Lebih Dekat dengan Keawetan Kayu dan Cara Pengujiannya

keawetan kayu 2Sering kita mendengar bahwa jati adalah kayu yang awet sedangkan sengon adalah kayu yang kurang awet. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan awet dan tidak awetnya kayu tersebut? Mengikuti definisi saat ini, yang disebut dengan keawetan kayu adalah daya tahan kayu terhadap kerusakan yang diakibatkan faktor biotik seperti jamur dan serangga.

Tingkat keawetan sendiri ditentukan oleh beberapa faktor. Salah satunya ialah pengeluaran zat esktraktif yang bersifat toksik pada organisme. Jati sebagai kayu yang terkenal awet, misalnya, mampu menghasilkan zat ekstraktif tersebut dalam jumlah lebih besar daripada sengon. Dengan demikian, bisa kita katakan bahwa terdapat variasi keawetan antar jenis kayu yang ada.

Meskipun begitu, variasi keawetan antar kayu dalam satu spesies bahkan satu pohon pun juga nyata. Variasi keawetan antar kayu gubal dan teras adalah contohnya. Kayu gubal yang terdiri dari jaringan sel muda secara umum jauh lebih rentan terserang hama dibanding kayu teras. Sebab, pada jaringan muda tersebut, pengeluaran zat ekstraktif yang toksik pada organisme masih sangat terbatas. Metabolisme yang terjadi pada jaringan sel gubal lebih ditekankan pada pertumbuhan organel sel dan perkembangannya.

Dua Cara Pengujian Keawetan Kayu

Pengetahuan akan tingkat keawetan kayu sendiri bukannya sia-sia. Pengetahuan tersebut dapat digunakan sebagai bekal untuk proses woodworking yang lebih lancar. Sebagai contoh, karena kita tahu sengon adalah kayu yang kurang awet, maka treatment pengawetan pada material ini jauh lebih krusial dibanding pada jati.

Untuk menentukan awet tidaknya kayu sendiri ada beberapa cara. Dua cara di antaranya ialah:

Penguburan

Metode penguburan dilakukan dengan cara mengubur kayu dalam tanah. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi kayu diperiksa. Kelemahan metode ini adalah lamanya waktu yang harus dihabiskan, kondisi tanah yang sulit dikontrol, dan kesulitan memastikan penyebab kayu rusak.

Metode di Laboratorium

Metode ini didesain untuk mengatasi cara mengawetkan kayu dengan sistem penguburan. Waktu yang diperlukan lebih pendek dan kondisi pengujian lebih bisa dikontrol. Meski begitu, metode ini bukannya tanpa memiliki kelemahan. Kelemahan metode pengujian keawetan kayu yang dilakukan di laboratorium adalah kesulitan membiakkan organisme hama dan memastikan bahwa kondisi pengujian merepresentasikan kondisi lapangan.

alterntif text
Lebih Dekat dengan Keawetan Kayu dan Cara Pengujiannya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply