Ini Dia 3 Contoh Bahan Pengawet Kayu untuk Fungsi yang Berbeda

Bahan pengawet kayu adalah antihama yang digunakan untuk memberikan perlindungan pada kayu. Ada banyak contoh bahan pengawet kayu di pasaran dan 3 di antaranya akan kami bahas di bawah ini.

Bukan cuma makanan yang bisa diawetkan. Kayu dan aneka produknya (furniture hingga konstruksi bangunan) pun bisa diawetkan. Caranya dilakukan dengan meresapkan suatu zat tertentu. Dan karena faktor utama kerusakan kayu adalah hama, maka zat tersebut biasanya berupa antihama (pestisida pengawet).

Jenis antihama untuk wood preservative sangatlah beragam. Kita bisa membedakannya menurut bahan aktif yang digunakan. Selain itu, kita juga bisa membedakannya menurut target hamanya. Dalam hal ini, wood preservative bisa saja berupa fungisida, insektisida, antilumut, bakterisida, dan lain sejenisnya.

Di pasaran, terdapat beragam produk wood preservative. Tiga di antaranya yang sekaligus kami sediakan akan kami bahas di bawah ini adalah BioCide Insecticide, BioCide SFP, dan BioCide Wood Fungicide. Supaya lebih jelas, yuk langsung saja simak keterangannya di bawah ini.

3 Contoh Bahan Pengawet Kayu

1. BioCide Insecticide

Kumbang Perusak Kayu

BioCide Insecticide adalah preservative kayu dari golongan anti serangga. Produk ini menggunakan bahan aktif cypermethrin 100 EC yang sangat efektif memberikan perlindungan dari ancaman rayap, teter, hingga semut perusak kayu.

Serangan hama serangga, sebagaimana yang kita tahu memang menjadi salah satu faktor utama kerusakan produk kayu. Apalagi pada produk kayu heavy duty.

alterntif text

BioCide Insecticide menawarkan proteksi dari masalah tersebut sehingga usia produk kayu lebih awet. Produk ini bisa digunakan dengan cara dijadikan larutan perendaman. Atau, Anda juga bisa menggunakannya sebagai larutan untuk dioleskan ke substrat kayu.

Data Teknis

  1. Bahan Aktif : cypermethrine
  2. Toksikologi LD 50 Oral (tikus) 2308mg/kg BB
  3. Toksikologi Dermal (tikus) > 7120.mg/kg BB
  4. Sistem kerja : Racun kontak dan lambung
  5. Formula : Emulsifible Consentrate (EC)
  6. Korosifitas : Tidak korosive (tidak menyebabkan karat)
  7. Kelas bahaya : II (bahaya)
  8. Stabilitas zat: hingga 2 tahun

2. BioCide Wood Fungicide

BioCide Wood Fungicide adalah produk preservative kayu yang khusus ditujukan untuk mencegah jamur stain mikroskopik dan bakteri pembusuk. Jamur stain mikroskopik adalah jenis jamur yang menyebabkan discoloration atau perubahan warna kayu. Contoh, kayu pinus yang semua berwarna terang menjadi bernoda hijau kehitaman yang jelek sekali.

Contoh jamur stain mikroskopik yang terkenal adalah blue stain. Adapun jenis bakteri yang menyerang kayu sebenarnya sangat banyak. Bakteri sendiri umumnya bukan faktor utama pelapukan. Namun, ketika kayu dimakan jamur atau rayap, keberadaan bakteri akan mempercepat pembusukan.

BioCide Wood Fungicide dapat mencegah persoalan tersebut dengan formula 2-(thiocyanomethylthio) benzothiazole dan methylene-bis-thiocyanate. Contoh bahan pengawet kayu ini juga bisa digunakan dengan mudah. Anda tinggal melarutkannya saja lalu menjadikannya sebagai:

  1. Larutan perendaman kayu yang sudah dipotong
  2. Larutan untuk dioleskan pada kayu (metode pengawetan sistem kuas)

Catatan Penggunaan

  1. Untuk musim kemarau dengan kondisi gudang < 60% dan kelembaban kayu (MC) < 15%, maka konsentrasinya 0,5%-1%
  2. Untuk musim hujan dengan kondisi gudang > 60% dan kelembaban kayu (MC)> 15%, maka konsentrasinya 1,5% – 2%

3. BioCide Surface Film Preservative

BioCide Surface Film Preservative atau biasa diringkas BioCide SFP adalah produk antijamur permukaan sekaligus anti lumut. Namun produk ini berbeda cara pakainya dengan BioCide Insecticide dan BioCide Wood Fungicide.

alasan pengawetan kayu jati harus dilakukan
jamur blue stain pada kayu jati

BioCide SFP bisa digunakan dengan cara dioleskan langsung ke area yang terkena jamur atau lumut. Dengan demikian, produk ini bukan preservative pencegah hama, namun obat untuk hama yang sudah terlanjur tumbuh.

Sifat preservative BioCide SFP terlihat dalam metode kedua cara pakainya. Contoh bahan pengawet kayu ini bisa dicampurkan ke bahan finishing water based. BioCide SFP akan membuat cat batu (stone coating), cat besi, hingga cat kayu menjadi lapisan yang tidak disukai jamur ataupun lumut. Fungsi ini sangat bermanfaat untuk pembuatan berbagai jenis furniture, dinding batu, garden furniture, dan lain sejenisnya.

Data Teknis

  1. Densitas pada suhu 20 derajat celcius: 1.08 ± 0.05 g/mL ISO 2811-1
  2. Kekentalan produk pada suhu 20°C: Maksimal 100 KU ASTM D-562
  3. Kelarutan produk: larut dalam air
  4. Ukuran partikel BioCide SFP: Maksimal 30μm ISO 1524
  5. Stabilitas bahan: merupakan bahan stabil yang tak mudah terpengaruh oleh fluktuasi suhu serta pH rentang 4-10.

Apa Semua Contoh Bahan Pengawet Kayu di Atas Harus Digunakan?

Ketiga bahan preservative di atas memiliki formula yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula. Sebagian dari Anda mungkin kemudian menanyakan penggunaannya. Apakah semuanya harus digunakan pada kayu?

Jawabannya tergantung pada Anda. Tiap produk di atas adalah produk tersendiri. Anda bisa memakai BioCide Insecticide tanpa menggunakan BioCide SFP. Anda juga bisa menggunakan BioCide Wood Fungicide tanpa menggunakan BioCide Insecticide.

Yang terpenting, Anda tahu apa yang Anda butuhkan. Namun demikian, memang akan lebih baik bila ketiga produk di atas digunakan semua. Sebab, suatu produk kayu bisa saja harus menghadapi serangan jamur, rayap, hingga blue stain secara bersamaan. Misalnya saja garden furniture.

Perlindungan yang lengkap akan membuat produk kayu semakin awet. Yang diuntungkan bukan cuma konsumen, namun juga Anda selaku pemilik usaha. Sebab brand produk Anda akan dikenal sebagai brand yang menjanjikan dan terpercaya.

Kontak dan Pemesanan Lebih Lanjut

Jika Anda ingin menanyakan informasi lanjutan mengenai ketiga produk di atas silahkan WA atau telepon kami ke kontak yang tercantum. Begitu pula bila Anda tertarik untuk melakukan pemesanan. Pembelian secara online kami layani di antijamur.net.

Adapun, bila Anda ingin membeli secara langsung, Anda bisa ke Bio Service Point di Yogya, Jepara, dan Cirebon. Opsi lainnya, Anda bisa ke agen-agen kami yang lokasinya tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Penutup

Dari penjelasan di atas, beberapa poin bisa kita ringkaskan sebagai berikut:

  1. Bahan pengawet kayu (dalam Bahasa Inggris disebut wood preservative) adalah bahan yang bersifat antihama yang digunakan untuk melindungi kayu. Tujuan utama pemakaiannya adalah untuk memperpanjang usia pakai kayu.
  2. Jenis bahan pengawet sangat banyak, dan bisa dibedakan menurut dengan zat aktif utamanya. Selain itu, kita juga bisa membedakannya menurut target hama yang diantisipasi. Dalam hal ini, ada bahan antiserangga, antilumut, hingga antijamur.
  3. Tiga contoh bahan pengawet kayu yang juga kami sediakan adalah BioCide Insecticide, BioCide Wood Fungicide, dan BioCide Surface Film Preservative.
  4. Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dan formula yang juga berbeda.
  5. Apakah ketiga bahan itu harus digunakan semua? Tidak. Silahkan gunakan sesuai kebutuhan saja. Meski, penggunaan ketiganya secara lengkap akan memberikan perlindungan yang lengkap pada kayu Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Ini Dia 3 Contoh Bahan Pengawet Kayu untuk Fungsi yang Berbeda

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply