Pohon Winong, si Misterius yang Jarang Diketahui Orang

0
44

Namanya pohon winong. Pohon ini sering dianggap sebagai pohon yang memiliki aura magis. Sayangnya, informasi mengenai tanaman ini belum banyak bisa ditemukan.

Pernahkah Anda mendengar mengenai pohon winong? Winong atau binong adalah spesies tanaman yang nama ilmiahnya Tetrameles nudiflora. Tanaman ini memiliki bentuk yang “dramatis” dengan bentuk yang sangat besar hingga pertumbuhan akar yang kemana-mana.

Di dunia, tanaman ini banyak ditemukan di berbagai negara. Negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, hingga Vietnam pun menjadi habitat ditemukannya binong. Di negara kita, pohon ini memiliki sangat banyak julukan tergantung di mana pohon itu ditemukan. Di Jawa Barat, misalnya, winong disebut dengan nama binong atau binung, di Palembang, pohon ini disebut dengan nama kayu tabu, sedangkan di daerah lainnya di Sumatera, pohon ini disebut sebagai pohon mengkundor.

Sayangnya karena pemanfaatan yang kurang, pohon ini biasanya tumbuh liar dan ditemukan di tempat-tempat yang jarang dikunjungi. Misalnya di area reruntuhan candi dan juga bangunan tak terpakai. Kadang, di area reruntuhan candi, pohon binong yang ditemukan sudah berusia sampai ratusan tahun. Dan karena hal itulah, tanaman ini sering dikaitkan dengan segala hal yang angker dan menyeramkan.

Karakteristik Pohon Winong

  1. Batang bisa tumbuh tinggi hingga 50 meter
  2. Akar tumbuh menjalar kemana-mana sehingga kadang mengancam bangunan dan jalanan di sekitarnya
  3. Kulit batang pohon halus
  4. Diameter cukup besar, hingga mencapai ukuran 2 meter
  5. Daun berwarna hijau dengan bentuk hati dan tepi bergerigi. Panjang daun 10 hingga 26 cm dan lebarnya 9 hingga 20 cm.
  6. Memiliki bunga jantan dan bunga betina
  7. Buahnya berbentuk lonjong atau bulat telur
pohon winong

Habitat Pohon Winong

Sebagaimana disebut di atas, pohon ini tersebar di berbagai negara, di antaranya negara-negara Asia Tenggara, Bangladesh, Bhutan, India, Laos, hingga Australia. Dari ketinggiannya, pohon ini ditemukan hingga ketinggian 700 meter dpl. Binong bisa tumbuh baik di dataran rendah atau tinggi, dan di hutan hujan tropis atau di hutan gugur.

Sampai hari ini, tanaman ini masih lumayan banyak ditemukan. Namun jumlahnya semakin terancam.

Karakteristik Kayu Pohon Winong

Berikut ini beberapa karakteristik kayu winong

  1. Drying and Shrinkage: secara umum mudah diawetkan, namun kadang kala bila dilakukan dengan tidak tepat justru bisa berjamur dan dirusak oleh serangga.
  2. Pengolahan: Mudah dipotong dengan gergaji, mudah dihaluskan, dan mudah dipotong saat sudah diolah menjadi veneer.
  3. Ketahanan: mudah rusak

Studi dan Pemanfaatan yang Masih Jarang

Belum banyak penelitian yang dilakukan terhadap pohon ini. Pemanfaatannya di masyarakat pun masih minim. Selama ini, masyarakat mengenal winong sebagai pohon yang dianggap memiliki aura magis. Sedangkan yang lain malah sama sekali tak pernah mendengar mengenai tanaman ini. Namun di negara lain, kayu binong sudah digunakan untuk membuat berbagai perlengkapan seperti kotak dan papan kayu lapis.

pohon winong

Hikmah bagi Kita

Winong hanya satu dari sekian banyak tanaman di dunia ini yang keberadaannya makin langka. Padahal studi mengenai spesies ini masih sangat jarang dilakukan. Tentu ini sesuatu yang menyedihkan, mengingat bahwa kita seolah tidak memiliki ketertarikan secara saintifik atau industrial terhadap tanaman ini. Padahal bisa jadi, tanaman ini memiliki banyak manfaat dan bisa dibudidayakan dengan baik.

