kayu terserang rayap

Mengenal Tujuan Pengawetan Kayu dan Tindakan Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Tentu selalu ada tujuan dari pengawetan kayu yang dilakukan, termasuk tindakan pencegahan yang juga perlu untuk dilakukan. Jangan sampai kualitas kayu menurun karena tidak ada upaya pengawetan, atau akibat dilakukannya pengawetan dengan cara yang salah.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai tujuan serta tindakan pencegahan yang sebaiknya dilakukan saat melakukan kegiatan pengawetan kayu. Simak informasi lebih lengkapnya di artikel ini.

Mengenal Tujuan Pengawetan Kayu

Ilustrasi pengawetan kayu dengan metode perendaman. Sumber: Siplah Blibli

Baca Juga : Mengenal Teknik Pengawetan Kayu dan Rekomendasi Produk Pengawet Kayu

Beberapa jenis kayu tertentu memang harus diawetkan terlebih dahulu sebelum diolah. Hal itu diperlukan untuk mencegah adanya serangan serangga atau organisme alami lainnya misalnya jamur yang bisa menjadi perusak kayu.

Melakukan pengawetan kayu artinya perlu menggunakan lebih tepatnya memasukkan bahan kimia berupa pengawet kayu ke dalam kayu melalui pori-pori. Sehingga dapat menembus permukaan kayu yang tebalnya berkisar beberapa mm hingga ke dalam daging kayu.

Tindakan pengawetan pada kayu dilakukan untuk mencapai tujuan utama berupa bertambahnya umur pakai kayu menjadi lebih lama. Khususnya bagi kayu yang digunakan sebagai bahan baku pada bangunan ataupun untuk bahan perabot yang digunakan pada area luar ruangan.

Baca Juga : 5 Bahan Alami untuk Membasmi Rayap pada Lantai Kayu, Mudah dan Aman!

Kayu dapat dikategorikan dalam beberapa kelas keawetan, di antaranya:

1. Kelas awet I (sangat awet), yang termasuk dalam kelas kayu ini adalah: Jati, Sonokeling

2. Kelas awet II (awet), yang termasuk dalam kelas kayu ini adalah: Merbau, Mahoni, dll.

3. Kelas awet III (kurang awet), yang termasuk dalam kelas kayu ini adalah: Karet, Pinus, dll.

Baca Juga : Mengenal Jenis-jenis Material Pintu dan Mekanik yang Digunakan

4. Kelas awet IV (tidak awet), yang termasuk dalam kelas kayu ini adalah: Albasia, dll.

5. Kelas awet V (sangat tidak awet)

Dengan adanya tingkat kelas keawetan kayu, hanya kayu yang termasuk dalam kelas awet III, IV dan V saja sebenarnya yang wajib diawetkan. Namun untuk kebutuhan tertentu, bagian kayu gubal dari kayu yang termasuk kelas awet I dan II juga perlu untuk diawetkan.

Kayu-kayu yang sudah telah diawetkan akan lebih tahan dengan serangan serangga perusak. Begitu pula dengan resiko kerusakan akibat jamur, meskipun dipakai dan diletakkan pada area outdoor atau luar ruangan.

Baca Juga : 5 Jenis Kayu Anti Rayap yang Paling Bisa Diandalkan, Jangan Salah Pilih!

Tindakan Pencegahan Saat Pengawetan Kayu yang Diperlukan

kayu terserang rayap
Serangan Rayap pada Kayu

Kendati demikian dalam hubungannya dengan lingkungan dan kesehatan pemakai, pengawetan kayu pada perabot sebaiknya memhatikan hal-hal berikut:

1. Jangan lakukan pengawetan pada kayu jika produk furniture yang akan diproduksi memiliki kontak langsung dengan makanan. Seperti piring dan gelas kayu, rak makanan, serta lainnya yang berkaitan langsung dengan kayu. 

