Kelebihan dan Kekurangan Parket Kayu Kelapa

Berkat kelimpahannya di berbagai wilayah Indonesia, kayu kelapa telah lama digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan. Sebut saja produk-produk seperti mebel, kerajinan, hingga barang-barang dekoratif. Kayu kelapa juga sering diandalkan untuk kebutuhan konstruksi bangunan seperti tiang dan jembatan. Selain itu, produk lain yang sangat terkenal dari bahan kayu ini adalah parket. Parket kayu kelapa menawarkan berbagai keunggulan menarik hingga telah lama menjadi andalan ekspor berbagai negara.

Keunggulan Parket Kayu Kelapa

Estetika Unik

Kelapa bukan tumbuhan dikotil sebagaimana mangga dan jati. Hal ini membuat karakter kayunya sangat berbeda dengan kayu dikotil yang biasa kita kenal. Coraknya pun secara umum sangat menarik. Tampak dengan jelas serat-serat warna coklat tua dan coklat muda pada substratnya. Seratnya tersebut juga pendek sehingga memberikan kesan seperti loreng-loreng yang menawan. Bagi yang suka dengan tampilan lantai “meriah”, pilihan parket kelapa bisa jadi opsi yang pas.

Kelas Kuat II dan III

Kayu kelapa atau biasa disebut juga glugu termasuk dalam kayu kelas kuat II dan III. Ia memang tidak sekuat jati akan tetapi mampu memberikan kekuatan yang baik sebagai lantai parquet. Berat jenisnya sendiri berkisar antara 0,5 hingga 0,9. Sedangkan densitas atau kerapatannya 400 kg/meter3.

Ekspor dengan Predikat Ramah Lingkungan

Berkaitan dengan jumlahnya yang begitu melimpah, pemanfaatan kelapa dianggap tidak membahayakan alam. Penggunaan kayu ini tak akan bermasalah sebagaimana penggunaan sonokeling. Tahukah Anda sejak tahun 1998, sonokeling termasuk kayu yang dilindungi karena terancam punah? Hal ini merembet dialami berbagai kayu lainnya. Sebabnya apalagi bila bukan penebangan kayu yang kurang bertanggung jawab.

Di sisi lain, kayu kelapa masih banyak dicari dan ditemukan di berbagai lokasi. Ekspor produk glugu termasuk parket kayu kelapa bukanlah hal yang mengkhawatirkan termasuk ekspor ke negara-negara yang terkenal ketat peraturannya. Bahkan produk kayu kelapa dengan mudah bisa mendapatkan sertifikat eco-labeling. Tentu saja selain memuluskan usaha, kita telah turut berkontribusi pada kelestarian alam dengan menggunakan kayu yang masih banyak ini.

Apa Kelemahannya?

Tak ada produk yang tak memiliki kelemahan. Salah satu kekurangan kayu kelapa adalah tingkat keawetannya yang masih perlu ditingkatkan. Material ini rentan rusak akibat diserang jamur maupun serangga. Untuk itulah, dalam pengolahan kayu kelapa menjadi parket dan produk lain, perlu dilakukan treatment pengawetan. Prinsipnya sederhana saja, yakni mengobati kayu menggunakan insektisida dan fungisida. Sehingga, kayu menjadi toksik bagi hama dan bisa bertahan lebih lama.

Leave a Comment