Begini Cara Mengawetkan Kayu Mangga yang Harus Anda Tahu

kayu mangga indahKeindahan kayu mangga rasanya memang tak perlu diragukan lagi. Pola seratnya yang tak berbentuk justru membuat kayu ini terlihat khas dan unik. Tak heran bila kayu mangga memiliki banyak peminat. Bahkan meski awalnya kayu ini hanya digunakan sebagai material pengganti mahoni saja.

Sayangnya, sebagaimana berbagai hal pada umumnya, mangga juga memiliki sisi kelemahan. Salah satu sisi kelemahan tersebut terkait tingkat keawetan kayu ini. Hal itulah yang membuat aplikasi cara mengawetkan kayu mangga harus dilakukan semaksimal mungkin.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara mengawetkan kayu mangga yang bisa Anda ikuti sesuai alur produksi mebel.

2 Tahapan Cara Mengawetkan Kayu Mangga

Pengawetan Setelah Penebangan

cara mengawetkan kayu manggaSemua kayu yang baru ditebang sangat rentan terserang hama, tak terkecuali mangga. Apalagi, jenis kayu ini bukan tergolong kayu yang awet seperti jati.

Salah satu ancaman serius yang harus diwaspadai adalah serangan jamur blue stain. Kondisi kayu dengan kadar air tinggi bisa berakibat kerusakan akibat organisme tersebut. Blue stain sendiri adalah jamur noda yang bisa membuat warna kayu berubah menjadi biru, kehitaman, hingga kecoklatan. Warna-warna tersebut tidak akan hilang dengan penggosokkan karena letak sel blue stain berada dan terikat di antara jaringan sel kayu mangga. Bisa dikatakan treatment pencegahan adalah solusi terbaik yang kita miliki.

Untuk menerapkan treatment ini, aplikasikan metode yang sederhana seperti pengkuasan. Kuaskan larutan pengawet yang terdiri dari antijamur Microcide 100 EC dan antiserangga Insecticide 100 EC ke bagian pinggir kayu mangga. Cara ini meski tidak seefektif metode lainnya, tapi cukup untuk memberikan perlindungan yang sifatnya sementara.

Pengawetan Setelah Kayu Digergaji

Pasca kayu mangga dipotong, terapkan treatment pengawetan dengan metode yang lebih baik. Salah satu metode yang bisa Anda pilih adalah perendaman. Caranya dengan merendam kayu mangga gergajian ke dalam larutan bahan pengawet yang terdiri dari Insecticide 100 EC sebagai obat antiserangga dan Microcide 100 EC sebagai obat antijamur.

Cara ini diharapkan bisa memberikan perlindungan hingga kayu mangga berhasil diolah menjadi berbagai produk. Sehingga, selain membuat produk tersebut lebih awet, proses produksi juga akan berjalan lebih lancar.

Demikian informasi mengenai pengawetan kayu mangga. Informasi lebih lanjut dan pemesanan produk pengawetan kayu mangga, bisa Anda dapatkan dengan menghubungi kami via kontak yang disediakan.

 

Leave a Comment