5 Perbedaan antara Sofa Rotan Organik dan Sintetis

Di antara banyak hasil hutan, salah satu yang sering digunakan dalam bidang mebel adalah rotan organik atau rotan alami. Tanaman yang berada dalam keluarga Palmae tersebut wajib disejajarkan dengan kayu serta bambu sebagai bahan yang sangat bisa diandalkan untuk bahan mebel.

Di Indonesia, ekspor produk rotan menyumbang signifikan pada performa industri furnitur dan kerajinan nasional. Di era pandemi, ekspor produk rotan tercatat mengalami kenaikan kurang lebih 4% selama rentang tahun 2020.

Ada beragam jenis produk mebel yang bisa dibuat dari rotan. Salah satu yang cukup laris adalah sofa rotan. Sofa rotan adalah salah satu produk material nonkayu, sofa rotan memiliki kekhasan dibanding sofa dari bahan lainnya. Sofa rotan punya dua niali besat yang ditawarkan kepada konsumen.

  1. Memberikan sensasi elastis ketika diduduki
  2. Tampilan yang khas, termasuk tampilan anyamannya

Namun, tidak bisa dimungkiri, selain rotan asli, beredar juga rotan palsu. Rotan palsu terbuat dari bahan plastik dan juga umum disebut sebagai rotan sintetik.

Bahan ini pun kerap juga digunakan dalam pembuatan sofa rotan. Bagaimanakah perbandingan di antara keduanya jenis rotan ini? Mari simak 5 perbedaannya berikut ini.

5 Perbedaan Sofa Rotan Organik dan Sintetis

1. Tampilan dan Tekstur

Bagaimana pun juga, bahan alami selalu terlihat berbeda jika dibandingkan dengan bahan sintetis. Bahan alami umumnya tidak glossy, agak kasar, dan juga tidak memiliki tampilan yang terlalu “ideal.” Adanya ketidaksempurnaan justru kadang menjadi penanda bahwa suatu benda bersifat organik.

alterntif text
Sofa rotan plastik
Sofa rotan plastik

Adapun rotan sintetis biasanya sangat mulus, pasti glossy (atau kadang semi gloss), dan memiliki tampilan yang bersifat karikaturik. Artinya, tampilan rota sintetis, tampilannya hampir selalu seperti gambaran ideal kita mengenai bahan tersebut.

Selain tampilannya, kita juga bisa membedakan rotan asli dan sintetis dari teksturnya. Bila sofa yang disentuh sangat licin, bisa jadi sofa tersebut terbuat dari plastik. Sedangkan bila sofa yang disentuh memiliki tekstur khas material kaya selulosa, besar kemungkinan sofa tersebut terbuat dari material asli.

2. Berat dan Kekuatan

sofa rotan asli vs palsu
sofa rotan asli, Image: wickerwarehouse.com

Perbedaan sofa organik dan sintetis berikutnya juga bisa dilihat dari bobot atau beratnya. Hampir selalu, sofa rotan plastik memiliki bobot yang lebih ringan, sedangkan sofa rotan organik memiliki bobot yang lebih berat.

Jadi bila masih ragu untuk membedakan sofa rotan sintetis dengan yang asli, cobalah untuk mengangkat mebel tersebut. Rasakan perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya.

Aspek berat sendiri pada akhirnya akan memengaruhi kekuatan furniture. Sofa rotan asli yang lebih berat jelas lebih kuat dibanding sofa plastik yang ringan.

          Baca Juga: Inspirasi 7 Model Kursi Teras Rotan Paling Bagus

3. Hama

Bila Anda membaca artikel di internet tentang kelebihan sofa rotan plastik, Anda pasti akan mendapatkan penjelasan bahwa produk tersebut lebih tahan hama. Namun benarkah klaim tersebut?

Sebenarnya tidak tepat mengatakan demikian. Sebab, jamur atau rayap juga bisa merusak bahan nonorganic. Rayap Formosa contohnya. Rayap ini dikenal bisa mengunyah kabel hingga pipa. Memang, pengrusakan tersebut tidak dilakukan untuk memakan substrat bahan. Namun, sekiranya sofa rotan menghalangi kegiatan berburu mereka, pasti akan dirusak juga.

Di sisi lain, rotan organik justru bisa lebih tahan hama dibanding yang sintetis. Kuncinya terletak pada kualitas rotan yang digunakan dan treatment antirayap yang diterapkan.

Treatment antirayap dilakukan dengan meresapkan termisida yang bagus seperti BioCide Insecticide ke substrat rotan. Tindakan ini akan membuat rotan tidak sekadar dibenci rayap, melainkan beracun bagi rayap. Rayap yang amat destruktif seperti rayap Formosa pun akan menghindari sofa rotan yang rotannya sudah diawetkan dengan BioCide Insecticide.

4. Perbedaan Harga Rotan Organik dan Sintetis

Secara umum harga mebel rotan sintetis lebih murah dibanding yang asli. Kemunculan rotan plastik mulanya disebabkan karena kebutuhan akan produk yang lebih ekonomis.

5. Cara Perawatan

Dengan bahan yang berbeda, perawatan kedua jenis sofa berlainan. Untuk pembersihan yang lebih mendetil, kita mungkin perlu menggunakan kuas untuk menghilangkan debu pada anyaman rotan.

Mana yang Lebih Baik: Rotan Organik atau Sintetis?

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita katakan bahwa kedua sofa memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Ketika dibandingkan antara satu dengan yang lain, terlihat beberapa poin kekurangan sofa plastik dibanding yang organik.

Secara umum, sofa plastik/sintetis hanya memiliki kelebihan dalam hal harganya. Dibanding sofa rotan organik, sofa rotan sintetik jauh lebih ekonomis. Adapun pada aspek yang lain seperti keindahan dan kekuatan, rotan organik punya keunggulan lebih.

Lantas mana yang sebaiknya dibeli di antara kedua produk ini? Sofa rotan organik atau sintetis/palsu? Jawabannya tentu perlu Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan selera pribadi.

5 Perbedaan antara Sofa Rotan Organik dan Sintetis

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply