Mengenal Kiln Dry, Sebuah Proses Pengeringan Kayu

Kiln dry adalah salah satu metode pengeringan kayu yang banyak diterapkan. Bagaimana proses pengeringan ini dan apa saja kelemahannya? Ayo, kita bahas di artikel kali ini.

Proses pengolahan kayu merupakan sebuah proses yang amat panjang melibatkan berbagai tahapan dan proses yang lebih kecil. Kualitas akhir produk kayu akan tergantung pada tiap proses yang dilakukan tersebut. Salah satu tahapan yang demikian penting dan tak bisa diabaikan adalah tahapan pengeringan.

Sangat beragam cara pengeringan kayu yang sudah diterapkan manusia. Ada cara-cara yang sangat tradisional, namun ada juga cara yang jauh lebih modern. Nah kali ini, kami akan mengangkat bahasan cara pengeringan kayu dengan kiln dry.

Bagaimana Cara Mengeringkan Kayu dengan Kiln Dry?

cara menumpuk kayu akan dikeringkan

Proses pengeringan menggunakan kiln dry adalah proses pengeringan terbaik hingga saat ini. Kiln dry sendiri pada dasarnya merupakan istilah yang digunakan untuk menunjuk sebuah ruangan yang bisa diatur suhu, arus udara, hingga kelembaban dalam ruangnya. Meski hanya sebuah “ruang”, akan tetapi proses yang terjadi dalam ruangan tersebut menentukan keberhasilan proses pengolahan kayu selanjutnya. Bahkan bukan hanya itu. Dengan proses pengeringan dalam ruang kiln yang baik kayu akan lebih awet dan ringan ketika dikirim dari satu tempat ke tempat lainnya. Sehingga pada akhirnya, ongkos produksi dapat ditekan sedemikian rupa.

Proses dalam Kiln Dry

Alat yang tersedia dalam ruang kiln antara lain boiler sebagai sumber panas dan kipas angin sebagai pengatur arus udara. Pada mulanya, uap panas dialirkan dari boiler dengan dibantu kipas angin sehingga menjangkau setiap sudut ruangan. Ketika kayu dilewati oleh angin panas ini, akan terjadi penguapan dari dalam substrat tersebut. Kayu akan “berkeringat” dan mengeluarkan uap ke udara sehingga menyebabkan kondisi di sekitarnya lembab.

proses kiln dry

Udara lembab tersebut selanjutnya akan terbawa arus dari kipas angin ke arah luar ruangan kiln. Hal ini berlangsung terus-menerus sampai proses pengeringan dirasa cukup.

alterntif text

Semua Jenis Kayu Sebaiknya Dikeringkan

Sebenarnya semua jenis kayu sebaiknya dikeringkan dengan baik menggunakan proses ini. Termasuk kayu jati sekalipun. Harus dipahami, bahwa sebagai material organik, kayu memiliki kadar air sangat tinggi. Kayu seperti oak bahkan memiliki berat air lebih dari 50% dari berat totalnya. Jenis-jenis kayu dengan kadar air seperti itu, serta kayu bergetah seperti pinus akan mengalami kerusakan parah bila tidak dikeringkan dengan benar. Serangan jamur blue stain akan berlangsung sangat cepat ketika pinus dan kayu-kayu sejenis lainnya tidak segera dikeringkan dengan baik.

Bagaimana dengan hama lain seperti rayap dan teter (kumbang bubuk)? Sama saja. Serangan hama-hama tersebut juga bisa terjadi jauh lebih parah pada kayu yang tidak diawetkan. Apalagi bila kebetulan yang menyerang adalah rayap kayu basah.

Katakanlah Anda menyimpan kayu di gudang dalam kondisi kering. Kayu Anda amat banyak sampai bertumpuk-tumpuk. Apabila Anda membiarkannya saja tanpa pengeringan, bukan tak mungkin sebagian kayu di bawah sudah dimakan rayap. Akibatnya kerugian yang harus Anda tangggung pun menjadi amat besar. Tak ingin hal seperti ini terjadi bukan? Makanya, keringkan kayu dengan baik, dan bila perlu pastikan proses pengeringan kiln dry-nya benar-benar bermutu.

Masalah-masalah yang Sering Timbul

Beberapa masalah bisa saja timbul dalam proses kiln dry. Salah satu masalah yang sering muncul adalah pelengkungan kayu.

Tak jarang kayu di tumpukan bagian atas melengkung setelah dikeringkan. Hal ini terjadi karena kayu pada bagian atas tersebut menerima intensitas panas paling cepat dan tinggi. Ketiadaan beban juga mengakibatkan pergerakan kayu tidak terkontrol sehingga terjadi pelengkungan. Untuk mengatasi masalah ini, biasanya dalam proses kiln dry, digunakan batu-batu untuk diletakkan di kayu paling atas.

Batu digunakan agar kayu teratas tidak melengkung.
Batu digunakan agar kayu teratas tidak melengkung.

Secara umum berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam metode ini:

  1. Peletakan kayu. Sebaiknya kayu diletakkan dengan stacking untuk memperbesar permukaan kayu terekspos panas.
  2. Suhu udara
  3. Kecepatan penyaluran uap panas ke ruangan
  4. Lama proses pengeringan

Pengeringan Mencegah Hama, Tapi Pengawetan Kayu Tetap Penting Dilakukan

Pengeringan kayu, tak bisa dipungkiri memang merupakan suatu proses yang amat penting. Ada sangat banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan tahapan ini. Dan, kiln dry adalah suatu proses pengeringan yang bisa diandalkan.

Hanya saja, pengeringan bukan satu-satunya tahapan penting dalam alur produksi produk kayu. Masih banyak tahapan lainnya yang sama pentingnya. Misalnya saja pengawetan.

Pengawetan kayu atau preservasi kayu adalah sebuah usaha untuk meningkatkan masa pakai kayu. Usaha ini secara umum dilakukan dengan membuat kayu menjadi awet terhadap hama.

Pada masa lalu, treatment pengawetan dilakukan dengan cara yang amat sederhana. Orang-orang akan merendam kayu mereka di sawah atau sungai hingga bulanan! Hasilnya kadang bagus, namun kadang tidak bagus. Sebab treatment dilakukan tidak terkontrol dan hanya mengandalkan bakteri yang belum tentu ada di sungai atau sawah saat itu.

Di zaman ini, untungnya treatment pengawetan dilakukan dengan cara yang lebih modern. Umumnya kayu akan diresapi dengan antiserangga dan antijamur. Dengan cara ini, kayu tidak akan dimakan rayap, teter, jamur, dan masih banyak lagi.

Treatment pengawetan membuat kayu-kayu yang kelas keawetannya buruk menjadi baik. Sengon, misalnya. Kayu sengon bisa bertahan sampai 90 tahun bila diawetkan dengan benar.

Apa saja kunci treatment pengawetan yang baik? Banyak sekali faktornya. Namun salah satu faktor utamanya adalah jenis pengawet yang digunakan. Dan untuk kebutuhan ini, tiada lain kami sarankan penggunaan BioCide Insecticide.

Untuk Pengawetan yang Baik, Gunakan BioCide Insecticide

Untuk hasil pengawetan yang baik, memang BioCide Insecticide adalah juaranya. Insektisida ini unggul pada hampir semua aspek bila dibandingkan dengan insektisida yang lain.

  1. Pertama, dari segi hasil. Pengawetan dengan BioCide memperlihatkan peningkatan masa pakai kayu lebih lama. Spektrum organisme yang ditarget juga amat luas, yang artinya perlindungannya menyeluruh dari serangan rayap sampai kumbang bubuk.
  2. Metode yang lebih baik. Insektisida ini bisa diaplikasikan dengan berbagai metode dengan proses yang lebih mudah.
  3. Harga terjangkau dan konsentrasi tinggi sehingga budget pengawetan lebih murah.
  4. Tidak menyebabkan suatu efek samping seperti bau dan kayu sulit dicat seperti pada solvent based preservative.
  5. Lebih aman digunakan baik pada pekerja ataupun pada lingkungan.

Cara Mengawetkan Kayu dengan BioCide Insecticide

Pengawetan kayu dengan BioCide sangat mudah diterapkan. Ada beberapa metode yang bisa Anda pilih, yaitu:

  1. Metode perendaman. Silahkan larutkan dulu BioCide Insecticide dengan air pada wadah untuk merendam kayu. Selanjutnya Anda tinggal merendam kayu selama tenggat waktu tertentu.
  2. Metode vakum tekan. Metode ini pada dasarnya adalah metode rendaman namun dalam suatu ruangan khusus. Ruangan tersebut bisa diatur tekanan dan suhunya. Efektivitas metode ini adalah yang paling baik.
  3. Spraying method. Sebagaimana namanya, metode ini dilakukan dengan menyemprotkan pengawet. Metode ini riskan dari segi keamanan sehingga harus dilakukan bila memang memiliki alat dan ruangan khusus.
  4. Metode penguasan. Cara ini dilakukan dengan menguaskan larutan BioCide pada kayu yang hendak diawetkan.
  5. Metode celup. Metode ini mirip dengan perendaman, hanya saja kayu cuma direndam dalam periode waktu sebentar saja (dicelupkan, sebagaimana namanya).

Pengeringan Kayu Kiln Dry dan Aplikasi BioCide Untungkan Semua Pihak

BioCide Insecticide memang sudah teruji di lapangan sehingga penggunaannya akan memberikan banyak sekali manfaat. Dan pada hakikatnya, bisa dikatakan bahwa baik pengeringan kayu dengan metode kiln dry serta aplikasi pengawetan akan memberikan banyak sekali keuntungan.

BIOCIDE INSECTICIDE

Semua pihak akan diuntunkan dengan aplikasi kedua tahapan woodworking tersebut. Pelaku usaha tidak akan rugi ketika mengaplikasikan keduanya. Mereka justru bisa mengatisipasi kerusakan kayu akibat serangan hama. Adapun, masyarakat juga akan diuntungkan sebab mereka bisa memperoleh produk kayu yang tidak mudah rusak.

Kontak dan Pemesanan BioCide Insecticide

Yuk, pesan insektisida BioCide Insecticide. BioCide Insecticide adalah insektisida terbaik untuk pengawetan modern yang bukan hanya efektif namun juga lebih aman digunakan. Untuk Anda yang ingin membeli insektisida ini, caranya juga sangat mudah. Anda tinggal menghubungi kami via kontak CS yang disediakan. Dengan menghubungi kami, Anda bisa bertanya ke CS kami mengenai produk ini atau langsung memesananya.

Ingin membeli di toko daring? Tentu saja bisa. Produk kami pun sudah banyak tersedia di berbagai online shop. Adapun, untuk pembelian langsung, Anda bisa berkunjung ke Bio Service Point atau kea gen-agen kami. Alamat Bio Service Point di Yogyakarta, Jepara, dan Cirebon. Sedangkan lokasi agen kami bisa Anda peroleh informasinya via CS kami. CS akan memberikan alamat agen kami yang terletak paling dekat dengan tempat Anda.

Nah, kurang lebih itulah informasi yang bisa kami bagikan mengenai pentingnya pengawetan kiln dry sekaligus aplikasi BioCide Insecticide. Keduanya akan meningkatkan mutu kayu sehingga lebih awet dari serangan hama dan lebih mudah untuk diolah. Kiln dry sendiri merupakan sebuah metode pengeringan yang memberikan banyak keuntungan. Namun demikian tak bisa dipungkiri bahwa pengeringan dengan cara ini pun kadang menimbulkan beberapa masalah sehingga sebaiknya aplikasinya dilakukan dengan baik.

Kurang lebih, itulah informasi yang bisa kami bagikan. Ikuti terus ya berbagai informasi menarik lainnya di antiserangga.com. Kami masih akan terus hadir dengan berbagai informasi menarik yang lainnya di sini. Semoga informasi ini bermanfaat.

Mengenal Kiln Dry, Sebuah Proses Pengeringan Kayu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply