Kerusakan Akibat Common Furniture Beetle dan Antisipasinya

Sebagai salah satu hama kayu, kerusakan akibat common furniture beetle bisa menimbulkan kerugian dengan nominal tak sedikit. Berbeda dengan serangan beberapa hama lain, serangga ini bisa membuat kayu keropos hingga tak bisa digunakan lagi.

Kayu adalah material organik yang menjadi media hidup berbagai organisme. Material ini juga merupakan sumber energi berbagai jenis organisme tersebut. Kondisi alamiah ini merupakan tantangan bagi manusia yang menggunakan kayu untuk produk-produk seperti mebel. Menghalangi dekomposisi yang menjadi penyebab kayu lapuk jelas tidak mungkin dilakukan. Solusi terbaik adalah mengundur waktu sampai kayu rusak. Dalam industri kayu profesional usaha ini sering disebut sebagai treatment pengawetan kayu atau wood preservative.

Salah satu bahan yang biasa digunakan dalam treatment adalah anti serangga. Penggunaan anti serangga sangat penting karena banyak spesies golongan tersebut menjadikan kayu sebagai habitat dan makanannya. Contoh paling umum adalah common furniture beetle dari kelompok wood boring. Berbeda dengan spesies lain, sifat destruksi serangga ini tergolong masif. Bila beberapa jenis jamur seperti jamur blue stain hanya menyebabkan kerusakan estetika, common furniture beetle dan kelompok wood boring lainnya membuat kayu rusak secara struktural ataupun estetika.  

Saat Larva adalah Fase Paling Destruktif

Kerusakan akibat common furniture beetle terutama terjadi pada fase larva
Kerusakan akibat common furniture beetle terutama terjadi pada fase larva

Fase paling destruktif yang menjadi penyebab utama kerusakan akibat common furniture beetle adalah saat berbentuk larva. Awalnya, induk kumbang meletakkan telurnya dalam kayu lewat celah yang ada. Telur yang menetas menjadi larva selanjutnya menggerogoti material tersebut selama 2-5 tahun fase hidupnya. Aktivitas ini tergolong sulit terdeteksi lantaran berlangsung di bawah permukaan kayu. Infeksi ulang biasanya lebih mudah diketahui karena memanfaatkan lubang lama yang dibuat sebagai jalan keluar kumbang terdahulu. Dari lubang tersebut kadang keluar bubuk kayu sebagai kotoran hasil metabolisme. Pada kasus yang parah, kayu menjadi keropos dengan banyak terowongan kecil penuh bubuk.

Antisipasi Kerusakan akibat Common Furniture Beetle dengan Permethrine 125 EC

Kerusakan akibat Common wood beetle
Kerusakan akibat Common wood beetle

Karena menimbulkan kayu keropos, kerusakan akibat common furniture beetle akan menyebabkan jumlah kerugian dengan nominal tak sedikit. Meski biasanya menyerang kayu tua, namun tetap harus diwaspadai pada kayu muda apalagi tergolong sebagai kayu bergetah seperti pinus.

Di Indonesia, kasus kerusakan akibat common furniture beetle atau serangga furniture umum belum pernah terjadi. Ini disebabkan karena persebaran serangga bernama ilmiah Anobium punctatum itu tidak mencakup seluruh wilayah negara. Namun, melakukan antisipasi tentu bukan sesuatu hal salah bila produk kayu akan diekspor di negara dengan serangan common furniture beetle yang tinggi, seperti Australia. Dengan demikian, produk kayu akan memiliki nilai tawar lebih tinggi.

Aplikasi antisipasinya tak perlu dibuat terlalu khusus. Cukup aplikasikan insektisida spektrum luas yang efektif membasmi serangga hama khas Indonesia juga efektif untuk membasmi serangga lain, misalnya Permethrine 125 EC. Bahan aktif permethrin dalam produk tersebut bersifat neurotoksik dan bisa membasmi berbagai jenis hewan berdarah dingin seperti common furniture beetle. Sifatnya sebagai racun kontak juga mampu mematikan telur yang kontak langsung dengan zat tersebut. Hal ini jelas tak bisa terjadi pada insektisida racun lambung yang hanya bisa meracuni saat dimakan. Padahal, telur serangga ini jelas belum memakan substrat kayu. (*)

alterntif text

Kontak dan Pemesanan

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, silahkan hubungi Customer Care kami di +62.274.388.301 dan email di [email protected]

Kerusakan Akibat Common Furniture Beetle dan Antisipasinya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply