Ganasnya Rayap Perusak Rumah

Permasalahan rayap dari tahun ketahun semakin meningkat dan sudah ribuan gedung ataupun bangunan kayu menjadi sasarannya. Mulai dari perumahan paling sederhana hingga istana  negara. Artinya, serangan rayap tidak pandang bulu, asal ada kesempatan akan tetap digasak. Serangga yang bertubuh kecil dan buta ini memiliki kekuasaaan luar biasa untuk menghancurkan sebuah gedung ataupun rumah.

Di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Batam, dan Makassar, telah diberikan diberbagai media masa bahwa tidak hanya merusak perumahan sederhana, tapi juga bangunan gedung, mall, perkantoran, apartemen, hotel, gereja, masjid, perumahan mewah dan berbagai sekolah.

Rayap merupakan salah satu serangga yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia. Bentuk kerugian yang dapat ditimbulkan oleh rayap meliputi rusaknya komponen bangunan yang terbuat dari kayu beserta isi bangunannya yang berupa furniture, buku-buku, kain, dan bahkan surat berharga. Bahkan saat inipun rayap sudah merusak dinding, lantai, dan komponen bangunan yang terbuat daru kayu.

Rayap pun dapat menembus plastik. Umumnya bahan yang dapat ditimbulkan rayap adalah bahan yang mengandung selulosa. Besarnya kerugian yang diakibatkan rayap pada tahun 1997 mencapai sekitar 2 triliun rupiah dan pada tahun 2000 meningkat menjadi sekitar 3 triliun rupiah.

Penyebab rayap dapat menyebar begitu cepat adalah suhu yang hangat dan kelembaban yang tinggi ditambah dengan keseburuan tanah rata-rata di negara kita. Kondisi lingkungan seperti ini sangat disukai oleh rayap. Sementara objek serangan rayap pada bangunan adalah kayu yang tertimbun di dalam tanah saat pelaksanaan pembangunan, celah pada fondasi tembok, sistem ventilasi kurang baik, kayu yang berhubungan langsung dengan tanah, dan kayu-kayu yang basah akibat kebocoran.

Bagian komponen bangunan yang terserang rayap adalah beranda atau teras, sambungan talang air hujan, kuda-kuda, rangka atap, sambungan dinding bata dan balok kayu atau kusen, hubungan dinding bata dan rangka atap, daerah lembab sekitar kamar mandi, daerah sekitar bak bunga, pertemuan dinding dengan pondasi, serta celah-celah keretakan.

Ada tiga tujuan yang mendasari dilakukannya termite control (kontrol rayap), yaitu mencegah, membasmi, dan mengendalikan. Namun, banyak orang percaya bahwa belum ada jurus jitu untuk mencegah dan membasmi rayap. Selain itu, juga disebabkan oleh lemahnya kepedulian banyak pihak untuk membasmi jenis serangga ini maka tidak heran bila pemahaman tentang rayap sangat kurang dibandingkan dengan jenis serangga perusak lainnya.

Sumber Utama Kerugian Ternyata Kelalaian Kita Sendiri

Seringkali penghuni rumah atau bangunan tidak peduli pada kejadian kompenen bangunannya atau perabotannya. Padahal tanda-tanda awal dari serangan rayap sudah ada. Kebanyakan pemilik rumah hanya membersihkannya saja karena dianggap sebagai kotoran. Untuk memudahkan pemilik rumah mengetahui adanya serangan rayap, berikut diberikan beberapa tanda atau ciri aktivitas rayap tanah yang menyerang bangunan.

  1. Ditemukan adanya liang kembara (tunnel), terutama rayap tanah.
  2. Terdapat kerusakan pada kayu.
  3. Ditemukan adanya laron hidup maupun mati.
  4. Dengan memukul-mukul bagian kayu, baik kusen maupun rangka atap, akan terasa ringan atau nyaring bunyinya bila di dalam kayu sudah keropos maupun rangka atap, akan terasa ringan atau nyaring bunyinya bila di dalam kayu sudah keropos walaupun fisik bagian luar terlihat utuh.

Artinya kita perlu mengecek apa yang terjadi pada bangunan ataupun perabot kayu. Agar lebih tanggap dan cepat dalam mengatasi serangan rayap sebelum terlambat.

Bagaimana Perlakuan Yang Benar Pada Kayu Agar Terhindar Dari Rayap?

Perlakuan pengendalian rayap pada kayu meliputi perlakuan dengan bahan kimia pada seluruh komponen kayu di bangunan. Perlakuan ini di antara lain dengan cara vakum tekan, perendaman, penyemprotan, dan peleburan. Penyemprotan pada sebaiknya dilakukan sebelum pengecatan kayu. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa bahan kimia yang sudah disemprotkan nantinya dapat terserap oleh kayu.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah Persiapan. Dalam tahap persiapan ini adalah terdapat tahap  pembuatan bahan larutan pengawet kayu dan persiapan kayu yang diawetkan. Berikut detil pelaksanaannya:

Persiapan Kayu Yang Ingin Diawetkan

Dalam pengerjaan penyiapan kayu yang akan diawetkan, langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut.

  1. Kumpulkan kayu dari jenis-jenis yang sama. Perbedaan jenis dan pori-pori kayu akan memengaruhi lama penyerapan larutan pengawet.
  2. Kelompokan kayu tersebut berdasarkan ukuran. Hal ini perlu dilakukan karena akan sangat berpengaruh pada penetrasi larutan.

Pembuatan Bahan Larutan Pengawet Kayu

Untuk menyiapkan larutan pengawet kayu, beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut:

  1. Pilih jenis bahan pengawet yang akan digunakan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemilihan bahan pengawet ini akan sangat mempengaruhi kualitas dan komposisi larutannya. Ini disebabkan setiap kemasan berbeda-beda. Di Indonesia bahan pengawet anti rayap yang sesuai standar adalah BioCide Insecticide. Anda dapat menggunkannya sesuai petunjuk. Selain itu produk anti rayap terbaik di Indonesia ini mudah didapatkan.
  2. Sesuaikan adukan komposisi larutan bahan pengawet dengan dosis yang tertera pada kemasan atau sudah ditentukan oleh produsennya.
  3. Masukkan larutan pengawet tersebut ke dalam tangki atau bak pelarut.

Setelah proses perendaman atau penyemprotan selesai dapat diangkat kembali dan dibiarkan kering sempuran untuk difinishing lebih lanjut. Apabila ingin menggunkan produk bahan pengawet anti rayap pada produk yang sudah jadi, misalkan mebel kayu, cukup kuaskan saja.

Leave a Comment