Mitos di masyarakat juga kadang menyulitkan eksplorasi lebih lanjut terhadap spesies seperti ini. Selama ini winong dikenal sebagai tanaman yang mengandung daya magis tersendiri. Akibatnya curiosity terhadap tanaman ini dari aspek ilmiah sampai pendayagunaan cenderung terhambat. Masyarakat lebih senang mendengar cerita-cerita mistis berkaitan dengan pohon ini.

Jangan Lupa Menerapkan Pengawetan

BioIndustries tentu saja mendukung eksplorasi dan pemanfaatan lebih lanjut berbagai sumber daya alam yang ditemukan di Indonesia. Pemanfaatan tersebut tentu harus dilakukan secara berimbang agar tidak merusak alam. Terkait dengan pohon winong, penyelidikan mengenai karakteristik kayu sangat mendesak untuk dilakukan. Selanjutnya bisa ditentukan pemanfaatan kayu ini dan budidayanya di alam liar atau di hutan industry milik pemerintah. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan manfaat kayu dari spesies pohon tersebut sambil tetap menjaga kelestariannya.

Sebuah win-win solution yang menguntungkan kedua belah pihak, bukan?

Dan khusus untuk kebutuhan industri pengolahan kayu sendiri, kami di Bio Industries telah menyediakan insektisida yang bisa digunakan sebagai pengawet kayu. Insektisida tersebut adalah BioCide Insecticide. BioCide Insecticide bisa membuat kayu menjadi tahan terhadap rayap, teter, dan berbagai serangga lainnya.

Insektisida ini akan meningkatkan masa pakai kayu di alam hingga berkali-kali lipat. Dari segi kelestarian alam, penggunaan insektisida ini akan meredam kecepatan pemotongan kayu karena kayu yang beredar di pasaran tidak mudah rusak setelah diawetkan dengan BioCide Insectcide. Selain itu, sebagai insektisida yang kami sarankan, BioCide Insecticide juga lebih aman digunakan sebab menggunakan pelarut air.

Cypermethrin sebagai bahan aktifnya juga merupakan salah satu bahan aktif yang diizinkan di negara dengan regulasi keamanan yang ketat seperti negara-negara Eropa.

Keunggulan BioCide Insectcide sebagai Pengawet Kayu

Berikut ini berbagai kelebihan BioCide Insecticide sebagai obat pengawet kayu modern.

  1. Lebih aman digunakan. Sebagaimana disebut di atas, kami menyediakan insektisida dengan memerhatikan prinsip kelestarian alam. BioCide akan aman digunakan tetapi tetap harus memerhatikan aturan penggunaannya (misalnya tidak boleh menggunakan secara berlebihan dan tidak boleh membuang residunya di sembarang tempat).
  2. Lebih aman bagi pekerja sebab tidak menggunakan solvent. Tapi penggunaan alat pengamanan diri tetap wajib dilaksanakan.
  3. Lebih efektif dan juga efisien.
  4. Cara kerja yang lebih fleksibel dengan berbagai metode
  5. Bisa bertahan lebih lama di dalam kayu
  6. Tidak membuat kayu jadi sulit dicat
  7. Tidak menyebabkan karat
  8. Harga yang terjangkau
  9. Lebih hemat digunakan sebab konsentrasi insektisida ini sangat tinggi

Nah, kiranya demikianlah informasi mengenai pohon winong bisa kami bagikan. Pada dasarnya, pohon ini merupakan salah satu pohon yang ditemukan di banyak negara di Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. Sayangnya, populasi pohon ini semakin sedikit bahkan mendekati kepunahan.

Yang makin disayangkan, meski jumlahnya kian berkurang, namun belum banyak yang kita ketahui mengenai pohon ini. Karakteristik kayunya pun masih jarang diselidiki. Di masyarakat, justru mitos mengenai pohon ini banyak berkembang. Tentu saja ini hal yang disayangkan mengingat winong adalah salah satu “harta karun” SDA yang mestinya bisa diolah dan dipelajari lebih lanjut.

Kami di Bio Industries jelas mendukung upaya pembelajaran dan budidaya kayu ini. Selain itu, sebagai wujud komitmen kami untuk mendukung industri pengolahan kayu yang lebih modern dan ramah lingkungan, kami menyediakan BioCide Insecticide. BioCide Insecticide bisa mengubah usia kayu yang tidak awet menjadi sangat awet hingga puluhan tahun!

SHARE

Leave a Reply