Ketahui 3 Aturan untuk Menebang Kayu dan Bambu yang Benar ini!

Banyak hal yang tak boleh diabaikan dalam industri pengolahan kayu dan bambu. Salah satunya ialah aturan untuk menebang kayu dan bambu tersebut. Bagaimana caranya dan apa saja yang harus diperhatikan?

3 aturan untuk menebang kayu dan bambu yang benarWalaupun kayu dan bambu amat berguna dan disukai manusia, banyak organisme lain yang juga memerlukan material tersebut. Di antaranya adalah jamur dan serangga. Hal ini menyebabkan kayu serta bambu yang diolah manusia seringkali rusak karena serangan kedua organisme terkait. Bila serangan ini hanya berlaku di rumah kita pada satu dan dua perabot, tentu bukan masalah besar. Yang jadi persoalan ialah ketika serangan organisme tersebut terjadi di skala industri. Kerugian hingga milyaran rupiah bukan hal yang jarang didengar.

Oleh karena itulah dalam industri woodworking atau pengolahan kayu, perlu kehati-hatian khusus untuk menghadapi masalah ini. Berbagai hal harus dicermati, salah satunya ialah persoalan penebangan kayu dan bambu tersebut.

Aturan untuk Menebang Kayu dan Bambu yang Harus Anda Tahu

Cara kita menebang kayu dan bambu rupanya memang mempunyai peran terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Penebangan kayu dan bambu yang baik, setidaknya harus memenuhi 3 syarat berikut ini:

Jumlah Nutrisi

Tebang kayu dan bambu saat tingkat nutrisinya sedang turun. Jadi material tersebut tak akan menarik serangga dan jamur. Secara umum, kayu dan bambu memiliki level nutrisi paling rendah pada musim kemarau dibanding musim hujan. Jadi penebangan pada musim kemarau memang lebih dianjurkan. Apalagi kondisi lingkungan pada musim kemarau juga tidak basah sehingga menurunkan potensi serangan serangga dan jamur.

Usia Pohon

Kayu yang masih muda mengandung gula atau karbohidrat yang lebih tinggi daripada kayu yang lebih tua. Padahal komponen tersebut sangat disukai hama sebagai sumber energy. Oleh karenanya, jangan menebang kayu pada usia yang belum direkomendasikan. Pastikan kayu tersebut sudah tua sebelum kita benar-benar memanennya.

Metode Penebangan

Terapkan teknik khusus yang terbukti berdampak baik pada jenis kayu yang kita tanam. Contoh, teknik penebangan jati di mana pokok kayunya dikelupasb kulitnya agar transportasi nutrisinya terhenti. Dengan cara ini, nutrisi akan terserap habis dan menjadi tak begitu disukai hama.

alterntif text

Aplikasi Bahan Pengawet Kayu dan Bambu

Aplikasi ketiga aturan untuk menebang kayu dan bambu di atas akan meminimalisir serangan hama. Proses selanjutnya untuk memastikan kayu serta bambu benar-benar tak diserang hama ialah dengan penerapan treatment pengawetan.

Pada treatment pengawetan, kayu dan bambu diperlakukan khusus dengan obat pengawet yang terdiri dari racun jamur dan serangga. Prinsipnya racun hama atau obat pengawet tersebut diresapkan ke dalam substrat. Dengan cara ini, kayu dan bambu tak akan lagi disukai hama sehingga kemungkinannya rusak karena organisme tersebut juga sangat kecil. Akan tetapi, sebaiknya kita memilih obat pengawet yang meski beracun bagi hama, namun relatif aman bagi manusia. Obat pengawet seperti BioCide bisa jadi andalan karena sifat zat aktifnya yang tak begitu reaktif di kulit manusia.

Ketahui 3 Aturan untuk Menebang Kayu dan Bambu yang Benar ini!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply