Pengawetan Bambu Cara Tradisional

0
1223
Pengawetan Bambu Cara Tradisional
mengawetkan bambu dengan cara tradisional dengan direndam didalam air

Bambu yang selama ini dikenal sebagai bahan yang memiliki kekuatan hampir sebanding dengan bambu ini tumbuh di negara Indonesia secara merumpun. Habitatnya cukup banyak dan mudah tumbuh walau tidak dirawat. Walau sudah ditebang, bambu akan tetap bisa tumbuh kembali. Pertumbuhan bambu juga tergolong cepat sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk ditebang.

Pemanfaatan bambu ini bisa digunakan mulai dari akarnya yang berfungsi sebagai penahan erosi untuk mencegah bahaya kebanjiran dan juga dapat berperan dalam menangani limbah beracun akibat keracunan merkuri dengan cara menyaring air yang terkena limbah tersebut melalui serabut-serabut akarnya, batang bambu hingga daunnya pun juga bisa dimanfaatkan.

Rebung atau tunas bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan dengan proses yang bersih agar tidak menjadi racun untuk siapasaja yang memakannya. Karena bambu merupakan tumbuhan yang mudah diserang serangga, maka setelah penebangan bambu haruslah diberi pengawetan untuk menghindari bambu tidak mudah diserang serangga. Pengawetan untuk bambu bisa menggunakan cara tradional ataupun modern.

Cara Mengawetkan Bambu Secara Tradisional

  1. Mengawetkan Bambu dengan Memberi Pelapis
  • Cara mengawetkan bambu secara tradisional ini biasaya berbeda-beda untuk setiap daerah tergantung kebiasaan dan ketersediaan sumber daya pada dae 1. Mengawetkan Bambu Dengan Memberi Pelapis. Cara pengawetan bambu ini pada prinsipnya adalah memberikan lapisan pengawet pada permukaan bambu dengan cairan bahan pengawet yang mampu menolak kutu atau rayap serta mengurangi pengaruh cuaca. Cairan pengawet yang digunakan dapat berupa tir, olie, minyak, cat, dan solar.

Cara pengawetan bambu ini sering dipakai karena membutuhkan biaya yang paling murah, salah satunya karena dapat menggunakan bahan bekas pakai, seperti menggunakan olie bekas.Teknik pengawetan bambu ini memiliki kelemahan yaitu perlu dilakukan pengulangan secara periodik karena lapisan pengawet yang lambat laun luntur atau hilang.

Bahan pelapis apabila terkena air akan mudah luntur, selain itu karena sifatnya yang hanya melapisi tentu tidak dapat meresap hingga ke serat bambu. Teknik pengawetan bambu jenis ini masih rentan terhadap serangan jamur dan rayap, sehingga teknik pengawetan bambu ini cenderung bersifat temporal dan tidak efektif dimanfaatkan untuk waktu yang lama.

Pengawetan Bambu Cara Tradisional
mengawetkan bambu dengan cara direndam di dalam air
  1. Mengawetkan Bambu Dengan Perendaman
  • Teknik perendaman bambu merupakan cara pengawetan bambu tradisional yang dimanfaatkan untuk meresapkan bahan pengawet sampai ke serat bambunya. Cara pengawetan ini cukup efektif digunakan karena dapat dilakukan sekaligus pada bambu dalam jumlah yang banyak, selain itu cairan pengawet dapat digunakan berulangkali sehingga dapat menghemat biaya.

Cairan pengawet untuk teknik perendaman bambu biasanya menggunakan larutan garam. Selain pengawetan bambu dengan garam, metode perendaman untuk pengawetan bambu ada tiga macam, yaitu perendaman panas, perendaman dingin, dan kombinasi perendaman panas dingin. Kelemahan teknik pengawetan bambu dengan perendaman adalah membutuhkan waktu yang lama apabila ingin memperoleh hasil yang baik.

Metode perendaman dingin memerlukan waktu hingga beberapa hari. Metode perendaman panas memerlukan perhatian khusus karena adanya resiko bambu ikut terbakar. Metode perendaman untuk pengawetan bambu juga kurang efektif dilakukan pada bambu yang masih basah, karena daya serap bambu juga tidak maksimal, sehingga larutan pengawet tidak akan meresap dengan baik.

