Membasmi Rayap Pada Bangunan

Jika Anda melihat laron muncu berterbangan pada senja hari dan salah satu dari laron-laron tersebut berhasil memperoleh tempat untuk bertelur. Maka rayap yang berasal dari telur-telur laron tidak akan mampu memakan kayu-kayu yang sudah dilindungi oleh termetisida atau obat anti rayap. Bahkan rayappun tidak bisa menembus lapisan tanah yang sudah dilindungi oleh termetisida. Hal tersebut disimpulkan bahwa proses menembus lapisan tanah gagal karena bangunan A, B, C pada gambar tentang perbedaan antara bangunan yang diberi anti rayap dengan tanpa anti rayap.

Sistem perlindungan bangunan yang menggunakan bahan anti rayap bukan hanya pada bangunan sebelum dibangun, tetapi juga dapat dilakukan pada bangunan yang sudah berdiri. Sistem perlindungan ini adalah perlindungan setelah membangun (post contruction treatment).

Membasmi rayap pada bangunan dapat menggunakan cara kimia dengan bahan anti rayap yang berbahan aktif imidakloprid ataupun sipermetrin. Bahan anti rayap imidakloprid bersifat sistemik non-repelant (tidak menolak). Pada pengaplikasiannya, bahan anti rayap ini tidak dapat dideteksi oleh rayap sehingga masih bisa menembusnya walaupun racun sudah menempel pada tubuh rayap. Oleh karena rayap ini dapat menembus racun dan kembali pada koloninya, maka rayap lain pada koloninya pun akan ikut terinfeksi racun dengan cara transfer sehingga koloni rayap akan mati berlahan.

Sementara bahan anti rayap sipermetrin bersifat repelant (menolak) sehingga rayap tidak mampu menembusnya. Pengaplikasian bahan ini seperti pagar. Rayap yang terkena racun ini langsung mati setelah terkontaminasi racun. Hal ini terjadi karena sifat racun ini merupakan kontak lambung. Oleh karena rayap akan langsung mati setelah terkena racun maka rayap lainnya tidak akan tertulari racun racun ini. Walaupun demikian, matinya rayap yang terinfeksi racun adalah rayap pekerja yang bertugas mencari dan memberi makan koloninya. Karena tidak ada makanan, koloninya akan ikut mati. Bahan anti rayap atau obat pembasmi laron dan rayap yang canggih ini sudah tersedia di Indonesia, yang dipelopori oleh produk BioCide Insecticide olahan Bioindustries. Sudah terpercaya dan dipakai industri furniture maupun rumah tangga.

Adapun perlakuan perlindungan bangunan dengan penggunaan bahan anti rayap dapat dilakukan pada tanah dan kayu. Selain itu, perlindungan dapat dilakukan dengan cara fumigasi.

Perlakuan Pada Tanah

Perlakuan perlindungan bangunan dengan penggunaan bahan anti rayap pada tanah dilakukan melalui lantai dan fondasi serta basement. Adapun perlakuan tersebut sebagi berikut:

Perlakuan pada lantai dan fondasi

Perlakuan pengendalian rayap melalui lantai dan fondasi adalah dengan pengobaran. Tahap perlakuannya sebagai berikut:

  1. Lakukan pengeboran lantai dengan kedalaman lubang harus mencapai tanah.
  2. Lakukan penyuntikan atau injeksi larut termetisida ke dalam setiap leubang dengan dosis sebanyak 2 liter per lubang.
  3. Tutup kembali atau tambal lubang yang sudah diinjeksi larutan termetisida. Usahakan warna penutup lubang yang digunakan mirip dengan warna lantai.
  4. Untuk fondasi, lakukan pengeboran pda kedua sisi fondasi dengan jarak 30-40 cm.

Perlu diperhatikan bahwa sebelum dilakukan pengeboran harus dipastikan terlebih dahulu bahwa pada titik-titik pengeboran tidak terdapat pipa saluran air bersih, saluran air kotor, kabel listrik, maupun pipa saluran gas.

Perlakuan pada basement

  1. Lakukan pengeboran lantai dengan kedalaman lubang harus mencapai tanah.
  2. Lakukan penyuntikan atau injeksi larutan termetisida ke dalam setiap lubang dengan dosis sebanyak 2 liter per lubang.
  3. Tutup kembali atau tambal lubang yang digunakan mirip dengan warna lantai.

Perlakuan Pada Kayu

Perlakuan pengendalian serangan rayap pada kayu adalah dengan tahapan sebagi berikut.

  1. Lakukan pencarian secara teliti pada seluruh komponen kayu bangunan untuk mengetahui kayu bagian manakah yang telah terinfeksi rayap.
  2. Gunakan peralatan bantu seperti senter, obeng, dan kaca atau cermin saat melakukan pencarian.
  3. Bila ada kayu yang telah terserang rayap, lakukan penyemprotan pada bagian kayu yang sudah dimakan rayap.
  4. Bila diperlukan lakukan pengeboran pada bagian kayu yang terserang agar bahan kimia dapat terserap langsung hingga ke dalam kayu.
  5. Lakukan juga penyemprotan larutan termetisida pada bagian kayu yang belum terkena rayap. Dosis penyeprotan rayap adalah 300-400 cc/meter persegi atau sesuai dengan daya serap kayu.

Fumigasi

Pengendalian serangan rayap pada komponen bangunan juga dapat dilakukan dengan cara fumigasi. Fumigasi tidak hanya untuk membasmi serangga atau hama pada bangunan saja, tetapi juga pada seluruh isi bangunan dan seluruh jenis hama pada makanan seperti roti atau bahan makanan seperti terigu. Bahkan virus flu burung pun bisa terbasmi dengan cara fumigasi. Walaupun dapat membasmi ataupun membunuh hama pada makanan atau bahan makanan, makanan dan bahan makanan tetap aman untuk dikonsumsi langsung.

Cara fumigasi juga dapat dilakukan untuk membasmi hama dalam ruang yang rapat sehingga tidak diperlakukan penutupan dengan tepat. Adapun langkah-langkah pelaksanaan fumigasi adalah sebagi berikut.

  1. Lakukan penutupan pada bagian komponen bangunan yang sudah terinfeksi rayap dan semua jenis serangga atau hewan perusak lain bahkan virus yang mengakibatkan flu burung dengan menggunakan plastik ataupun terpal secara rapat.
  2. Berikan larutan zat kimia berupa fumigan (gas beracun) ke dalam bangunan yang telah tertutup rapat tersebut dengan dosis larutan sesuai anjuran pada kemasan produknya.
  3. Pastikan tidak terjadi kebocoran gas dengan cara melakukan deteksi kebocoran dengan alat leak detector.
  4. Biarkan fumigan di dalam ruang fumigsi selama beberapa waktu yang sesuai dengan jenis fumigan yang digunakan.
  5. Lepaskan fumigan dari ruang fumigasi ke udara bebas.

Apabila cara fumigasi dirasa sulit dan membutuhkan jasa, ataupun memburuh peralatan yang banyak, pencegahan serangan rayap dapat dilakukan dengan kedua cara di atas, perlakuan pada tanah dan pada kayu. Gunakan bahan yang aman dan relatif ramah lingkungan seperti sipermetrin yang sudah disebutkan di atas akan lebih baik.

Leave a Comment