Mengenal Uset dan Keberadaannya yang Harus Diwaspadai

Uset adalah organisme berbentuk seperti huruf C yang warnanya putih dengan beberapa bagian yang transparan yang mungkin Anda temukan saat sedang mencangkul tanah di pekarangan Anda.

Jika Anda hobi berkebun atau tinggal di daerah sekitar rawa ataupun pedesaan, mungkin Anda akan sering bertemu dengan uset ini.

Mari Berkenalan dengan Uset

Istilah “uset” sejatinya adalah istilah yang berasal dari Bahasa Jawa. Orang jawa menggunakan kata tersebut untuk menyebut larva beberapa serangga atau ratu rayap yang berukuran besar.

Penyeragaman nama tersebut biasanya sekadar didasarkan pada beberapa ciri morfologi di bawah ini:

  1. Warna putih, kekuningan, kecoklatan, hingga cerah transparan
  2. Kepala berwarna kehitaman dengan bentuk pipih atau membulat
  3. Perut besar yang memanjang
  4. Kaki-kaki berdempetan di area thorax
  5. Hidup tersembunyi dari sinar matahari langsung

Meskipun basis penamaan tersebut cukup bisa dimengerti, namun hal itu seringkali menyebabkan kerancuan antara spesies yang berbeda-beda. Misalnya, mengenai apakah organisme tersebut merupakan larva atau ratu rayap.

Keduanya (larva dan ratu rayap) kadang memiliki tampilan serupa. Padahal, antara larva dan rayap tidak ada keterkaitan sama sekali. Kemiripan visual yang terlihat pun sejatinya tidak sebesar itu.

Jenis yang Harus Diwaspadai

Pada akhirnya, istilah uset memang masih rancu walau pada umumya lebih sering merujuk pada larva. Namun, terlepas dari kerancuan tersebut, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, sebab beberapa jenis organisme yang mendapat julukan tersebut rupanya bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar.

Berikut ini beberapa varian yang perlu diantisipasi dengan cermat.

  1. Uset yang bisa menyebabkan infeksi. Meskipun cukup ekstrim, namun sering ada kasus di mana tubuh manusia dijadikan sarang larva untuk hewan tertentu. Serangga seperti ini perlu dihindari, sebab ia bisa menyebabkan masalah kesehatan pada inangnya.
  2. Tipe yang membusukkan kayu. Proses pembusukan kayu di hutan memang bukan hal yang buruk. Namun, proses pembusukan pada mebel dan komponen rumah jelas harus dicegah. Jenis organisme berbentuk larva yang bisa menyebabkan kerusakan ini adalah teter dan termit.
  3. Tipe yang merusak akar. Beberapa larva serangga hidup hingga belasan tahun di bawah tanah dan memakan akar tanaman. Alhasil tanaman jadi layu dan sulit menghasilkan buah.

Mencegah Uset dengan Treatment Antihama

Dengan banyaknya potensi kerugian yang diakibatkannya, uset ini jelas wajib jadi perhatian. Bila Anda memiliki perkebunan, pastikanlah tak ada larva yang memakan akar tanaman yang ditanam. Dan bila Anda memiliki usaha konstruksi, pastikanlah area lahan sudah aman dari rayap ataupun larva yang destruktif.

Hal yang sama berlaku pada industri furniture. Industri furniture bisa terancam akibat serangan hama uset khususnya dari golongan teter.

Treatment antihama perlu dilakukan. Environmental Protection Agency atau EPA, lembaga lingkungan di Amerika serikat membagi treatment antihama menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Treatment tanpa bahan kimia, misalnya dengan memastikan lahan selalu kering
2. Treatment dengan bahan kimia, misalnya dengan menggunakan produk untuk mengatasi hama.

Secara umum, treatment dengan bahan kimia jauh lebih efektif. Kita hanya perlu menerapkan treatment secara tidak berlebihan. Jadi, dampak penggunaan bahan kimia bisa diminimalisir.

Spesifikasi caranya sendiri dijelaskan di bawah ini.

uset yang memakan kayu

Treatment Antiuset pada Industri Furniture dan Perkayuan

Kumbang pengebor kayu, sebagaimana disinggung di atas, menghasilkan larva yang disebut sebagai teter. Teter hidup di dalam bahan kayu baik itu kayu mebel, kerajinan, tiang bangunan, dan lain sebagainya.

Keberadaan hama teter dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Jangan kaget ketika mendapati bagian dalam kayu sudah berlubang dimakan oleh larva putih ini. Pencegahan sangat perlu dilakukan sejak kayu ditebang.

Metode pencegahan hama yang menyerang kayu yang bisa dilakukan cukup beragam, antara lain:

1. Metode pemulasan, di mana cairan antihama dioleskan dengan kuas di permukaan kayu
2. Metode perendaman, di mana kayu direndam dalam cairan antihama
3. Metode vakum tekan di mana kayu diresapi dengan cairan antihama dalam sebuah mesin khusus

Metode ketiga, vakum tekan adalah yang paling efektif, disusul metode rendam lalu metode pemulasan. Selain pemilihan metodenya, yang juga penting diperhatikan adalah obat yang digunakan.
BioCide Insecticide adalah salah satu antihama yang bekerja efektif membasmi teter, terutama uset. Bahan ini bukan hanya bekerja efektif dan tahan lama, namun juga diformulasikan menurut standar keamanan EPA Amerika Serikat.

Treatment Antiuset Pada Bangunan

Rayap dan berbagai jenis larva juga bisa menyebabkan kerusakan pada bangunan. Untuk kebutuhan ini, bisa dilakukan treatment pengendalian hama khusus untuk konstruksi, yaitu:

1. Treatment Pra-konstruksi: Dilakukan sebelum bangunan diselesaikan. Metodenya bisa dilakukan dengan pengeringan lahan, penuangan antirayap ke tanah di sekitar bangunan.
2. Treatment Pasca-konstruksi: Dilakukan setelah bangunan selesai didirikan. Treatment ini pada dasarnya adalah proses perawatan gedung dari hama yang dilakukan secara berkala.

Bila Metodenya Tepat, Uset pun Pasti Pergi

Pada akhirnya, dengan cara yang tepat, berbagai jenis hama seperti larva ataupun ratu rayap yang disebut uset pasti akan bisa dihilangkan. Anda cukup memilih metode terbaik dengan antihama berkualitas seperti BioCide Insecticide.