Baca Juga : Merawat Nakas dengan Bahan Ati Serangga Berkualitas, Biocide Insecticide

Adanya bahan kimia dari produk wood preservatives akan memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan. Karena bersentuhan langsung dengan makanan melalui media yang diawetkan sebelumnya. 

2. Jangan melakukan pengawetan pada kayu yang akan dipakai untuk area top table.

3. Pakai bahan pengawet hanya pada area yang terlihat dan mudah dijangkau. Seperti, pada lantai kayu, decking dan panel dinding.

4. Sebaiknya hindari pemakain kayu yang diawetkan untuk kebutuhan kontruksi yang memiliki potensi adanya kontak langsung dengan air minum dan air bersih. Contohnya untuk struktur jembatan.

Baca Juga : Mengenal Kayu Sungkai: Karakteristik, Asal, Keunggulan dan Kelemahan

5. Jangan bakar sisa kayu yang sudah diawetkan. Jika ingin membuangnya, bisa dilakukan dengan cara dikubur atau sampah biasa. Karena asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu yang sudah diawetkan akan mengandung bahan kimia dari bahan pengawet yang diaplikasikan.

6. Gunakan masker saat mengamplas atau memotong kayu yang sudah diawetkan untuk menghindari debu dari proses tersebut masuk dan merusak saluran pernapasan anda. 

7. Selalu cuci bersih tangan anda setelah melakukan pengawetan kayu. Akan lebih baik jika anda bisa mandi setelah melakukan pengawetan kayu. Agar saat makan dan minum tubuh anda sudah bersih dari bahan kimia produk pengawet kayu.

8. Pisahkan pakaian anda yang terkena cairan bahan pengawet kayu, jangan campur dengan cucian yang lain.

Bahan Pengawet Kayu yang Sebaiknya Digunakan

Produk pengawet kayu tentu mengandung bahan kimia yang membantu proses tersebut berjalan. Ada berbagai bahan alternatif untuk pengawetan kayu yang bisa digunakan. 

Seperti borax yang sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan yang bisa digunakan untuk mengawetkan kayu dengan berbagai metode. Seperti metode vakum tekan, pencelupan dingin, pencelupan panas (rebus) hingga metode pemolesan.

Atau ada pula oli bekas dan solar yang kerap digunakan sebagai bahan preservative kayu sejak lama. Namun bahaya dan kesulitan dari penggunaan bahan-bahan tersebut tentu cukup tinggi. Dari resiko kesehatan hingga kegagalan pengawetan.

Untuk mempermudah dan mempercepat kegiatan pengawetan pada kayu, telah tersedia produk Biocide Insecticide. Produk ini mengandung Cypermethrine 100 Ec sebagai bahan aktif yang dapat membantu menjaga dan meningkatkan kualitas kayu.

Penggunaan produk ini juga dapat diandalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat serangan berbagai jenis serangga. Contohnya serangan rayap, teter, kumbang, dan lain sebagainya.

Di Manakah Anda Bisa Menemukan Produk Pengawet Kayu yang Berkualitas Biocide Insecticide?

Biocide

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau pemesanan mengenai produk ini, bisa melaui e-mail di [email protected]ail.com.

Anda juga dapat membeli seluruh varian produk dari PT Bio Industri Omnipresen secara online melalui beberapa kanal marketplace kami berikut ini.

Anda juga bisa membeli seluruh produk dari Bioindustries secara langsung di beberapa service point kami berikut ini:

Bio Center Yogyakarta

Jl. Sidikan 94, Surosutan, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55162
Phone / fax: 0274 388301
Hp / WhatsApp: Klik Di Sini
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Jepara

Jl. Raya Kudus Km. 9, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah 59417
Phone: 0291 598992
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Cirebon

Jl. Escot No.42 RT.014/RW.04, Desa Tegalwangi, Weru, Cirebon, Jawa Barat 45154

Phone: 0231 320759
e-mail: [email protected]

Rekomendasi Untuk Anda

    Pilihan Menarik Lainnya

      Leave a Comment

      Your email address will not be published.