Selain coklat, ternyata ada juga lho kayu warna merah yang benar-benar alami. Kayu tersebut umum disebut bloodwood dan berasal dari benua Afrika.

Coba lihat aneka produk kayu di sekitar Anda. Perhatikan buffet, meja, hingga kursi Anda. Sebutkan warna dari produk-produk kayu tersebut.

Kebanyakan pasti menjawab warna coklat. Berikutnya, warna hitam mendominasi jawaban.

Warna pada sebuah kayu pada akhirnya menjadi salah satu identitas material terkait. Warna memengaruhi kesan-kesan yang dipersepsi manusia.

Kayu yang berwarna jingga kecoklatan seperti jati memiliki kesan mewah sekaligus elegan. Adapun, kayu eboni Makassar yang hitam bisa memberikan kesan yang lebih misterius dan juga tenang.

Kayu Warna Merah juga Ada lho!

Selain warna-warna yang umum seperti coklat, ternyata kayu dengan warna merah natual juga ada lho. Misalnya saja bloodwood.

Bloodwood yang disebut warga lokal sebagai satine itu memiliki tampilan merah yang benar-benar cerah. Kayu ini pun secara umum menampilkan kesan yang tegas dan jelas.

kayu warna merah

Karakteristik Kayu Warna Merah Bloodwood

Untuk mengenal suatu produk kayu, tentu kita harus mengenal karakteristiknya. Dan berikut ini ialah detail ciri-ciri bloodwood.

Detail Keterangan Rinci Satine

  1. Nama ilmiah: Brosimum rubescens
  2. Warna: merah. Warna bisa berubah seiring eksposi pada udara dan cahaya menjadi agak kecoklatan.
  3. Penggunaan: interior dan eksterior
  4. Ciri khusus: sangat padat dan berat. Secara umum tahan pada pembusukan.
  5. Pengolahan: secara umum agak sulit untuk diolah. Misalnya ketika dipotong, hasilnya terlihat tidak bagus. Kadang kayu juga mudah pecah ketika sedang dalam proses pengerjaan.

Karakteristik Kayu Warna Merah Bloodwood lainnya

  1. Warna gubal: tampak berwarna pucat keputihan. Bagian ini jarang diekspor sehingga banyak yang mengira bahwa keseluruhan bloodwood berwarna merah.
  2. Warna teras (heartwood): merah cerah yang akan berubah menjadi kecoklatan seperti dijelaskan di atas.
  3. Tekstur dan pola serat: Serat umumnya lurus dengan sedikit interlocked di sana-sini. Teksturnya sendiri lumayan halus.
  4. Endgrain: terlihat pori besar yang saling berdifusi dengan jumlah tak banyak.
  5. Bau kayu: memiliki bau yang cukup terasa ketika diolah.
  6. Toksisitas dan kandungan allergen: serbuknya bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan pusing-pusing di kepala.

Secara umum bisa kita katakan bahwa kayu warna merah ini memiliki potensi menggiurkan untuk dimanfaatkan. Warna merah menyalanya adalah suatu keunggulan yang dapat digunakan untuk membuat beragam mebel.

alterntif text

Namun, harus dipahami bahwa kayu ini pun tidak sempurna. Salah satu kekurangan utama dari kayu merah adalah sifatnya yang cenderung sulit untuk diolah karena densitas yang tinggi.

Penggunaan

Di daerah asalnya, Satine telah digunakan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya untuk membuat rumah hingga perabot.

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan bloodwood menjadi lebih luas. Hingga kini, bloodwood umum digunakan untuk pembuatan aneka jenis carving atau ukiran, mebel, alat musik gitar, pegangan pisau, dan pegangan alat lainnya. Kayu warna merah ini juga umum digunakan untuk rangka bangunan, terutama yang membutuhkan syarat-syarat keindahan.

Karena demand yang tinggi di pasaran, cukup banyak orang yang mengolah kayu ini untuk dijadikan veneer. Produk veneer yang lebih murah dan lebih ringan kemudian dikirimkan ke berbagai negara yang tertarik dengan tampilan merah menyala kayu ini.

Apakah di Indonesia ada Kayu Warna Merah Seperti Bloodwood?

Sayangnya tidak. Indonesia memang memiliki banyak kayu dengan warna yang cantik. Misalnya saja, eboni Makassar yang berwarna hitam, dan jati yang berwarna oranye keemasan.

Namun untuk warna merah yang “vivid” seperti bloodwood, jawabannya memang tak ada. Hanya ada beberapa kayu yang hadir dengan aksen merah. Misalnya saja kayu merbau yang kadang memiliki warna hitam dengan semu merah.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Sebab warna merah pada kayu tetap bisa didapatkan. Caranya tentu saja dengan melakukan finishing. Anda tinggal membeli cat yang cocok di toko langganan.

Agar warna tersebut tampak natural, aplikasikanlah warna merah yang transparan (tanpa dempul solid color). Dengan demikian, pola serat kayu masih akan terlihat dengan jelas
Memang hasilnya tidak sealami dan secantik bloodwood. Namun setidaknya, bisa disediakan kayu yang memiliki warna merah yang cantik.

Apapun Kayunya, Gunakan Selalu BioCide Insecticide

Bloodwood memang tak ada di Indonesia. Namun, sama seperti kayu Indonesia lainnya, kayu ini juga perlu diawetkan. Terutama, pengawetan dari serangan serangga.

Anda mungkin berpikir bahwa hal ini tidak diperlukan. Bukankah kayu seperti bloodwood memiliki resistensi yang tinggi? Lantas kenapa harus diawetkan?

Jawabannya ialah untuk standarisasi. Selain itu, pengawetan kayu pun secara umum memberikan keuntungan bagi berbagai pihak.

Untuk kebutuhan ini sendiri, kami merekomendasikan Anda antiserangga, BioCide Insecticide. BioCide Insecticide menggunakan formula cypermethrin 100 EC.

BioCide Insecticide bisa Anda gunakan untuk membuat kayu tidak disukai rayap, teter, dan berbagai serangga hama yang lain.

biocide

Kelebihan-kelebihan BioCide Insecticide

Bukan tanpa alasan BioCide Insecticide direkomendasikan. Berikut ini beberapa keungulan BioCide Insecticide:

  1. Memiliki spektrum organisme target yang luas. Jadi, produk ini bisa dipakai untuk mencegah hampir semua serangga yang umum menyerang kayu baik itu teter, semut, hingga rayap.
  2. Memiliki kinerja yang sangat efektif dan juga sangat efisien.
  3. Tidak menyebabkan kayu jadi rusak dan berbagai masalah estetika yang lain
  4. Merupakan produk yang cukup mudah untuk digunakan. Anda bisa menjadikannya sebagai larutan perendaman atau sebagai larutan untuk dioleskan.
  5. Produk yang sangat hemat karena konsentrasinya tinggi dan kemasannya pun cocok untuk kebutuhan profesional. Jadi, Anda bisa menghemat budget dan mendapatkan keuntungan ekstra.
  6. Diregulasikan sesuai standar keamanan untuk produk pestisida. Dengan demikian, penggunaan produk ini lebih aman.
  7. Harga terjangkau dibanding kualitas yang ditawarkannya. Hal ini berbeda dengan beberapa antiserangga yang dijual murah namun mengorbankan kualitasnya.

Simpulan

Poin-poin yang bisa kita simpulkan berdasarkan penjelasan di atas antara lain ialah:

  1. Tiap jenis kayu memiliki karakteristiknya masing-masing. Termasuk, karakteristik dalam hal estetika atau keindahan. Umumnya, yang menentukan keindahan kayu sendiri ialah warnanya.
  2. Warna akan memberikan kesan-kesan khusus. Dan, di antara berbagai warna kayu di dunia, merah merupakan warna yang langka.
  3. Salah satu contoh kayu warna merah alami adalah bloodwood dari Afrika. Dengan warnanya tersebut, kayu tampak sangat berkarakter dan unik.
  4. Bagaimana dengan Indonesia? Adakah kayu dengan warna seperti ini? Jawabannya tidak ada. Namun, ada beberapa kayu yang memiliki aksen kemerahan. Selain itu, untuk mendapatkan warna merah, kita juga bisa melakukan pengecatan.
  5. Yang penting, jangan lupa bahwa untuk setiap pengolahan kayu, andalkan selalu BioCide Insecticide sebagai anti hama.

Semoga informasi tentang kayu warna merah ini bermanfaat untuk Anda. Terus update informasi menarik yang lainnya tetap di antiserangga.com!

Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
lynda course free download
Mengenal Kayu Warna Merah Memesona, Bloodwood dari Benua Afrika
alterntif text

Leave a Reply