Seiring dengan perkembangan teknologi, memungkinkan cara pengawetan bambu secara modern dapat dilakukan. Cara mengawetkan bambu dengan teknik vakum dan tekanan merupakan teknik yang telah memberi hasil terbaik. Teknik ini memiliki kelebihan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dan dapat diaplikasikan pada bambu yang masih basah sekalipun dengan resiko yang minimal.

Kelemahan teknik ini adalah memerlukan peralatan yang kompleks dan biaya yang relatif mahal, sehingga tidak efektif digunakan oleh konsumen skala kecil. Teknik pengawetan bambu bangunan dengan teknik vakum dan tekanan dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode sel penuh dan metode sel kosong.

  1. Metode Vakum Sel Penuh

Teknik vakum dan tekanan dengan metode sel penuh dilakukan dengan memasukkan bambu yang akan diawetkan ke dalam tangki kemudian ditutup rapat. Proses pengosongan udara kemudian dilakukan selama 90 menit. Selama proses pengosongan udara sedang berlangsung, bahan pengawet bambu dimasukkan ke dalam tangki sampai penuh melalui selang khusus.

Dengan cara ini diharapkan cairan pengawet dapat mengisi seluruh bagian serat bambu dan sel bambu. Proses penekanan kemudian dilakukan selama kurang lebih dua jam. Bahan pengawet bambu kemudian dikeluarkan lagi dan dilakukan proses pengosongan udara lagi selama 10 menit agar cairan pengawet bambu yang menempel bisa bersih.

  1. Metode Vakum Sel Kosong

Teknik vakum dan tekanan dengan metode sel kosong dilakukan dengan memasukkan bambu ke dalam tangki, kemudian dalam kondisi tangki tertutup rapat diberi tekanan selama 20 menit. Cairan pengawet kemudian dimasukkan kedalam tangki dan proses pemberian tekanan ditingkatkan selama 2 jam. Cairan pengawet bambu kemudian dikeluarkan dan dilanjutkan dengan proses vakum untuk membersihkan bahan pengawet yang masih menempel pada bambu.

Berbagai teknik pengawetan bambu yang dapat dilakukan sebagai cara mengawetkan bambu bangunan, sehingga bambu yang dimanfaatkan dalam proyek pembangunan rumah dapat meningkat keawetannya dan tentunya akan berdampak pada usia pemakaian yang semakin lama.

Cara pengawetan bambu yang semakin berkembang memberikan kemungkinan pemanfaatan berbagai jenis bambu sebagai ornamen maupun konstruksi rumah. Seperti pemanfaatan bambu untuk bahan konstruksi gazebo ataupun restoran-restoran bernuansa etnik yang semakin banyak dibangun. Dengan suasana etnik ini akan membuat nyaman dan terkesan alami.

Pengawetan Bambu Cara Tradisional
biocide insecticide untuk mengawetkan bambu

Cara yang efektif untuk mengawetkan bambu adalah dengan menggunakan bahan pengawet untuk bambu yaitu Biocide Insecticide sebagai anti serangganya. Bahan pengawet ini bisa digunakan menggunakan semua jenis metode aplikasi baik metode vakum sel penuh ataupun sel kosong. Biocide Insecticide ini merupakan bahan yang diformulasikan khusus membunuh serangga pada kayu atau serat alam seperti bambu, rotan dan lainnya.

Penggunaan Biocide Insecticide sebagai bahan pengawet bambu bisa bertahan lama hingga 2 tahun lamanya. Seteah 2 tahun Anda bisa mengaplikasikan kembali bahan pengawet ini. Biocide Insecticide relatif lebih aman dan ramah lingkungan karena menggunakan air sebagai campurannya. Sehingga harganya terjangkau dan tidak mengandung bahan yang berbahaya.

Biocide Insecticide ini bekerja dengan cara meracun lambung pada serangga. Ketika cairan masuk ke dalam pori-pori bambu, maka serangga yang akan memakan cairan tersebut akan dimakan oleh serangga dan membunuh melalui racun tersebut. Tidak hanya bisa digunakan untuk pengawet bambu saja, namun Biocide Insecticide ini bisa digunakan untuk semua jenis serat alam dan kayu.

Penggunaannya cukup mudah dan tidak berbahaya. Namun pada saat aplikasi selalu perhatikan keamanan seperti menggunakan masker, sarung tangan, dan alas kaki agar bahan pengawet ini tidak membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan. Simpan bahan pengawet ini ditempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak.

SHARE

Leave a Reply