Daftar Kayu Anti Rayap dan Cara Membuat Kayu Tahan Rayap

0
291
rangka atap bebas rayap (2)

Banyak cara bisa dilakukan untuk membuat sebuah produk kayu awet. Salah satunya dengan memilih salah satu dari daftar kayu anti rayap sebagai material pokoknya. Namun tahukah Anda bahwa kondisis resisten rayap bisa kita desain?

Berbagai cara dilakukan oleh para woodworking untuk menjamin mutu produk mereka. Industri ini pun tumbuh pesat dengan berbagai inovasi, peningkatan standar, dan juga berbagai pengujian. Salah satu yang terus ditingkatkan sampai saat ini adalah masalah keawetan produk. Tingkat keawetan produk kayu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun untuk lebih mudah memahami, tingkat keawetan kayu bermakna sama dengan ketahanan kayu pada aneka faktor yang bisa merusaknya. Dan dalam hal ini, salah satu faktor yang sering menjadi momok bagi para woodworker adalah rayap.

Serangga kecil bernama rayap bisa menyebabkan kerusakan parah pada suatu produk mebel. Untuk mengatasinya, salah satu yang paling mudah dilakukan adalah mencari kayu yang tidak mudah dimakan rayap. Seleksi seperti ini bahkan sudah dilakukan nenek moyang kita. Mereka biasanya mencari kayu-kayu tahan rayap sehingga bangunan dan mebel yang dibuat lebih awet.

Di zaman modern ini, pencarian kayu anti rayap pun terus dilakukan. Pengujian demi pengujian dilakukan. Sering, selain melihat jenis atau spesies kayunya, ketahanan pada serangga ini juga bisa dibedakan pada tipe kayu tersebut yang mencakup:

  1. Kayu teras
  2. Kayu gubal

Secara umum, kayu teras yang berada di dalam lingkar pohon lebih awet dibanding kayu gubal. Adapun berdasarkan jenisnya, berikut ini beberapa contoh kayu di Indonesia yang tahan atau tidak mudah dimakan serangga rayap.

Daftar Kayu Anti Rayap

  1. Jati
  2. Pacific Coast Cedar
  3. Mahoni, khususnya Honduran Mahogany
  4. Kayu Tualang
  5. Casuarinas Pine
  6. Kayu Sentang
  7. Kayu Kempas
  8. Kayu Merbau
  9. Kayu Ulin
  10. Kayu Kamper
  11. Dan beberapa lagi lainnya
kayu anti rayap

Dari berbagai kayu di atas, yang paling tahan tidak dimakan rayap sudah pasti adalah kayu jati. Popularitas jati yang begitu tinggi itu terjadi bukan tanpa alasan. Kayu tersebut memang sangat berkualitas termasuk dari aspek resistensi terhadap serangan rayap.

Tahukah Anda bahwa Kayu Anti Rayap juga Bisa ‘Dibuat’?

Di atas telah disebutkan apa saja daftar kayu yang memiliki sifat tahan tidak dimakan rayap. Secara umum dan mudah, cara untuk memperoleh kayu yang tahan rayap adalah dengan memilih kayu yang:

  1. Berasal dari kelompok kelas awet I atau II
  2. Kayu sudah tua, bukan kayu dari pohon yang masih muda
  3. Idealnya adalah memilih kayu teras bukan gubal. Kayu teras adalah kayu yang terletak di bagian dalam batang sebuah pohon. Kayu teras lebih tua dan berkualitas dibanding kayu gubal yang lebih mudah dan pada umumnya kualitasnya lebih di bawah kayu teras.
  4. Saat memilih kayu, hindari kayu yang sudah memiliki ciri terserang hama. Misalnya ada lubang-lubang kecil. Lubang tersebut bisa jadi sudah berisi telur-telur serangga. Namun yang jelas, adanya lubang menandakan kayu tersebut tak memiliki pertahanan yang baik pada hama

Namu tahukah Anda bahwa sebetulnya kondisi “tahan rayap” pada sebuah kayu pun bisa dibuat? Ya. Dengan cara tertentu, kita bahkan bisa mengubah kayu yang tak awet menjadi awet. Dan kita juga bisa meningkatkan kualitas kayu yang sudah tahan lama menjadi jauh lebih tahan lama terhadap serangan berbagai serangga. Caranya? Tentu saja dengan perlakuan preservasi kayu alias perlakuan pengawetan kayu.

usaha mebel kecil kayu sengon

Mengawetkan Kayu Menjadikan Kayu Anti Rayap / Tidak Mudah Dimakan Rayap

Kita bisa mengawetkan kayu dan membuatnya menjadi resisten terhadap serangan rayap. Di zaman dulu, orang sering menggunakan oli. Kayu dilumuri dengan oli sebelum digunakan. Dengan adanya lumuran oli dan resapannya ke dalam kayu, rayap dan serangga lain menjadi tidak “doyan” dan bahkan teracuni dengan kayu tersebut. Cara ini sederhana namun efektif. Akan tetapi, masih ada kekurangannya. Di antara berbagai kekurangan metode ini adalah kesulitan aplikasi finishing gara-gara ada lumuran oli.

Cara yang lebih tua biasa dilakukan orang Indonesia pada masa lalu. Mereka biasanya merendam kayu di sungai atau bahkan di got. Prinsipnya sederhana. Perendaman tersebut diharapkan membuat kayu terfermentasi oleh bakteri. Hasilnya, substrat kayu akan menjadi “tidak enak” bagi para hama. Dengan demikian, kayu pun menjadi bersifat “tahan rayap.” Namun demikian, sebagaimana metode pelumuran oli, cara ini pun memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah prosesnya yang biasanya memakan waktu lama sehingga tidak efisien.

Di zaman modern ini, treatment pengawetan dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Biasanya orang akan menggunakan bahan-bahan pengawet tersebut. Caranya pun sederhana. Bahan pengawet bisa diresapkan ke dalam substrat kayu dengan cara:

  1. Dikuaskan
  2. Dijadikan larutan celupan untuk kayu
  3. Dijadikan larutan rendaman untuk kayu
  4. Digunakan dalam metode khusus yakni metode vakum tekan yang menggunakan suatu alat canggih

Cara-cara ini mengandalkan efektivitas bahan pengawet. Khusus untuk tujuan pembuatan kayu anti rayap, maka bahan pengawet yang dipakai haruslah merupakan insektisida khususnya termisida (anti rayap).
Insektisida atau termisida diresapkan ke dalam kayu. Dengan demikian, rayap menjadi tidak suka bahkan teracuni ketika mencoba memakan kayu tersebut. Prinsip cara ini sebetulnya sama dengan prinsip di zaman dulu. Akan tetapi, tentu ada perbaikan di sana-sini. Misalnya dari segi lama proses, cara ini jelas tak memakan waktu lama. Pun begitu efeknya ketika kayu hendak difinish. Kayu secara umum tetap bisa dicat atau difinish dengan sangat baik.

Bahan Pengawet untuk Kayu Tahan Rayap yang Bagus

Di pasaran, produk pengawet anti rayap memang tidak banyak, namun bisa ditemukan. Salah satu yang paling bagus dan kami sediakan di antiserangga.com adalah BioCide Insecticide. Insektisida BioCide menggunakan formula dasar cypermethrin 100 EC. Selain memiliki daya basmi dan pengawetan yang bagus pada hama, insektisida ini juga mudah digunakan dan lebih aman karena menggunakan pelarut air. Selain itu, insektisida ini juga memiliki efek basmi yang juga kuat pada hama yang lain seperti teter atau kumbang bubuk, semut, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Salah satu cara paling mudah untuk membuat produk kayu yang awet adalah dengan memilih kayu yang juga awet. Aspek keawetan kayu bisa dilihat dari banyak sisi, salah satunya resistensi kayu terkait terhadap serangga rayap. Sebab, seperti yang kita tahu, rayap merupakan penyumbang kerusakan kayu yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Di Indonesia sendiri, telah terdapat beberapa kayu yang tidak mudah dimakan rayap. Salah satu jenis kayu dari keseluruhan daftar kayu tahan rayap yang terkenal tentu adalah jati. Kayu-kayu resisten rayap tersebut pada umumnya memiliki kandungan yang membuat rayap tidak suka atau bahkan toksik / beracun pada hama tersebut. Namun tahukah Anda bahwa kondisi anti rayap pun bisa “dibuat”? Ya. Dengan teknik pengawetan yang tepat kita bisa menyulap kayu yang tak tahan rayap menjadi kayu anti rayap.

SHARE

Leave a Reply