Begini Teknik Pengolahan Serat Rami Sebelum Digunakan

Serat rami dapat digunakan sebagai berbagai bahan baku, namun diperlukan teknik pengolahan yang baik terlebih dahulu. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan saat mengolah serat rami untuk kemudian dapat digunakan. Simak informasi mengenai teknik pengolahannya berikut ini.

Rami Sebagai Jenis Tanaman dengan Serat yang Serbaguna

Tanaman rami menjadi sumber bahan serat yang kemudian diolah menjadi bahan baku kebutuhan. Rami baru bisa dipanen kurang lebih pada umur tanam 6 bulan sejak penanaman. Panen yang dilakukan yaitu mengumpulkan bagian batangnya dengan cara memangkasnya pada area pangkal.

Jika proses budidayanya benar, rami bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 2 meter. Diameter batangnya mampu berkembang hingga seukuran jari orang dewasa. Rami termasuk tanaman yang berizoma sehingga rumpunnya bisa dipanen secara terus menerus sampai kurang lebih 5 tahun.

Rami menjadi serat yang bisa dipakai untuk banyak kebutuhan industri, termasuk kebutuhan di industri tekstil. Kapas yang menjadi bahan baku utama untuk memenuhi kebutuhan produksi di bidang tekstil, diharapkan dapat ditunjang pula dengan adanya serat rami. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kualitas serat rami yang terbaik.

Setelah diolah, serat rami dapat diolah dan digunakan untuk campuran pembuatan kain dengan kapas dan menghasilkan kain linen. Bisa juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembuatan produk kerajinan.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Serat Rami dan Cara Tingkatkan Mutunya

Untuk menggunakan serat rami sebagai bahan baku produk perlu pengolahan yang tepat. Pengolahan dari tanaman rami untuk kemudian membuatnya menjadi serat dengan kualitas terbaik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan teknik maupun proses pengolahan yang tepat agar mendapat serat rami terbaik.

Teknik Pengolahan Serat Rami

tanaman rami yang telah diproses menjadi serat

Ada beberapa proses pengolahan serat rami yang perlu dilakukan. Meskipun teknik pengolahan serat rami yang dilakukan juga cukup panjang, perlu diketahui bahwa tujuan proses ini adalah untuk memaksimalkan kualitas dari serat rami yang dihasilkan.

Proses pengolahan yang dilakukan pada umumnya dimulai dengan proses yang bernama retting. Kegiatan retting dilakukan dengan mengikat batang-batang rami menjadi satu kemudian merendamnya di air mengalir yang lambat. Tahap ini bertujuan untuk membersihkan tanaman rami yang telah dipanen untuk kemudian dapat diolah dengan lebih optimal.

Proses setelahnya adalah pengupasan, yang dilakukan untuk memisahkan material dari tanaman rami yang berserat dengan yang tidak. Lalu dilakukan pengambilan bagian yang berserat. Melalui proses ini, akan diperoleh serat rami yang masih kasar. Untuk selengkapnya, simak proses pengolahan serat rami berikut ini.

1. Proses Dekortisasi

Langkah paling awal yang dilakukan setelah memanen batang pohon rami adalah dekortisasi. Yang dilakukan pada tahap ini adalah memisahkan antara kulit rami dengan batangnya. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara menggaris batang rami secara memanjang dengan bagian ujung pisau.

Kulit dari batang rami dibuka kemudian ditarik. Dekortisasi ini merupakan proses yang dapat dilakukan dengan manual maupun dengan bantuan mesin.

2. Degumming

Setelah memisahkan kulit dan batangnya, tahap selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghilangkan sisa gum dan pektin yang masih menempel pada bagian seratnya. Kasarnya struktur rami adalah akibat dari kandungan gum serta pektin yang tinggi.

Tahapan ini dilakukan dengan cara memasak larutan alkali dengan china grass. Lakukan perendaman dengan konsentrasi 25-30% dalam beberapa jam. Larutan alkali yang digunakan merupakan campuran dari beberapa bahan kimia. Di antaranya NA-tripolifosfat 3%, NaOH 0,5%, Na2CO3, serta bahan pembasah sebanyak 3%

3.       Pemutihan dan penghalusan

Berhasil menghilangkan gum bukan berarti serat rami sudah bersih dan tidak berwarna kecokelatan. Karena menghilangkan gum dan pektin tidak serta merta mengubah warna serat rami secara otomatis. Sementara kebutuhan dan permintaan pasar yang terus meningkat mengharuskan tampilan serat rami tampak bersih dan menarik.

Pemutihan dilakukan dengan teknik perendaman yang mengandalkan senyawa klorin. Atau bisa juga dilakukan dengan merendam serat rami pada larutan hidrogenperoksida (H202) dengan suhu 50o celcius minimal 1 jam.

Baca juga: Ragam Model Kursi Kafe Unik untuk Percantik Dekorasi Kafe

Proses selanjutnya adalah melakukan penghalusan serat. Tahap softening ini merupakan proses yang biasa dilakukan secara mekanis maupun kimiawi. Penghalusan dilakukan dengan tujuan untuk  mempermudah proses pemintalan serat rami.

4. Pelurusan Serat

gulungan serat rami yang sudah dihaluskan

Setelah diputihkan dan dihaluskan, yang dilakukan selanjutnya adalah meluruskannya. Anda bisa meluruskan serat rami melalui menggunakan brushing machine.

Proses ini dilakukan untuk meluruskan serat-serat rami yang telah dibersihkan sebelumnya. Proses ini juga bertujuan untuk mempermudah pengolahan yang dilakukan pada serat rami selanjutnya, juga untuk memperbaiki kualitas dari serat rami yang dihasilkan.

5. Pemotongan Serat

Pelurusan serat selesai dilakukan selanjutnya bisa dilakukan pemotongan. Serat rami akan dipotong-potong seperti panjang dari serat kapas serta panjang serat-serat polyester yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar serat rami lebih mudah untuk diurai.

Baca juga: Ini Cara Pengolahan Serat Rami Lengkap dengan Trik Antiserangga

6. Penguraian bundel

Dan tahapan terakhir yang perlu dilakukan adalah proses penguraian bundel. Tahapan ini biasanya dilakukan untuk membuat serat rami dapat dipintal lalu dicampur dengan jenis serat lainnya.

Melakukan pengolahan rami mungkin terkesan rumit, namun tentu akan lebih sesuai dengan kualitas dari serat rami yang dihasilkan.