Cara Mengeraskan Kayu? Bisakah?

0
47
cara mengeraskan kayu

Ada banyak cara yang dilakukan orang supaya kayu mereka lebih awet sekaligus kuat. Di antaranya adalah dengan cara mengeraskan kayu tersebut. Seperti apa sekiranya prosesnya dan apakah hal tersebut benar-benar efektif? Kali ini, kami akan membahas tersebut secara lengkap.

Kayu menjadi material yang digunakan oleh manusia sejak zaman dulu kala. Sebelum kita mengenal plastik, sebelum kita bisa mengolah logam, dan sebelum kita menemukan bahan sintetis lainnya, kita hanya mengenal kayu untuk berbagai kebutuhan. Tak hanya dipakai untuk perabot saja, pada masa lalu kayu juga digunakan untuk konstruksi bangunan secara penuh, sampai perlengkapan makan. Piring, gelas, sampai alat masak lainnya banyak yang terbuat dari bahan ini. Bahkan beragam alat transportasi seperti perahu pun menggunakan kayu sebagai bahan dasar untuk membuatnya.

Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan kayu mulai banyak disubstitusi material sintetis. Namun di antara berbagai bahan sintetis itu, kayu tetap punya tempat tersendiri bagi manusia. Tak dapat dipungkiri, bahwa kebanyakan orang melihat kayu dengan persepsi yang lebih baik. Kayu dinilai lebih alami, lebih positif, lebih hangat, dan juga lebih menenangkan. Kayu juga masih menyediakan karakteristik ideal untuk berbagai kebutuhan kita.

Bukan Tanpa Masalah

Meski kayu begitu unggul, tak berarti bahwa kayu ini tidak memiliki kekurangan. Bagaimanapun juga, penggunaan kayu juga sering menimbulkan masalah. Apalagi kayu pun bukan material tunggal dengan karakter sama. Ada jenis-jenis kayu unggulan, namun ada juga yang tidak. Salah satu aspek penting yang memberikan impak besar ke kualitas kayu secara umum adalah keawetannya.

Tingkat keawetan kayu menunjukkan seberapa tahan kayu tersebut terhadap berbagai faktor yang merusak. Hal ini mencakup faktor biotik maupun faktor abiotik. Faktor biotik antara lain meliputi:

  1. Serangan jamur dan lumut
  2. Serangan rayap
  3. Serangan bakteri pembusuk

Sedangtkan faktor abiotik meliputi paparan air hujan, terik matahari, siraman solvent, dan oksidasi. Hal-hal seperti ini bisa membuat kayu rusak. Dan keawetan kayu berbeda antara yang satu dengan yang lain. Dalam industri woodworking, kita perlu dengan cermat mengetahui karakter ini. Jadi ketika kita berhadapan dengan kayu yang kurang awet, kita bisa menerapkan treatment tertentu. Misalnya saja dengan cara mengeraskan kayu tersebut.

Mengeraskan Kayu?

Ya. Selain aplikasi obat pengawet kayu yang lebih umum, ada juga pihak-pihak yang mencoba mengeraskan material tersebut untuk meningkatkan resistensi pada rayap. Esenther (1997) menyebutkan bahwa “density and hardness are also typically referred as influencing the natural resistance of wood to termite attack” atau bila diterjemahkan berarti, “kepadatan dan kekerasan kayu pada umumnya dianggap memengaruhi resistensi alami kayu terhadap serangan rayap.”

Prinsipnya sederhana. Sampai hari ini, umumnya kayu lebih keras dihindari oleh termit dibandingkan kayu yang keras. Perbandingan antara kayu gubal dan teras adalah contoh nyata akan hal tersebut.

Kayu yang keras pada umumnya sulit dikonsumsi oleh berbagai jenis hama.. Oleh sebab itulah, beberapa orang ada yang mencoba mengeraskan kayu agar lebih awet. Apalagi, selain membuat kayu lebih awet, hasil dari cara mengeraskan kayu juga akan membuat kayu bisa digunakan secara lebih luas.

Tingkat kekerasan kayu sendiri selama ini sudah bisa dites. Dan secara alami, beberapa spesies kayu lebih kuat dibanding spesies yang lain. Contoh uji yang bisa menentukan tingkat kekerasan kayu dengan baik adalah test Janka. Berikut ini akan dijabarkan beberapa contoh kayu dan tingkat kekerasannya menurut pengujian menggunakan tes Janka.

Contoh Kayu yang Keras menurut Tes Janka

Jenis Kayu Kekerasan
Australian Buloke 22,500
Eboni Brazilian 16420
Kayu Ipe 16390
Cumaru 15470
Eboni 14300
Golden Teak atau Jati Emas 10400
Merbau 8560
Hickory 8100
Rosewood 7900
Oak Putih 6000
Birch 5600
Jati 5140
Oak Inggris 5000
Jati Burma 4600
Walnut Hitam 4500
Cherry 4200
Mahogani 3600
Douglas Fir 2900
Alder 2600
Chestnut 2400
Poplar 2400
Hemlock 2200
Pinus Putih 1900
Kayu Balsa 440

Bagaimana Cara Mengeraskan Kayu?

Tapi bagaimana cara mengeraskan kayu? Bila pertanyaannya mengenai bagaimana cara mengawetkan kayu, tentu jawabannya lebih mudah. Preservasi kayu telah lama kami bahas di artikel di antiserangga.com. Tapi tidak dengan treatment untuk meningkatkan kekerasan kayu.

Sebab, cara untuk melakukannya memang tidak umum. Untuk pemadatan, ada beberapa metode yang sering dilakukan, misalnya dengan menggunakan oli. Sedangkan untuk pengerasan secara mekanis, kadangkala dilakukan treatment pada suhu dan tekanan yang sudah diatur sedemikian rupa.

Namun sekali lagi, hal itu jarang dilakukan. Pun demikian, prosesnya membutuhkan alat dan bahan yang lebih canggih.

Cara Mengawetkan Lebih Mudah Dibanding Mengeraskan

Untuk membuat kayu lebih tahan terhadap hama, cara pengawetan jauh lebih efektif dan efisien dibanding cara pengerasan. Pengawetan kayu saat ini bisa dilakukan secara modern. Pada treatment tersebut dipakai obat pengawet kayu baik yang berupa antiserangga ataupun antijamur. Obat diresapkan ke dalam substrat kayu dengan cara dikuaskan, dicelupkan, atau dijadikan sebagai larutan perendaman.

Dengan cara ini, kayu menjadi toksik bagi hama sehingga akan dihindari oleh berbagai organisme perusak tersebut. Namun tentu saja keberhasilan treatment ini tidak serta merta begitu saja. Penggunaan obat pengawet dan metode yang diterapkan menjadi dua faktor yang sangat berperan krusial.

Untuk obat pengawetnya, Anda bisa mengandalkan produk kami, insektisida BioCide Insecticide. BioCide Insecticide adalah insektisida dengan bahan dasar cypermethrin 100 EC. Produk ini memiliki berbagai keunggulan dibanding insektisida yang lain. Cara kerjanya efektif dan efisien, cepat, mudah digunakan, harganya lebih hemat, dan kemasannya pun tidak boros. Anda juga bisa lebih mudah memesan produk ini dengan cara membeli secara online.

Kesimpulan

Secara umum, bisa disimpulkan bahwa kayu masih menjadi produk yang disukai manusia hingga kini meski telah terdapat banyak bahan sintetis. Namun demikian, pemakaian kayu bukannya tanpa kekurangan. Salah satu kekurangan kayu terletak pada beberapa jenisnya yang memiliki tingkat keawetan rendah. Akibatnya produk kayu yang dihasilkan pun akan menjadi kurang awet. Bagi kita yang bekerja di industri woodworking, sudah barang tentu persoalan ini harus diperhatikan. Jadi, kita bisa melakukan antisipasi. Misalnya saja dengan cara mengeraskan kayu.

Secara teoritis, treatment ini setidaknya bisa memberikan beberapa keunggulan. Dua di antaranya adalah meningkatkan keawetan kayu dan menguatkan kayu tersebut sehingga bisa dipakai lebih luas. Namun demikian, efektivitasnya terutama untuk keawetan masih kurang optimal. Metodenya sendiri tak begitu populer. Sehingga sebaiknya, wood preservation dengan obat anti hama tetap dilakukan. Dan, BioCide Insecticide masih menjadi obat anti hama rayap dan kumbang bubuk terbaik yang bisa Anda gunakan.

Nah, sekiranya demikian informasi di artikel ini mengenai cara mengeraskan kayu. Nantikan terus berbagai artikel menarik lainnya yang akan terus kami sediakan di antiserangga.com. Semoga bermanfaat!

SHARE

Leave a Reply