Mengenal Kayu Tahan Air dan Berbagai Kelebihannya

0
53
kayu tahan air

Banyak kebutuhan manusia yang memerlukan kayu tahan air. Ayo, simak apa saja kebutuhan tersebut, jenis kayu yang resisten terhadap air, dan tips meningkatkan keawetan kayu secara umum!

Manusia telah menggunakan kayu sejak zaman dulu kala. Dan sama halnya dengan jenis kayu yang beragam, kebutuhan manusia akan kayu pun tak kalah beragam. Salah satunya adalah kebutuhan kayu yang memiliki sifat water resistance atau resisten terhadap air. Secara sederhana, kayu seperti itu bisa didefinisikan sebagai kayu yang tidak mudah rusak saat terkena air. Air dalam hal ini diposisikan sebagai faktor abiotik yang bisa mempercepat dekomposisi atau pembusukan kayu. Dan faktanya, air memang bisa meningkatkan proses dekomposisi. Selain molekul air, dampak paparan air secara tidak langsung juga bisa menyebabkan:

  1. Serangan lumut pada kayu
  2. Serangan hama jamur
  3. Serangan berbagai jenis serangga seperti kutu kayu dan rayap

Eksposi air yang terjadi terus menerus juga akan membuat pertahanan kayu menjadi kurang. Densitas kayu, misalnya, akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Di alam, tak ada kayu yang bisa tahan selamanya terhadap eksposi air. Apapun jenis kayu itu, kerusakan pasti terjadi pada suatu saat. Namun, lama waktu sebelum kayu mengalami kerusakan jelas berbeda-beda. Kayu yang anti air sendiri adalah kayu yang memiliki masa guna yang lama meski terpapar air.

Contoh Kayu Resisten Air

Berikut ini beberapa contoh kayu yang memiliki resistensi atau ketahanan yang baik terhadap air.

Kayu jati

Siapa yang tak kenal dengan kayu jati? Rasanya, orang Indonesia tak ada yang tak mengenal kayu ini. Jangankan di Indonesia, di dunia internasional saja, jati memiliki nama yang begitu berkibar. Pasalnya, selain memiliki keindahan yang sangat bagus, kayu ini juga resisten terhadap berbagai faktor perusak. Salah satunya adalah resistensi teak wood ini pada air. Jati juga memiliki ketahanan pada berbagai jenis hama mulai dari rayap, kutu, sampai kumbang totor.

kayu tahan air

Kayu besi atau iron wood

Dengan densitas atau kerapatan yang besar, tak mengherankan bahwa kayu besi atau iron wood menjadi salah satu kayu tahan air paling populer di dunia. Jenis kayu besi sendiri sangat beragam. Salah satu yang paling terkenal memiliki ketahanan yang baik adalah Brazilian iron wood atau kayu besi dari negara Brazil. Sama seperti jati, selain memiliki resistensi yang baik pada air, kayu besi juga memiliki tampilan yang menarik. Kayu ini pun bisa digunakan untuk membuat mebel sampai elemen bangunan.

Kayu mahoni

Mahoni bisa dibilang sebagai “jatinya” Amerika. Masyarakat Amerika menyukai mahogani sebagaimana kita di Indonesia menyukai jati. Sebab selain memiliki ketahanan yang cukup baik, mahoni juga memiliki tampilan yang sangat indah. Kayu ini memiliki pola serat khas yang berpadu dengan warna kemerahan yang menawan.

Selain ketiga contoh kayu di atas, masih banyak kayu lain yang resisten terhadap air yang tak bisa kami sebutkan satu per satu. Misalnya saja kayu cedar dan kayu nanga.

Untuk Apa Kayu Tahan Air?

Seperti dijelaskan di atas, kayu telah digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia yang berlainan. Pemilihan jenis kayu untuk mencukupi kebutuhan tersebut umumnya dilakukan dengan memerhatikan dan mencocokkan sifat kayu. Maka, kayu-kayu yang memiliki ketahanan baik terhadap air pun seringkali didesain untuk kebutuhan yang berdekatan dengan air. Misalnya saja untuk:

  1. Pembuatan komponen kapal dan perahu, mulai dari lantai dek sampai struktur kapal lainnya secara umum
  2. Pembuatan lantai outdoor atau luar ruangan. Selain itu juga pembuatan lantai di dekat kolam renang, danau, teluk, pantai, dan lainnya
  3. Foot steps di taman
  4. Dinding kayu luar ruangan
  5. Garden furniture atau mebel taman
  6. Bantalan kayu rel kereta api
  7. Pagar gedung bangunan

Harga Kayu tahan air

Hadir dengan spesifikasi memikat, kayu yang resisten terhadap air sudah pasti dibanderol dengan harga yang lebih mahal. Apalagi bila kayu tersebut juga memiliki kualitas tersendiri pada aspek yang lain, seperti aspek estetika dan juga kekuatan. Contohnya jati. Jati yang merupakan kayu spesies Tectona grandis merupakan kayu yang kualitasnya lengkap. Kayu ini memiliki daya tahan yang baik, tidak mudah rusak, dan juga memiliki tampilan memikat. Harga kayu jati di pasaran sudah pasti tinggi.

Bagi yang memerlukan kayu dengan budget terbatas, jelas pemilihan kayu seperti jati sulit dipenuhi. Sebagai gantinya, orang kemudian akan menggunakan kayu yang ketahanannya lebih rendah lalu meningkatkan kualitas dan proteksinya. Contohnya saja dengan menerapkan finishing.

kayu tahan air

Finishing

Aplikasi proses finishing tidak hanya akan membuat produk kayu terlihat lebih baik. Finishing juga proses yang bisa diandalkan untuk memberikan proteksi yang baik pada kayu, termasuk terhadap air. Namun tentu saja, efek proteksinya tergantung dari kualitas bahan finishing yang digunakan.

Selain finishing, aplikasi pengawetan juga bisa membantu meningkatkan mutu kayu yang kurang tahan air. Pengawet, misalnya BioCide Insecticide bisa diresapkan ke dalam kayu. Dengan peresapan ini, kayu akan menjadi lebih tahan terhadap serangan rayap, semut, kumbang bubuk, dan masih banyak lagi.

Kayu memang tidak akan lantas berubah menjadi kayu tahan air karena penggunaan BioCide Insecticide. Namun, obat tersebut akan meminimalisir dampak buruk yang biasanya terjadi pada kayu yang mudah busuk terkena air. Sebab, pada kayu yang mudah rusak terkena air, serangan hama tinggal tunggu waktu sebentar saja.

Tak lama, setelah air berhasil merusak kayu, rayap, semut, jamur, sampai lumut akan hidup atau bersarang pada material tersebut. Kerusakan yang lebih parah pun pasti terjadi.

BioCide Insecticide bekerja untuk mencegah hal tersebut. Anda bisa menggunakan insektisida ini, sehingga kayu tidak akan diserang hama insekta seperti rayap, kutu, semut, hingga totor.

Tapi ingat, aplikasikan juga finishing yang bagus. Finishing tetap diperlukan untuk menambah proteksi pada kayu yang tidak tahan air. Sehingga pada akhirnya, kayu memiliki perlindungan berlapis agar tidak mudah rusak. Sangat menarik, bukan?

Kesimpulan

Kayu merupakan material yang banyak digunakan manusia. Jenis kayu di pasaran sendiri beragam, dan pemilihan pemakaiannya disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Misalnya saja, untuk kebutuhan luar ruangan, biasanya dibutuhkan kayu tahan air.

Sebagaimana namanya, kayu yang anti air adalah kayu yang tidak mudah rusak terkena air. Kayu seperti ini pun dengan demikian menjadi lebih tahan hama. Ada beberapa jenis kayu yang secara alami memiliki ketahanan terhadap air yang bagus, misalnya saja jati dan mahoni.

Selain bisa menggunakan kayu tahan air yang alami, kita juga bisa lho “menciptakan” sendiri kayu yang water resistant. Caranya adalah dengan menerapkan finishing yang abgus dan melakukan pengawetan. Pengawetan seperti BioCide Insecticide akan memastikan substrat kayu tahan serangan hama, sedangkan finishing akan menjadi pelapis efektif agar kayu tak langsung terpapar air.

SHARE

Leave a Reply