Kumbang Deathwatch, dari Mitos hingga Fakta

Selain memiliki mitos menakutkan, kumbang deathwatch juga bisa menyebabkan Anda rugi besar. Larva kumbang yang kecil dan lemah ternyata bisa mengakibatkan bangunan rusak parah.

Penampakan kumbang deathwatch dari family Anobiidae.
Penampakan kumbang deathwatch dari family Anobiidae.

Kelompok kumbang wood boring atau pegebor kayu terdiri dari family berbeda-beda. Salah satunya family Anobiidae yang anggotanya sering disebut sebagai kumbang deathwatch. Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia deathwatch bermakna jam kematian. Ia memiliki sejarah unik atas nama tersebut.

Menurut Integrated Pest Management (IPM) University of California, nama deathwatch berasal dari kebiasaan serangga ini mengetuk-ketukkan  kepalanya sebagai cara berkomunikasi. Pada malam sunyi dimana terdapat sanak keluarga sakit, ketukan ini dianggap sebagai tanda kematian. Tingginya angka mortalitas dan sains yang belum maju, menyebabkan mitos terus berkembang. Ketika suara ketukan berhasil diungkap sebagai suara serangga ini, nama deathwatch pun disematkan untuknya.

Fakta Mengerikan di Balik Mitos Menakutkan

Meski kenyataannya suara kumbang deatwatch bukan pertanda kematian, tetapi keberadaannya tetap harus diwaspadai. Sebagaimana kelompok wood boring lain, serangga ini bersifat destruktif pada kayu. Dikutip dari Bioindustries, fase paling destruktif ketika berbentuk larva. Larva kumbang yang terlihat kecil dan lemah rupanya mampu membuat bangunan goyah. Hal ini terjadi pada Katedral Lincoln.

Gereja Lincoln yang alami kerusakan akibat kumbang deathwatch.
Gereja Lincoln yang alami kerusakan akibat kumbang deathwatch.

Dikutip dari BBC (1/2/2015), Katedral Lincoln ditemukan rusak parah akibat serangan deathwatch beetle. Atap gereja kuno dari abad ke-11 di Inggris tersebut harus direnovasi besar-besaran. Carol Heidschuster, manajer operasional gereja bahkan mengungkapkan tak akan pernah bisa benar-benar menghilangkan keberadaan serangga ini. Mereka hanya bisa mengendalikan. Sebab, kayu-kayu yang digunakan pada gereja akan selalu menua dan mengalami peningkatan kelembaban. Dua kriteria yang sangat disukai kumbang deathwatch.

Mencegah Kumbang Deathwatch dengan Insektisida Permethrine 125 EC

Permethrine 125 EC.
Permethrine 125 EC.

Yang lebih mengkhawatirkan, keberadaan kumbang deathwatch sangat sulit dideteksi. Tanda-tandanya seringkali hanya berupa lubang kecil untuk keluar. Akibatnya, kerusakan baru diketahui setelah begitu parah. Karena itulah, langkah pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.

Kami menyarankan Anda menggunakan insektisida Permethrine 125 EC agar terhindar dari kerugian yang diakibatkan kumbang deathwatch. Produk ini akan memberikan perlindungan maksimal pada kayu. Aplikasikan insektisida ini dengan sistem injeksi untuk perlindungan dari bawah. Sedangkan untuk perlindungan atap dan bagian atas bangunan, Permethrine 125 EC bisa dimanfaatkan saat treatment sebelum finishing. Pastikan Anda menggunakan kayu berkualitas yang sudah diaplikasi dengan Permethrine 125 EC. Anda pun akan terhindar dari kerugian akibat serangga bernama menakutkan ini. (*)

Kontak dan Pemesanan

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, silahkan hubungi Customer Care kami di +62.274.388.301 dan email di [email protected]

Leave a Comment