Menikmati Keindahan Anyaman Bambu Tanpa Hama

Siapa bisa menyangkal cantiknya produk-produk berbahan dasar anyaman bambu dari Indonesia? Mulai dari furniture, craft seperti kipas, patung, dan berbagai benda seni lainnya tampak luar biasa dengan selang-seling desainnya yang menawan. Namun kecantikan ini telah terancam dengan berbagai ancaman hama. Apa saja hama tersebut dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasnnya di bawh ini.

anyaman-bambu-gedhekKekayaan flora Indonesia bisa kita lihat dengan beragamnya jenis tanaman yang hidup di negeri ini. Contohnya bambu. Di banding berbagai negara di dunia, Indonesia adalah rumah bagi beragam jenis bambu yang hingga hari ini pun masih ada yang belum teridentifikasi.

Kekayaan tersebut diolah dan dimanfaatkan masyarakat kita sejak dulu kala. Produk bambu bisa kita lihat pada konstruksi hingga mebel-mebel di masa lampau. Contoh lain yang paling terkenal dari bambu adalah anyamannya. Anyaman bambu kerap dimanfaatkan untuk dinding, kipas, hingga tikar.

Bahkan hingga hari ini, produk berbahan anyaman bambu merupakan salah satu unggulan Indonesia bersama dengan wood dan bamboo-working lainnya. Banyaknya variasi bambu di Indonesia yang kemudian diolah dengan apik oleh para pengrajin telah berhasil menyihir masyarakat internasional. Namun tentu saja produk ini bukannya tak memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan produk bambu adalah sifatnya yang rentan diserang hama serangga. Mengetahui apa serangga-serangga perusak tersebut dan bagaimana cara kita menangani serta mencegahnya adalah tindakan paling bijak daripada harus menelan kerugian.

Terancaman Hama Teter dan Kutu

Sepertihalnya berbagai material organik lainnya, ancaman kerusakan dari hama juga dialami produk-produk anyaman bambu. Dua dari berbagai hama tersebut adalah totor dan kutu:

Totor

Merupakan serangga soliter yang larvanya merusak bambu dari bagian dalam. Awalnya, induk kumbang bubuk akan meletakkan telurnya pada celah bambu yang terbuka. Telur yang menetas kemudian menjadi larva yang terus berada di dalam bambu hingga dewasa. Larva akan memakan bambu dan mengubahnya menjadi kotoran halus. Hama ini jarang merusak bambu yang sudah dianyam, namun bisa merusak bahan bambu yang akan dianyam. Sehingga tetap harus diantisipasi.

alterntif text

Kutu

kutu-busukKutu atau bugs adalah serangga perusak yang memang sangat sering ditemukan pada produk-produk berbentuk anyaman. Serangga ini tidak selalu memakan kayu namun aktivitasnya tetap bisa menyebabkan kerusakan. Selain itu, beberapa jenis kutu seperti kutu busuk juga dapat menyebabkan gangguan pada pengguna furniture atau kerajinan yang terinfestasi.

Untuk mengatasi kedua serangga tersebut supaya tidak merusak anyaman bambu, maka bahan tersebut sudah harus diawetkan sejak dini. Yang dimaksud pengawetan adalah peresapan insektisida ke dalam material itu. Harapannya, bambu menjadi toksik bagi hama sehingga tidak akan dirusak.

Namun, pemilihan insektisida harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Usahakanlah untuk memilih produk yang ancaman bahanya minimal untuk manusia. Contohnya insektisida berbahan dasar permethrin. Meski sangat toksik bagi serangga, namun bahan tersebut relatif aman bagi manusia.

Menikmati Keindahan Anyaman Bambu Tanpa Hama

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply