7 Kunci Perawatan Lantai Kayu yang Wajib Anda Tahu

Tanpa perawatan lantai kayu, Anda bisa rugi atau mendapati ruangan yang jelek hanya karena bagian bagian bawah bangunan yang terlihat buruk.

Sebab, bagaimanapun juga, kondisi interior ataupun fa├žade bangunan pasti dipengaruhi oleh lantainya. Coba bayangkan bila temboknya sudah baik dan dicat baru namun parquet-nya tampak kusam dan tua. Tampilannya pasi tidak akan elok.

Oleh karena itu, meskipun terletak di bawah, lantai harus dibersihkan dan dirawat secara rutin. Apalagi lantai kayu adalah produk yang tergolong mahal. Membiarkannya rusak bisa membuat Anda mengalami kerugian yang tak disangka-sangka!

7 Cara Perawatan Lantai Kayu

1. Bersihkan Rutin dan Menyeluruh

Membersihkan lantai kayu wajib dilakukan untuk menjaga kondisi lantai. Membersihkan lantai juga dilakukan menyeluruh agar lantai tidak bernoda.

Membesihkan lantai kayu bisa dilakukan harian, mingguan, atau bulanan. Bila Anda menggunakan karpet, maka kain pelapis lantai itu pun harus dibersihkan secara rutin. Sebab, karpet yang kotor bisa turut memengaruhi kondisi lantai.

Proses pembersihan sendiri tak sulit untuk dilakukan. Sebab lantai kayu tidak memerlukan tahapan pembersihan khusus. Hanya saja, jangan menggunakan cairan pembersih lantai keramik yang biasa. Pastikan Anda hanya menggunakan cairan pembersih khusus lantai kayu.

2. Coating secara Reguler

Sebelum dipasarkan, 99% lantai kayu pasti dicoating terlebih dahulu. Coating dilakukan dengan produk bernama top coat atau varnish. Varnish sendiri ialah semacam cat namun tak berwarna dan memiliki tingkat kilau yang dibedakan atas:

  1. Matte atau tak berkilau
  2. Semi gloss atau agak berkilau
  3. Gloss atau berkilau

Selain memengaruhi kilau lantai, proses coating juga bisa melindungi lantai kayu. Proses coating pada lantai kayu ini biasanya akan membentuk semacam lapisan tipis transparan yang umumnya memiliki ketahanan terhadap UV, goresan, dan noda.

Namun, sebagaimana aplikasi cat pada umumnya, coating juga bisa mengalami pudar. Oleh karena itu, coating harus dilakukan secara regular. Misalnya 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali sesuai dengan rekomendasi masa pakai produk varnish yang digunakan.

3. Jangan Biarkan Lantai Kayu pada Kondisi Lembab

Salah satu kunci perawatan lantai kayu yang tak boleh diabaikan adalah terkait masalah kelembaban. Pada dasarnya, kondisi lembab adalah masalah besar untuk produk berbahan kayu. Sebagai bahan organik, kayu amat dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Kelembaban yang tinggi mengakibatkan oksidasi yang tinggi. Kondisi tersebut juga meningkatkan potensi serangan hama khususnya jamur dan mikroorganisme pembusuk.

Oleh karena itu, tingkat kelembaban tempat di mana terpasang lantai kayu. Gunakan AC bila perlu atau pastikan membuka jendela supaya sistem ventilasi bekerja dengan baik.

4. Gunakan Bahan Poles Kayu yang Bagus

merawat lantai kayu yang rusak dan berjamur menggunakan produk teraik dari Biocide

Poles kayu adalah produk semir yang khusus didesain untuk membuat permukaan kayu menjadi lebih baik. Poles umumnya akan mengubah kayu tua yang kusam menjadi tampak baru, lebih halus, lebih tajam warna seratnya, lebih tahan air, lebih berkilau.

Namun, tidak semua bahan poles bisa memberikan hasil maksimal. Hanya bahan poles berbahan alam dengan campuran minyak linseed yang biasanya memberikan tampilan indah. Contohnya produk poles dari Biopolish yang menggunakan campuran lilin lebah dengan minyak linseed.

Bagi Anda yang memiliki lantai dek parquet, pemakaian semir kayu bisa dilakukan seminggu sekali atau seminggu 2 kali. Selain bisa mengemablikan tampilan baru lantai, produk ini juga bisa membuat lantai lebih tahan bakteri pembusuk.

5. Hindari Menggores Lantai

Hindari menggores lantai. Satu atau dua goresan pada mulanya mungkin terasa sepele. Namun bila terus dilakukan goresan akan merusak lantai.

Hal yang lebih parah bisa terjadi ketika goresan menyebabkan sebagian lapisan coating mengelupas. Padahal seperti dijelaskan di atas, coating berfungsi memberikan perlindungan.

Ketika pelindung lantai rusak, lapisan kayu di bawahnya pun akan menjadi mudah rusak. Kayu mungkin akan berubah warna dan tidak rata akibat hal tersebut.

lantai kayu yang telah difinishing dengan Biovarnish Series

6. Jaga Lingkungan dari Hama Jamur dan Serangga

Loh kenapa harus menjaga lingkungan dari hama? Apa hubungannya dengan perawatan lantai kayu?

Lantai Anda terbuat dari bahan yang disukai jamur dan rayap. Sekiranya kondisi di sekitar rumah kotor, lembab, dan tak terawat, hama akan datang. Spora jamur semakin banyak, dan koloni rayap akan sampai ke rumah Anda.

Alhasil, investasi atau serangan hama mulai terjadi perlahan-lahan. Tahu-tahu Anda akan mendapati beberapa bagian lantai yang rusak. Kalau sudah begitu Anda sendiri yang akan rugi.

Oleh sebab itu, sangat perlu menjaga kebersihan lingkungan dari hama. Pangkas tanaman di halaman supaya tidak terlalu lembab dan jangan menumpuk sampah organik di area sekitar rumah.

7. Gunakan Antirayap Biocide Insecticide

rayap hitam yang merusak kayu hanya bisa dibasmi dengan Biocide Isecticide

Selain menjaga lingkungan supaya tidak jadi sarang hama, Anda juga perlu selalu sedia antirayap. Sebab, bagaimanapun juga, Anda akan kesusahan mengetahui keberadaan koloni hama tersebut.

Padahal, serangga ini sangat suka merusak rumah dari bagian lantainya. Bila keberadaan rayap tidak segera diatasi dengan antirayap yang bagus, kerusakan yang lebih parah sangat mungkin terjadi.

Antirayap Biocide didesain untuk rayap dan teter yang biasa memakan kayu. Bagi Anda yang ingin benar-benar melakukan perawatan lantai kayu terbaik, Anda bisa mendapatkan antirayap terbaik dari Biocide Insecticide ini melalui kontak yang tertera di website ini atau melalui email di [email protected]