Dessicant Pole Jogja Untuk Mencegah Jamur Dan Serangga Pada Kayu

0
1052
Dessicant Pole Jogja Untuk Mencegah Jamur Dan Serangga Pada Kayu

Yogyakarta atau juga sering disebut dengan Jogja ini memiliki beragam keistimewaan yang menjadi peminat dari wisatawan. Selain tempat wisatanya yang begitu banyak nan asri, budaya yang ada di kota ini juga masih kental sehingga wajar saja setiap orangnya begitu ramah dan tetap menghargai budaya yang ada. Membicarakan budaya dan wisata pasti tidak terlepas dari oleh-oleh, bukan?

Berbagai oleh-oleh khas Jogja biasanya banyak berupa souvenir hasil dari pengrajin lokal. Tentunya selain memiliki keunikan, hasil karya lokal tersebut mampu memberikan kesempatan pengrajin untuk terus berkarya dan menyambung hidup. Banyak diantaranya kerajinan tangan tersebut terbuat dari bahan alam yang mudah didapatkan di Jogja, maka dari itu harus diolah kemudian baru bisa digunakan untuk membentuk pola kerajinan.

Penyimpanan bahan baku tersebut tidak boleh asal diletakkan begitu saja karena bisa menyebabkan munculnya jamur atau serangga seperti serangga bubuk (totor). Untuk mengantisipasi terjadinya pertumbuhan jamur maupun serangga, akan lebih baik Anda menerapkan penyerap kelembaban Jogja yang efektif menyerap kelembaban udara.

Akibat Jamur dan Serangga Mudah Menyerang Kerajinan Berbahan Alam

Dessicant Pole Jogja Untuk Mencegah Jamur Dan Serangga Pada Kayu

Kerajinan tangan yang ada di Indonesia khusus di Jogja pada umumnya banyak yang menggunakan bahan baku alam seperti kayu, bambu, rotan, enceng gondok dan masih banyak lagi. Serat alam ini mengandung beberapa kandungan organik yang memicu pertumbuhan jamur atau mendatangkan serangga. Serat alam yang masih basah sangat mudah berjamur jika tidak segera dikeringkan maka dari itu sangat rawan untuk tidak disimpan dalam jangka waktu lama. Sedangkan serangga akan muncul tiba-tiba karena kandungan bahan dalam serat alam tersebut merupakan makanan bagi serangga-serangga tersebut.

Pada umumnya serangga yang menyerang rotan, kayu, bambu atau serat alam lainnya adalah serangga bubuk kayu dan rayap. Kehadiran dua serangga ini tidak bisa diprediksi dan akan ketahuan ketika muncul bubuk serat alam yang berjatuhan. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena bisa menyebabkan kerajinan tersebut berongga dan rapuh.

Baik jamur atau serangga sudah menjadi musuh utama bagi pengrajin rotan, kayu maupun bambu maka dari itu, banyak diantaranya akan melapisi serat alam tersebut dengan mengaplikasikan obat anti jamur dan obat anti serangga. Memang cara ini akan sangat efektif untuk mencegah munculnya jamur dan serangga namun apabila kerajinan tangan tersebut tidak diperhatikan perawatannya maka akan sangat mudah terserang jamur maupun bakteri.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan jamur dan serangga muncul? Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa serangga muncul karena kandungan bahan yang terdapat pada serat alam tersebut. Sedangkan jamur muncul ketika serat alam tersebut masih dalam keadaan basah. Nah, ini yang menjadi pemicu utama dari munculnya jamur dan serangga. Keadaan bahan baku yang masih basah akan memicu tumbuhnya jamur karena notabene jamur tumbuh di tempat yang lembab. Hal ini tidak hanya berasal dari serat alamnya yang masih basah saja melainkan keadaan ruang yang lembab juga bisa menjadi pemicu yang sangat sering dijumpai.

Ruangan yang lembab sangat memungkinkan pertumbuhan jamur dan hadirnya serangga perusak serat alam tersebut. Maka dari itu, untuk gudang penyimpanan akan lebih baik memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingginya molekul air di udara sehingga akan menjaga kelembaban udara dalam ruangan tetap stabil. Selain sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup, hal yang tidak kalah penting adalah dengan menggantungkan penyerap kelembaban Jogja.

Penyerap Kelembaban Jogja Yang Baik Untuk Kerajinan Alam

Kerajinan tangan yang terbuat dari bahan baku serat alam pada umumnya memiliki ketahanan yang kurang baik karena sangat mudah rapuh dan rusak. Namun, nilai artistik dari kerajinan tangan tersebut sangat tinggi bahkan tidak hanya diminati oleh turis lokal saja melainkan juga turis mancanegara. Selain memiliki nilai seni yang tinggi, harga dari kerajinan tangan pada umumnya juga sangat terjangkau meskipun buatan tangan. Seperti yang telah kita ketahui pada umumnya sebuah karya yang dikerjakan menggunakan tangan justru memiliki harga jual yang tinggi namun tidak untuk kerajinan tangan yang ada di Jogja ini.

Nah, produksi kerajinan tangan di Jogja ini tidaklah sedikit bahkan hingga ribuan sehingga wajar saja harus dikemas dengan baik agar tidak mudah rusak. Meskipun kerajinan-kerajinan tersebut sudah dikemas dengan rapi menggunakan plastik, tetap saja memungkinkan kehadiran jamur dan serangga pemakan serat alam. Hal ini biasaya sudah diprediksi oleh pengrajin sehingga sebelum dijadikan pola pada umumnya sudah diaplikasikan obat anti rayap dan obat anti jamur.

Kerajinan tangan dari Jogja ini tidak hanya dipasarkan di Jogja saja melainkan juga beberapa daerah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Minat mancanegara tentang hasil karya kerajinan tangan juga tinggi sehingga wajar saja harus berkualitas baik. Jika membahas negara lain maka kita harus mengulas mengenai kualitas dan keamanan bahan baku. Kualitas sudah pasti akan menjadi prioritas dari pengrajin maka dari itu kerajinan tangan tersebut perlu lapisan cat yang baik yang bertujuan menghias kerajinan tersebut. Dan dari segi keamanan, pada umumnya suatu negara menetapkan standar regulasi keamanan baik dari bahan baku, lapisan atau bahkan yang lainnya.

Selain kedua hal tersebut yakni bahan baku dan lapisan, selama proses pengiriman ke luar negeri yang perlu diperhatikan adalah penyerap kelembaban Jogja yang digunakan. Sebab, banyak pula penyerap kelembaban yang mengandung bahan yang berbahaya alhasil bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan merusak lingkungan. Maka dari itu, harus lebih teliti dan pintar memilih penyerap kelembaban jika digunakan untuk ekspor ke suatu negara. Negara-negara yang memiliki standar regulasi sendiri diantaranya adalah Jepang, negara di Amerika dan Eropa.

Anda bisa menggunakan dessicant pole untuk pengiriman ke berbagai daerah atau bahkan ke luar negeri. Sebab, dessicant pole tersebut terbuat dari kombinasi bahan chemical absorbent yang sudah dipastikan aman dan terbebas dari DMF. Bahkan dessicant pole tersebut diformulasikan sesuai dengan standar regulasi SGS International yang mana bisa digunakan untuk pengiriman ke semua negara di dunia.

Dessicant pole ini sangat baik digunakan untuk menyerap kelembaban bahkan bisa menyerap molekul air dua kali lipat dari berat kontainer. Bahkan tidak hanya baik digunakan ketika kelembaban udara yang sedang tinggi, dessicant pole juga baik ketika kelembaban udara menurun yang pada akhirnya menyebabkan kondensasi. Pada umumnya, kondensasi akan sering terjadi saat pengiriman ke suatu negara karena cuaca yang berbeda dan ekstrim sehingga menyebabkan suhu dan kelembaban udara dalam kontainer juga berubah. Apabila tidak menggunakan dessicant pole maka keadaan kontainer akan menjadi basah karena uap air yang disebabkan oleh penurunan kelembaban udara. Jika hal ini terjadi maka kualitas dari barang yang dikirim menjadi buruk bahkan bisa mendapatkan klaim dari negara tujuan tersebut.

SHARE

Leave a Reply