Mengenal Seluk Beluk Karakter Kayu Akasia!

Tahukah Anda mengenai kayu akasia? Ada banyak fakta menarik seputar kayu ini. Di antaranya adalah mengenai perlu dan tidaknya kayu tersebut diawetkan.

Indonesia merupakan sebuah negeri yang keragaman hayatinya sangat tinggi. Indonesia memiliki ragam fauna dan flora baik yang endemik ataupun yang ditemukan di seluruh penjuru dunia. Contoh organisme endemik di Indonesia adalah Komodo. Tak ada tempat lain di dunia ini yang memiliki komodo dalam habitat aslinya. Komodo yang merupakan “kadal raksasa” itu pun dijadikan sebagai hewan simbol Indonesia.

Kekayaan hayati Indonesia ini bukannya muncul tanpa suatu sebab yang jelas. Biodiversitas Indonesia yang mengagumkan terwujud berkat berbaagi faktor sekaligus. Salah satunya adalah iklim Indonesia di wilayah tropis. Inilah yang membuat perkembangan organisme terjadi secara pesat dan menghasilkan variasi yang begitu beragam akibat bentuk negara kepulauan.

Di antara kekayaan biodiversitas itu, pepohonan menjadi salah satu contoh keragaman yang sangat besar. Ada sangat banyak spesies pohon di negara kita. Kebanyakan telah digunakan oleh nenek moyang kita untuk berbagai kebutuhan. Sampai kini pun, pohon-pohon tersebut masih terus mendatangkan keuntungan. Misalnya saja yang bisa kita lihat pada industri furniture. Besarnya industri furniture kita dan ketahanannya dari serangan produk impor negara lain bukan terjadi karena sebab yang tak jelas. Selain SDM yang berpengalaman menghasilkan mebel dengan estetika tinggi, kayu Indonesia pun menjadi faktor yang membuat industri furniture kita berkembang secara positif. Nah, bicara soal jenis pepohonan yang menguntungkan, kali ini Antiserangga.com akan secara khusus mengulas mengenai akasia.

Kayu Akasia

Tahukah Anda mengenai pohon dan kayu dari jenis akasia ini? Pohon ini dulunya sangat populer lho. Masyarakat pada tahun 1980-an, misalnya, mengenal kayu akasia sebagai kayu yang digunakan untuk membuat kertas. Namun seiring berjalannya waktu, anggapan ini terkoreksi dengan baik. Kini, masyarakat kerap mengasosiasikan kayu ini dengan berbagai jenis hhhhhmebel atau furniture.

Benar, akasia memang dulu dikenal sebagai kayu untuk pembuatan kertas saja. Tapi seiring dengan pemahaman yang lebih baik dalam industri woodworking, penggunaan akasia mulai melebar sebagai bahan baku  mebel. Bahkan saat ini, akasia juga telah dimanfaatkan sebagai material flooring dan decking kayu.

alterntif text

Untuk lebih mengenal kayu ini, mari simak jabaran karakter fisik akasia sebagai berikut.

Karakter Kayu Akasia

Pohon

Pohon akasia atau Acacia mangium merupakan salah satu spesies dalam family Leguminosae. Tinggi pohon bisa mencapai 30 meter, sedangkan diameternya bisa mencapai 1 meter. Pada industri kertas, akasia yang digunakan umumnya berdiameter 15-20 cm (usia 3-5 tahun). Sedangkan pada industri mebel, diameter minimal yang dijadikan patokan adalah 25 cm.

Warna

Kayu gubal berwarna krem sedangkan kayu teras berwarna dari cokelat hingga cokelat tua kehijauan.

Densitas

Densitas kayu umumnya 450 – 600 kg/m3 pada level MC 12%. MC sendiri adalah singkatan dari Moisture Content atau kelembaban konten.

Tingkat Keawetan

Tak seperti jati, akasia bukanlah kayu yang awet. Sebagai perbandingan, jati termasuk kayu kelas I dalam hal keawetan, sedangkan akasia termasuk kayu kelas III. Serangan jamur dan serangga bisa terjadi amat masif pada kayu yang berada pada kelas keawetan tersebut. Apalagi bila kayu terkait diletakkan di luar ruangan.

Pengeringan dan Tingkat Susut

Pada kayu dengan ketebalan di atas 2,5 cm, rerata lama pengeringan memakan 45-60 hari. Sedangkan untuk kayu dengan diameter di bawahnya memakan waktu pengeringan kurang dari 30 hari.
Yang harus diwaspadai selama proses pengeringan kayu ini adalah daya susutnya yang besar. Bila tidak dilakukan hati-hati, pelengkungan sangat mungkin terjadi.

Proses Woodworking

Kayu akasia tergolong sebagai salah satu jenis kayu yang mudah diproses. Kayu ini tidak rentan patah sehingga mudah disekrup atau dipaku. Perekatannya pun tidak sulit karena penetrasi lemnya sangat baik.

Contoh Penggunaan Kayu Akasia

  • Bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis mebel, mulai dari untuk membuat meja, kursi, bangku, almari, ranjang, dan masih banyak lagi.
  • Bisa digunakan untuk membuat aneka jenis benda kerajinan seperti vas yang terbuat dari kayu.
  • Digunakan untuk membuat pegangan.
  • Digunakan untuk membuat elemen bangunan seperti lantai, pintu, dan masih banyak lagi.
  • Digunakan untuk membuat tiang-tiang
  • Untuk membuat beragam jenis mainan
  • Untuk membuat beragam jenis alat musik

Potensi kayu ini sebetulnya masih sangat besar. Jadi, apabila Anda ingin mencari pilihan kayu pada usaha woodworking Anda, pertimbangkanlah untuk menggunakan kayu ini.

Antisipasi Kekurangannya

Meskipun kami mendorong upaya pendayagunaan kayu ini lebih lanjut, bukan berarti kami mengabaikan kekurangannya. Bagaimanapun juga, kayu akasia juga memiliki kekurangan. Jadi, antisipasi selama proses pengolahan kayu ini hendaknya dilakukan.

Salah satu kekurangan kayu ini terletak pada sifatnya yang kurang tahan hama. Akasia termasuk kayu dalam level III sebagaimana disebut di atas. Artinya, kayu ini rentan rusak terserang hama, baik itu hama jamur, serangga, dan lain sebagainya. Oleh sebab itulah diperlukan treatment pengawetan untuk kayu ini.

Untuk treatment pengawetan yang dilakukan, Anda bisa memakai produk yang kami sediakan, BioCide Insecticide. Kami dari BioIndustries adalah perusahaan yang bergerak dalam industri penyediaan dan produksi bahan woodworking ramah lingkungan. Kami menyediakan cat eco friendly, semir kayu dan kulit, sampai lem yang ramah lingkungan. Khusus untuk produk pengawetan, BioCide Insecticide yang kami sarankan pun memiliki kualitas keramahan lingkungan yang baik. Lantaran, produk ini menggunakan cypermethrin.

Menurut EPA (Environmental Protection Agency), “Based on the available data, cypermethrin/zeta-cypermethrin is a moderately persistent chemical that primarily degrades by  photolysis in water and biodegradation.” Dengan demikian, produk ini degradable (bisa diuraikan) oleh reaksi fotolisis di air dan juga biodegradasi. Jadi, penggunaannya lebih aman dibanding banyak bahan aktif pestisida kebanyakan. Kami sendiri memang sengaja memilih bahan aktif yang tak begitu toksik untuk alam, karena kami memiliki semangat cinta lingkungan.

Tapi apakah ini artinya BioCide Insecticide tidak efektif mencegah serangan hama serangga? Tentu saja tidak! Produk kami justru memiliki target spesifik pada hama-hama perusak. Pada treatment pengawetan kayu akasia, produk ini bersifat sangat toksin terhadap serangan rayap, kumbang bubuk, sampai teter.

BioCide Tak Hanya Ramah Lingkungan, tapi Juga Terjangkau

Hal yang tak kalah menarik dari BioCide Insecticide adalah harganya yang terjangkau. Jadi, sangat cocok digunakan oleh Anda yang bergerak di industri profesional. Alasan mengapa BioCide Insecticide murah sendiri tidak mengada-ada.

  1. Harga nominal produk ini adalah Rp. 115.000,- (harga bisa berubah sewaktu-waktu), Anda mungkin bisa menemukan pestisida lain yang harganya lebih terjangkau. Namun, BioCide akan jauh lebih hemat digunakan karena konsentrasi yang sangat tinggi.
  2. Produk ini menggunakan pelarut air. Dalam pemakaiannya, BioCide pasti perlu diencerkan sehingga sangat hemat. Karena menggunakan pengencer air, Anda jadi tak perlu membeli pengencer solvent yang pastinya memiliki biaya tersendiri.

BioCide Insecticide dengan kata lain memiliki berbagai keunggulan sekaligus. Produk ini bisa memberikan perlindungan terhadap kayu akasia dengan sangat baik, eco friendly, dan harganya juga sangat murah.

Bagaimana metode aplikasinya? Metode aplikasi BioCide unuk kayu akasia bisa dilakukan dengan beberapa varian cara. Anda bisa menerapkan treatment preservasi dengan vakum tekan, perendaman, celup, kuas, dan masih banyak lagi.

Pesan BioCide untuk Kayu Akasia Sekarang juga

Yuk, pesan BioCide untuk kayu Anda sekarang juga. Produk ini bisa dipesan secara online ataupun langsung. Untuk pemesanan langsung, Anda bisa mengunjungi Bio Service Point di:

  1. Bio Service Point pusat di Yogyakarta, di Jl. Sidikan No 94 Yogyakarta, DIY.
  2. Bio Service Point cabang di Jepara, di Jl. Raya Kudus Km. 9, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah.
  3. Bio Service Point cabang di Cirebon, di Jl. Escot No.42 RT.014/RW.04, Desa Tegalwangi, Weru, Cirebon, Jawa Barat.

Nah, kiranya ini yang bisa kami sampaikan mengenai kayu akasia. Kayu ini memang memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan. Kita bisa menggunakan kayu ini sebagai bahan bubur kertas, mebel, kerajinan, dan masih banyak lagi. Tapi ingat, dalam pemanfaatan kayu ini, antisipasilah kekurangannya. Terapkan pengawetan karena kayu ini berada di level III kelas awet. Anda bisa menggunakan produk kami BioCide Insecticide untuk memberikan perlindungan menyeluruh.

Semoga artikel ini bermanfaat, ya. Nantikan terus berbagai informasi menarik lainnya di antiserangga.com. Kami akan senantiasa membahas dunia pengawetan, serangga, dan kayu-kayuan.

Mengenal Seluk Beluk Karakter Kayu Akasia!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply