Memahami Lebih Dekat Teknik Pengawetan Kayu

Teknik pengawetan kayu bukan merupakan sebuah usaha tunggal. Teknik ini melibatkan banyak bahan dan cara kerja. Pasalnya, pengawetan kayu bukanlah satu treatment untuk mengantisipasi satu faktor yang menjadi ancaman. Ada beragam isu yang harus diperhatikan. Apalagi kayu sebagai material organik sangat rentan rusak akibat faktor abiotik maupun biotik. Usaha pengawetan kayu sendiri umumnya fokus pada ancaman biotik seperti jamur dan kumbang bubuk.

Teknik Pengawetan Kayu Setelah Ditebang, Sebelum Disimpan/Dikirim

INSECTICIDE 100 ECSetelah proses penebangan, kayu-kayu harus segera dikeringkan agar tidak ditumbuhi jamur dan densitasnya berkurang. Yang jadi kendala, proses pengeringan tidak bisa dilakukan dengan cepat dan alatnya pun terbatas. Karenanya, sering para pengrajin kayu harus rela memotong bagian ujung kayunya yang terlanjur terserang blue stain.

Untuk mengantisipasi persoalan ini, dapat digunakan Microcide 100/100 EC. Anti jamur blue stain tersebut bisa dikuaskan pada bagian ujung kayu sebelum aplikasi lebih lengkap dengan obat pengawet lainna (Insecticide 100 EC untuk antisipasi serangga hama). Berikut ini beberapa teknik pengawetan kayu yang dapat diterapkan:

Vakum Tekan

Teknik ini mengandalkan sebuah mesin vakum tekan dengan komponen ruangan yang bisa diatur kadar udara dan tekanan di dalamnya. Kayu-kayu dimasukkan dalam ruangan tersebut bersama larutan pengawet agar meresap pada substrat kayu. Agar peresapan efektif, tekanan di atur sedemikian rupa. s

Perendaman

teknik pengawetan kayu
mesin vakum tekan

Teknik perendaman dilakukan dengan merendamkan kayu pada larutan obat pengawet. Teknik ini terdiri dari berbagai varian dari mulai perendaman panas, dingin, hingga panas-dingin.

alterntif text

Pengkuasan dan Spray

Teknik pengkuasan dan spraying (penyemprotan) merupakan teknik paling mudah. Namun dibanding cara lainnya, teknik ini adalah yang paling kurang efektif.

Teknik Pengawetan Kayu Ketika Pengiriman dan Finishing

Setelah kayu-kayu ditreatment dengan salah satu dari cara yang disebut di atas, pemantauan terhadap kualitas kayu harus diteruskan. Ketika kayu disimpan atau dikirim, faktor-faktor di bawah ini harus benar-benar diperhatikan:

  1. Kelembaban ruang kontainer atau gudang
  2. Kebersihan kontainer atau gudang
  3. Penggunaan Container Desicant Pole sebagai penyerap kelembaban

Ketiganya sangat krusial karena bila diabaikan dapat meningkatkan resiko kayu terserang hama terutama jamur permukaan. Apalagi bila sebelumnya, kayu belum ditreatment dengan obat pengawet sama sekali. Serangan kumbang bubuk maupun rayap tinggal menunggu waktu.

Selanjutnya pada saat finishing, teknik bisa dilakukan dengan treatment film preservative. Film preservative adalah bahan yang dicampurkan pada bahan finishing atau cat agar bahan tersebut tidak mudah terserang hama. Kami merekomendasikan Anda menggunakanFilm Preservative FPR36 untuk aplikasi cara ini. Film Preservative FPR36 akan membuat kayu terlindung dari jamur permukaan.

Memahami Lebih Dekat Teknik Pengawetan Kayu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply