Harus Anda Baca Sebelum Membuat Furniture dari Kayu Bekas!

0
446
kerusakan kayu

Omset milyaran rupiah bisa dinikmati seorang pengusaha mebel berkat menjual furniture dari kayu bekas. Tertarik mengikuti langkah ini? Boleh saja untuk mulai membuat furniture dari kayu bekas. Tapi ingat, pastikan bahwa kayu bekas yang Anda gunakan tidak mengandung bibit-bibit rayap.

Dilansir dari katadata.co.id, seorang pengusaha mampu meraup omset hingga 9 milyar rupiah berkat menjual produk mebel dari kayu bekas. Keuntungan besar ini awalnya tidak disangka-sangka. Pasalnya, setelah mengalami lesunya omset gara-gara permintaan mebel dari luar negeri merosot, ide menggunakan kayu bekas seperti hanya sebuah jalan alternatif. Tetapi, ternyata justru di situlah keuntungan besar menanti. Dengan kayu baru yang makin sulit dicari, dan ilegal logging di sisi yang lain, ternyata pemakaian kayu bekas sebagai jalan alternatif malah lebih menguntungkan.

Sebetulnya, keuntungan yang didapat dari membuat furniture dari kayu bekas sendiri bisa dipahami. Mebel seperti ini sangat disukai pasar Eropa karena:

  1. Biasanya hadir dengan sajian desain yang menarik dan finishing vintage yang unik
  2. Merupakan produk eco friendly dan karenanya dianggap sebagai upaya melestarikan alam.

Poin kedua tersebut begitu penting karena berbagai persoalan lingkungan dewasa ini memang begitu memprihatinkan. Aktivitas penebangan hutan liar yang diduga menjadi sumber pencarian kayu baru membuat pasar Eropa kurang percaya dengan mebel dari kayu baru Indonesia. Oleh karena itulah, adanya mebel yang menarik dan kebetulan terbuat dari bahan bekas dianggap sebagai pilihan terbaik. Tak heran, omset besar bisa didapatkan. Apalagi, trend desain furniture dewasa ini juga berkisar di antara berbagai produk dengan desain natural, vintage, dan sejenisnya. Faktor-faktor inilah yang membuat mebel bekas begitu disukai. Selain tentu saja, furniture dengan tampilan bekas memang punya penggemar tersendiri, baik dari kalangan personal atau untuk tempat usaha seperti berbagai kafe.

kayu pallet bekas

Punya Tantangan Tersendiri

Meski demikian, sebetulnya membuat furniture dari kayu bekas memiliki tantangan tersendiri. Dan ”tantangan” tersebut bukanlah tantangan yang main-main.

  1. Pertama, tidak semua kayu bekas yang ditemukan bisa dipakai ulang.
  2. Kedua, kayu bekas memiliki usia yang lebih tua, karenanya sudah mengalami proses oksidasi. Proses ini memang menghasilkan tampilan yang menarik. Tapi sejatinya, proses tersebut mengancam kekokohan produk. Karena itulah, pembuatan mebel kayu bekas biasanya dilakukan pada kayu bekas yang masih baik, sedangkan tampilan oksidasinya adalah hasil finishing. Kadang malah kayu yang dipakai masih baru, lalu difinish dengan teknik finishing lawas.
  3. Ketiga, kayu-kayu bekas tersebut bisa jadi sudah mengandung bibit berbagai hama. Dua di antaranya adalah teter dan rayap! Keberadaan bibit aneka hama ini jelas harus diantisipasi sejak awal.

Persoalan pertama bisa diatasi dengan menyeleksi kayu dengan ketat. Sedangkan persoalan kedua bisa diatasi dengan menggunakan kayu yang masih bagus lalu mengecatnya dengan teknik finishing tua. Lantas bagaimana dengan persoalan ketiga? Bagaimana pula cara kita untuk tahu apakah dalam kayu tersebut ada hama seperti rayap atau tidak?

furniture kayu bekas

Rayap, Teter, dan Bioterorrism

Keberadaan telur atau bibit hama dalam kayu bekas, tak bisa dipungkiri merupakan persoalan serius kalau Anda berminat untuk membuat furniture dari kayu bekas. Mengapa demikian? Tentu saja ada beberapa alasannya. Dan alasan itu bukan sekedar kerusakan satu dua mebel saja.

  1. Proses produksi akan terganggu. Kalau yang terkena serangan rayap dan totor hanya satu dua mebel, tentu tak masalah. Tapi bagaimana kalau banyak? Tenaga, waktu, dan dana bisa habis untuk sekedar perbaikan, bukan untuk membuat produk yang baru.
  2. Konsumen Anda akan kehilangan kepercayaan terhadap produk Anda. Putus perjanjian bisnis bisa terjadi, dan Anda bisa dituntut atas kerugian yang dialami oleh konsumen.
  3. Terkena undang-undang Bioterorisme dan sejenisnya. Untuk ekspor produk, ada banyak syarat ketat yang harus dilalui. Salah satunya, adalah tidak membawa masuk hama ke negara tujuan ekspor. Pelanggaran akan hal ini sangat berat, termasuk ketika Anda sebenarnya tidak melakukannya dengan sengaja.
kayu tua diserang kumbang
Kumbang dan rayap seringkali bersarang di bagian dalam kayu

Solusi Terbaik sebelum Membuat Furniture dari Kayu Bekas

Memperhatikan ketiga persoalan serius di atas, tidak bisa tidak bahwa bila kita ingin memulai usaha bisnis mebel bekas, maka kita perlu mengantisipasi masalah ini. Caranya? Sederhana saja. Caranya bisa dilakukan dengan mengaplikasikan obat anti hama atau anti serangga kayu. Tetapi syaratnya, obat-obat atau insektisida ini harus memiliki kemampuan untuk membunuh telur rayap ataupun teter.

rayap

Di industri woodworking, pemakaian obat rayap dan totor sebenarnya sudah dilakukan oleh bebarapa kalangan pengusaha mebel Indonesia, terutama yang skalanya besar. Treatment dilakukan dengan serius karena ancaman bila tidak melakukan treatment juga besar. Bagi Anda yang ingin membuat furniture dari kayu bekas untuk dijual, jelas treatment harus dilakukan dengan baik. Untuk obatnya, kami rekomendasikan secara khusus, BioCide Insecticide.

kumbang bubuk kayu

BioCide Insectide untuk Cegah Rayap dan Teter

BioCide Insecticide merupakan insektisida khusus untuk industri woodworking yang bisa Anda gunakan sebagai treatment pengawetan kayu sebelum membuat furniture dari kayu bekas. Insektisida ini menggunakan bahan aktif Cypermethrin yang bekerja secara efektif melindungi kayu serta bahan kaya selulosa dari berbagai serangga perusak kayu.

Dibanding insektisida yang lain, BioCide Insectice memiliki berbagai keunggulan sebagai berikut.

  1. Memiliki efek yang sangat kuat untuk mencegah hama dan membasminya
  2. Spektrum target organisme sangat luas. Insektisida ini bisa dipakai untuk mengatasi semut, rayap, teter, kecoa, dan berbagai perusak kayu lainnya.
  3. Bahan aktif yang stabil dan memiliki efek yang lama
  4. Dari aspek keamanan, lebih aman dibanding insektisida yang lain
  5. Metode penggunaan yang mudah, meski tetap harus dilakukan dengan kehati-hatian
  6. Tidak menggunakan pelarut solvent, melainkan air, sehingga pemakaiannya jauh lebih hemat
  7. Dapat diaplikasikan untuk berbagai metode, mulai dari metode spray sampai metode injeksi
obat treatment anti rayap pra konstruksi
Biocide Insecticide, antiserangga untuk pencegahan rayap pada furniture

Cara Menggunakan BioCide Insecticide

Pencegahan rayap menggunakan BioCide sebelum membuat furniture dari kayu bekas bisa dilakukan dengan berbagai metode. Misalnya adalah metode semprot, metode kuas, dan metode rendam. Diurutkan dari efektivitasnya, metode perendaman adalah yang paling bagus. Metode ini akan membuat cypermethrin dalam kandungan BioCide Insecticde lebih meresap ke dalam kayu, menjangkau bagian dalam material tersebut.

Tertarik untuk membeli insektisida ini? Kini, BioCide Insecticide sudah bisa didapatkan dengan cara yang lebih mudah. Untuk membuat furniture dari kayu bekas dengan kualitas baik, belilah BioCide Insecticide dengan pembelian online pada website ini. Caranya, lakukan kontak dengan CS (Customer Service) kami. Berikutnya, lakukan pemesanan produk dengan format yang berisi keterangan nama pemesan (Anda), produk yang ingin dibeli, jumlah produk BioCide Insecticide yang ingin dibeli, serta alamat pengiriman.

mebel-kayu-bekas

Yuk, segera beli BioCide Insecticide untuk mebel yang lebih berkualitas!

SHARE

Leave a Reply