponen lantai secara umum lebih panjang dan tebal dibanding lantai parket. Kayu yang digunakan juga seringkali lebih keras dan kuat. Sebab kayu harus tahan dalam kondisi outdoor termasuk bila digunakan untuk kebutuhan heavy duty. Misalnya untuk pemasangan lantai dekat kolam renang. Tak jarang, lantai juga dilengkapi dengan aneka fitur tambahan seperti anti selip. Sedangkan finishingnya pun umumnya juga lebih protektif dengan fitur anti UV hingga anti gores.

Lantai Parquet

Jenis lantai kedua adalah lantai parket. Parket atau parquet adalah lantai kayu yang komponennya lebih pendek dibanding lantai dek. Biasanya lantai ini dipasang untuk indoor. Dan karenanya, ia tidak direkomendasikan untuk pemasangan outdoor. Pola instalasinya sendiri beragam. Namun secara umum lebih rapat sehingga bisa memberikan kesan yang lebih rata dan menyatu.

Jadi Apa Bedanya?

Nah, dari paparan penjelasan mengenai kedua lantai di atas, bisa kita katakana bahwa perbedaan antara lantai decking dan parquet ialah:

  1. Komponen kayu pembentuk lantai: dari segi ukuran, lantai parquet lebih kecil dan ukurannya secara umum juga kurang tebal dibanding kayu lantai dek.
  2. Pemasangan: lantai parquet dipasang lebih rapat daripada lantai decking.
  3. Jenis kayu yang digunakan: umumnya, kayu yang dipakai untuk decking kayu lebih awet dibanding lantai parquet. Sebab lantai decking kerap diaplikasikan untuk outdoor, bahkan untuk heavy duty. Misalnya untuk pemasangan lantai dekat dengan kolam renang sampai lantai dekat dengan pantai.
  4. Pola: sering, lantai decking didesain dengan alur memanjang, lantai parquet memiliki ragam pola pemasangan lebih banyak
  5. Fitur: lantai decking dilengkapi dengan fitur untuk outdoor, sedangkan lantai parquet tidak.

Yang Jelas Kayu Harus Awet

Secara umum, lantai dek membutuhkan kayu yang lebih awet dibandingkan dengan kayu parket. Hal ini sejalan dengan poin-poin perbedaan antara lantai decking dan parquet yang disebut di atas. Lantai decking membutuhkan kayu yang tahan cuaca. Artinya, kayu tak sekedar tahan beban saja, namun juga harus tahan terhadap paparan intens sinar matahari, siraman hujan, terpaan angin, perubahan suhu udara yang tinggi, dan lain sebagainya. Selain itu, idealnya kayu juga tahan terhadap serangan hama seperti rayap dan kumbang bubuk. Untuk yang terakhir ini, kayu parket pun idealnya memiliki ketahanan serupa. Sebab, serangan hama bisa terjadi di berbagai area rumah, bahkan dalam ruangan indoor. Justru kondisi ruangan indoor yang jarang digunakan dan lembab seringkali menjadi area yang disasar banyak hama.

lantai dek
lantai decking

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Pertama, tentu saja kita bisa memilih kayu yang awet. Beberapa kayu seperti jati, bengkirai, hingga ebony adalah kayu-kayu yang dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap paparan cuaca hingga serangan organisme. Zat tannin pada jati pun dikenal bersifat toksik terhadap rayap.

Namun penggunaan kayu-kayu di atas tergolong mahal dan supply-nya pun terbatas. Selain itu, ketahanan kayu-kayu itu kadang juga masih tak bisa diandalkan 100%. Dalam hal ini, kita bisa mengambil langkah kedua, yakni aplikasi treatment pengawetan pada keseluruhan material kayu yang hendak digunakan.

Treatment pengawetan seyogyanya diaplikasikan sebelum panel kayu difinish. Prinsipnya sejatinya sangat sederhana. Kita hanya perlu menerapkan obat pengawet yang berupa insektisida dan fungisida ke dalam substrat kayu tersebut. Cara simpel ini akan membuat kayu tak disukai bahkan beracun pada hama seperti rayap dan jamur. Contoh obat pengawet yang bisa diandalkan sekaligus bisa Anda beli di antiserangga.com adalah BioCide Insecticide. BioCide Insecticide adalah insektisida kayu yang memiliki kandungan neurotoxin untuk sistem syaraf serangga seperti rayap dan kumbang bubuk.

Setelah treatment pengawetan dilakukan, kita bisa menerapkan bahan finishing yang bagus. Ini sangat krusial karena akan mempengaruhi bukan hanya ketahanan lantai tapi juga estetikanya. Jadi, terlepas dari berbagai perbedaan antara lantai decking dan parqet, keduanya sama-sama butuh cat dan bahan finishing yang bagus. Idealnya, bahan finishing (terutama top coat-nya) memiliki sifat anti gores, anti UV (untuk decking), anti solvent, hingga anti jamur. Top coat juga tak boleh mudah mengelupas.

Kesimpulan

Pada akhirnya, memang beberapa poin telah membuktikan adanya perbedaan antara lantai decking dan parqet. Meski demikian, di luar kesamaannya sebagai lantai kayu, keduanya memiliki beberapa poin kesamaan yang lain. Salah satunya adalah kebutuhan akan kayu yang bagus, treatment pengawetan, dan juga aplikasi bahan finishing terutama top coat yang berkualitas. Kayu yang bagus dibutuhkan karena lantai harus menanggung beban dan rentan terhadap serangan hama. Treatment pengawetan diperlukan untuk meningkatkan ketahanan kayu terhadap hama. Sedangkan bahan finishing dibutuhkan untuk melindungi dan mempercantik kedua jenis lantai itu.

Demikian informasi berisi perbedaan antara lantai decking dan parqet ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda ya!

SHARE

Leave a Reply