Karakteristik Kayu Resak yang Tahan Rayap

Kayu resak termasuk salah satu tanaman endemik Indonesia yang memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan rayap. Kebutuhan akan penggunaan jenis kayu resak masih cukup besar, sama halnya dengan jenis kayu solid lainnya.

Persebaran kayu resak di Indonesia tidak sebesar persebaran jati yang membuat ketersediaannya di alam juga terbatas. Sementara kebutuhan dan permintaan akan pengolahan kayu lumayan tinggi. Pengolahan yang beragam terhadap penggunaan kayu ini juga menjadi salah satu alasan popularitas kayu resakyang keberadaannya mulai langka.

Mengenal Kayu Resak

Kayu resak dikenal secara komersil di Indonesia dengan sebutan resak. Namun, tahukah bahwa kayu resak juga memiliki nama lain di tiap daerah?

Daerah Julukan
Sumatera Rasak, resak lingg, resak bunga, resak paya, serusup, sigam, sering-sering, songa
Jawa Kitenjo, cengah
Kalimantan Gisok gunung, aboh, kadamu, rasak bukit, keresek, resek
Maluku Kaoya, hiru, damar hiru,terooi
Sulawesi Morolaire, palopo, arsad, damar dere, hulo dere, dama-dama, simbura, lomori
Papua Manuari, abietanak, sawawi, bitip, arowe, asuk, damar biru

Tanaman dengan nama latin vatica ini termasuk dalam famili dipterocarpaceae. Kayu resak memiliki kurang lebih 80 spesies yang tersebar merata di berbagai wilayah di Indonesia. Pohon resak mampu tumbuh hingga mencapai 25 meter dengan panjang batang bebas cabang 10–20 meter.

Kayu resak berdiameter mencapai 60 cm dan tidak berbanir. Kulit luar tanaman resak berwarna kelabu-putih, teksturnya tidak beralur dan sedikit mengelupas. Tanaman resak mengeluarkan damar dengan warna putih atau putih kekuningan.

Tekstur kayu resak cukup halus dan rata, namun terkadang ada pula bagian yang sedikit kasar. Arah serat kayu resak biasanya lurus, tak jarang pula seratnya agak berpadu. Bagian teras kayu ini berwarna cokelat kekuningan atau cokelat dengan semu kemerahan.

Sementara bagian gubal kayu resak warnanya lebih beragam, yaitu cokelat kuning muda, kuning muda atau beberapa lainnya ada yang berwarna merah muda. Saat masih segar dan baru dipotong, bagian gubal kayu resak lebih jelas bedanya dengan bagian kayu teras.

Namun, saat sudah kering, perbedaan warnanya hanya sedikit dan tidak terlalu terlihat. Resak termasuk jenis kayu keras atau hardwood dengan ketebalan kayu 5 hingga 10 cm.

Termasuk Jenis Kayu yang Serbaguna

kayu resak untuk bahan bangunan

Tanaman resak mampu menghasilkan kayu yang serbaguna. Di Kamboja, kayu resak dikenal dengan nama chramas.  Di Vietnam, sebutannya lau tau. Di Thailand, sebutan tanaman ini adalah punchan, dan di Filipina dikenal dengan sebutan narig.

Sementara, sebutan yang paling banyak umum adalah resak atau kayu resak. Sebutan ini digunakan di berbagai negara, di antaranya Amerika, Perancis,  Spanyol, Swedia, Italia, Belanda, Jerman, termasuk Indonesia.

Setelah dipanen, kayu resak cenderung lambat untuk dikeringkan, namun tetap bisa kering dengan hasil yang mulus dan tanpa cacat, apalagi jika proses pengeringannya dilakukan secara hati-hati dan teliti.

Sebagai salah satu hardwood, kayu resak lebih sulit untuk digergaji dan diolah. Hal tersebut terjadi karena kandungan damar dalam pohon resak yang tinggi. Namun, jika menggunakan gergaji mesin yang diserut hingga halus, pengolahan kayu resak dapat lebih mudah. Setelah dipotong sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, resak dapat diolah menjadi berbagai produk bermanfaat.

Kayu resak dapat digunakan sebagai kayu untuk bangunan, dapat pula menjadi plywood, untuk pembuatan lantai, bantalan, atau sebagai bahan baku kapal. Kebutuhan lain untuk digunakan sehari-hari seperti sebagai rangka pintu dan jendela atau sebagai bahan baku pembuatan furniture juga kerap mengandalkan material kayu resak.

Termasuk Kayu yang Kuat dan Awet

palet kayu resak untuk lantai

Resak termasuk dalam kayu kelas kuat I-II, yang artinya memiliki kekuatan cukup baik. Keawetan kayu resak termasuk pada kelas III dengan tingkat kembang susut medium cenderung tinggi. Secara umum, jenis kayu resak serupa kualitas awet dan kuatnya dengan merbau.

Kayu resak merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan meranti. Persebaran kayu resak di Indonesia hanya ditemukan di beberapa wilayah saja, yaitu Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Sebagian kecil ada pula di wilayah Jawa dan Sulawesi.

Dikenal sebagai jenis kayu yang kuat membuat pengolahan dan pemanfaatan jenis kayu resak cukup tinggi. Termasuk dalam kelas kuat I, kayu resak juga sering dimanfaatkan untuk kebutuhan heavy duty, di antaranya seperti untuk bahan baku kapal, pembuatan lantai, untuk rangka pintu, digunakan sebagai bodi kendaraan, rangka jendela, kebutuhan furniture outdoor, dan lain sebagainya. Keawetan kayu resak dan ketahanannya terhadap serangan rayap juga sudah tersohor dan terbukti.

Pertumbuhan kayu ini dapat mencapai tinggi 25 meter saat masa penanaman. Ditambah lagi dengan besar diameter pada batangnya sekitar 0,6 meter. Dengan kelas kuatnya dan keawetan yang dimiliki oleh resak, bukan berarti kayu ini tidak memerlukan perawatan.

Pengawet kayu anti serangga Biocide Insecticide

Perawatan untuk tujuan mengawetkan dan memperpanjang masa pemakaian jenis kayu resak tetap diperlukan. Asalkan, Anda dapat menemukan produk pengawet yang tepat dan berkualitas seperti Biocide Insecticide.

Biocide Insecticide mengandung Cypermethrine 100 Ec sebagai bahan aktifnya. Perawatan dan pengawetan kayu resak dapat lebih optimal dengan produk ini. Insektisida berkualitas ini dapat membantu menjaga kayu resak dari ancaman kerusakan akibat serangan serangga.

Ketahanannya terhadap serangan rayap dapat lebih ditingkatkan, begitu pula dengan ketahanannya terhadap serangan jenis hama lainnya. Seperti totor, kumbang, dan lain sebagainya.

Di Manakah Anda Bisa Mendapat Produk Pengawet Kayu Berkualitas untuk Mengawetkan Kayu Resak?

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau pemesanan mengenai produk ini, silahkan hubungi kami melaui email di [email protected]

Anda dapat membeli seluruh varian produk dari Bio Industri Omnipresen secara online melalui beberapa kanal marketplace kami berikut ini:

Anda juga bisa membeli seluruh produk dari Bio Industri Omnipresen secara langsung di beberapa service point kami berikut ini:

Bio Center Yogyakarta

Phone / fax: 0274 388301
Hp / WhatsApp: Klik Di Sini
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Jepara

Phone: 0291 598992
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Cirebon

Phone: 0231 320759
e-mail: [email protected]

Leave a Comment